Selasa , 24 November 2020
Beranda - Berita Pilihan - Yaidah Urus Akta Kematian ke Jakarta, Dispendukcapil Surabaya Minta maaf
Yaidah, warga Surabaya urus akte kematian ke Kemandgri (foto detik.com)
Yaidah, warga Surabaya urus akte kematian ke Kemandgri (foto detik.com)

Yaidah Urus Akta Kematian ke Jakarta, Dispendukcapil Surabaya Minta maaf

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.COM, Surabaya – Yaidah (51), warga Lidah Wetan, Surabaya merasa dipermainkan oleh Dispendukcapil. Peristiwa itu, dia alami saat mengurus akta kematian anaknya. Wanita paruh baya ini, akhirnya memutuskan mendatangi Kemendagri agar akta kematian anaknya cepat keluar.

Kepala Dispendukcapil Kota Surabaya Agus Imam Sonhaji sebagaimana dilansir detik.com mengatakan saat itu melalui kantor kelurahan setempat, pihaknya sudah menyurati Yaidah jika akta kematian anaknya dapat diselesaikan. Awal mula kronologi permasalahan sekitar Agustus lalu saat Yaidah mengurus akta kematian anaknya di kantor kelurahan untuk klaim asuransi.

Baca : Korban Adminduk, Warga Surabaya Urus Akta Kematian ke Jakarta



Namun, karena merasa proses di kelurahan lama, akhirnya Yaidah mencari kepastian informasi ke Mal Pelayanan Publik di Siola. “Memang saat itu Mal Pelayanan Publik sedang menerapkan lockdown, sehingga petugas kita juga terbatas. Karena kebanyakan mereka bekerja dari rumah,” kata Agus, sebagaimana dilansir detik.com, Jumat (26/10/2020).

Tapi, di Siola Yaidah justru mendapat informasi dari petugas yang kurang tepat. Sebab, petugas tidak memiliki kapabilitas dalam menyelesaikan permasalahan Adminduk (Administrasi Kependudukan).
Alhasil, Yaidah salah tangkap mengira diharuskan ke Kemendagri untuk menyelesaikan akta kematian anaknya itu. “Sebenarnya proses input nama yang bertanda petik ke SIAK dapat diselesaikan oleh Dispendukcapil. Progres itu juga dapat di-tracking melalui pengaduan beberapa kanal resmi Dispendukcapil,” ujarnya.

Agus mengatakan jika surat permohonan Yaidah sebenarnya saat itu sudah diproses registrasi di kelurahan dan berlangsung sukses. Permohonan itu telah masuk ke dalam sistem klampid di Dispendukcapil.

“Sehingga Bu Yaidah atau pemohon mendapatkan e-Kitir atau tanda terima yang dilengkapi barcode,” katanya.

Namun, karena ketidaktahuan dan miskomunikasi, membuat Yaidah langsung mengurus akta kematian anaknya ke Kantor Direktorat Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Jakarta pada (23/9/2020). Ketika sudah diketahui publik, Agus menyampaikan jika saat ada berita ini pada (22/10/2020), akta kematian anak Yaidah sudah selesai 1 bulan sebelumnya.

“Meski begitu kita tetap menyampaikan permohonan maaf kepada Bu Yaidah atas miskomunikasi ini, kami minta maaf. Ini juga sebagai evaluasi catatan bagi kami agar ke depan lebih maksimal dalam melayani,” ujarnya.

Tip & Trik

loading…


Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Pemerintah Kabupaten Dharmasraya terima hibah aset barang milik negara

Dharmasraya Terima Hibah KemenPUPR Senilai Rp 31,7 Miliar

SPIRITSUMBAR.COM, Dharmasraya – Pemerintah Kabupaten Dharmasraya terima hibah aset barang milik negara dari Direktorat Jenderal ...