Kamis , 23 September 2021
Depan - Info Terkini - Wow, Mobil Nasional Untuk Orang Desa
Airlangga Hartarto
Airlangga Hartarto

Wow, Mobil Nasional Untuk Orang Desa

Print Friendly, PDF & Email

Spirit Sumbar – Ini peluang bagi mobil  nasional agar diperkuat kembali. Selama ini mobnas tidak bisa berjalan karena ATPM agen tunggal pemegang merk  mobil telah menguasai pasar dari kota sampai desa. Nanti mobil APTM hanya bisa dijual di kota besar saja, sedangkan  di pedesaan diutamakan untuk pasar mobil nasional.

Kalau tidak begini mobil nasional tidak bisa bersaing dan berkembang menghadapi  ATPM yang jaringannya sudah masuk dari kota sampai desa. Untuk masa yang akan datang pasar  mobil untuk pedesaan tidak boleh dari ATPM lagi.

Tantangan industrialisai di era Menteri Perindustrian Airlangga berbeda dengan masa keemasan Menteri Perindustrian Hartarto di era orde baru  yang pernah berhasil merubah industri sebagai sumber devisa menggantikan dominasi  sektor pertanian. Relasi Airlangga dan Hartarto  sangat dekat karena Airlangga adalah anak sulung Hartarto.

Ditengah kinerja industri yang naik turun, mampukah Airlangga  menjadikan industri sebagai pendorong utama ekonomi kembali.

Airlangga kini sedang diuji sebagai salah satu arsitek UU Perindustrian. Untuk mengetahui siapa Airlangga, kami coba menemui orang dekatnya, yang juga pelaku dunia usaha Gusti Iskandar Sukma Alamsyah yang juga  Wakil Sekjen DPP Partai Golkar saat ditemui di ibukota Jakarta (27/7/2016).

Problem industri kita tidak kunjung usai. Industri kita masih banyak tergantung pada bahan baku impor, barang modal impor. Kapan bisa produksi sendiri atau mandiri ?

Fokus industri nasional masih perlu diperkuat kembali. Airlangga sebagai menteri baru harus banyak mendengar pelaku industri. Industri kita mau dibawah kemana. Industri tujuan ekspor  penting sebagai sumber pendapatan negara selain pajak, migas, produk pertanian.

Masalahnya produk industri kita juga banyak belum dikenal kalah populer dengan produk pertanian?

Menteri Perindustrian harus lebih agresif mempromisikan hasil industri kita bersama dengan Menteri Perdagangan. Selama ini kita masih kurang promosi dibanding gencarnya produk impor sehingga devisa kita lambat naik.

Mengapa produk hasil industri kita harganya lebih mahal?

Harga mobil kita lebih mahal padahal upah buruh lebih murah, iya betul. Obat vaksin impor lebih mahal. Banyak faktor yang menyebabkan harga mahal selain bahan baku ditentukan impor.

Apakah Airlangga mampu membuat terobosan untuk memperkuat industri kita ?

Saya pernah satu Komisi di Komisi VII DPR RI bersama Airlangga. Latar belakang penddidikannya sebagai insinyur.

Dia  pemimpin yang bisa diajak bicara, mau mendengar, bisa menerima pikiran orang lain. Ini modal dasar bagi Airlangga untuk memperkuat Industri kita.

Selanjutnya:

Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Bertekad Tetap Informatif, Pessel Gelar Bimtek Pemeringkatan untuk PPID Pembantu

SPIRITSUMBAR.com, Painan – Agenda besar tahunan yang dilakukan oleh PPID Utama Kabupaten Pesisir Selatan (Kab.Pessel) ...