Beranda - Berita Pilihan - Warga Terpapar Covid-19 Terus Bertambah, Masyarakat & Petugas Main Kucing Kucingan Terapkan Prokes

Warga Terpapar Covid-19 Terus Bertambah, Masyarakat & Petugas Main Kucing Kucingan Terapkan Prokes

Print Friendly, PDF & Email

Padang Panjang, Spiritsumbar.com. – Warga Kota Padang Panjang terpapar covid-19 terus bertambah. Minggu, 27/9 ini tercatat 139 orang, naik 7 orang dari hari sebelumnya.

Walau begitu,  tingkat kesadaran masyarakat menerapkan protokol kesehatan masih rendah, sekalipun Pemko Padang Panjang bersama timnya terus menerus  memberi sosialisasi dan edukasi pada masyarakat pasar, terminal, jalanan dan lainya agar mentaati protokol kesehatan.

Berdasarkan pengamatan Spiritsumbar.com   Minggu pagi hingga siangnya, di pasar sayur Busur, dan di Pasar Pusat Kota berjuluk Serambi Me kah itu,  hanya segelintir saja masyarakat yang memakai masker dan menjaga jarak aman.

Sementara Di Pasar sayur Bukit Surungan sekitar pukul 8.00 Wib tidak tampak kehadiran petugas   mengawasi pengunjung yang mayoritas berasal dari daerah tetangga untuk menjual sayuran kepada para toke yang berdatangan dari berbagai daerah Sumbar, dan provinsi lainnya luar Sumbar. Biasaya pasar sayur Busur dibuka Minggu dan Kamis.

Beda dengan di pasar pusat, Spiritsumbar.com melihat ada sekitar 5 orang anggota Pol PP disana, namun seperti tak kuasa menyuruh masyarakat dan pedagang memakai masker, sebab  sedikit sekali pedagang dan pengunjung yang memakai masker.

 

Sejumlah anggota Pol PP yang berjaga   di perempatan  pasar seberang Toko Sribunga- red) yang ditannyai Spiritsumbar.com, mengatakan, yang bisa mereka lakukan  bagi warga yang tidak mematuhi protokol kesehatan covid-19 baru hanya sebatas himbauan,  teguran dan edukasi, selebihnya untuk memberi tindakan atau sanksi belum bisa, sebab Perda Sumbar no. 14 tahun 2020 tentang  Adaptasi Kebiasaan Baru( AKB) Pengendalian dan penanganan  belum diberlakukan.

” Kami bukannya tidak menjalankan tugas, namun kadangkala masyarakat main kucing kucingan dengan petugas. Dihadapan kami mereka bermasker, begitu kami lengah masker dibuka atau pindah ke dagu,” ujar Don, salah seorang anggota Pol PP Kota Padang Panjang.

Bisa jadi apa yang dikatakan Don ada benarnya, sebab seorang penjual makanan sebut saja Upik( bukan nama sebenarnya) mengaku memakai masker saat petugas menghalo- halokan dengan pengeras suara, setelah itu dibuka kembali. Alasan Upik, merasa kurang nyaman dengan pakai masker.

Walikota Padang Panjang, Fadly Amran  yang dimintai tanggapannya oleh Spiritsumbar.com atas kurang sadarnya terhadap protokol kesehatan covid  mengatakan, tim gabungan yang terdiri TNI, Polri, Pol PP, BPBD dan lainnya terus dan terus memberi peringatan dan sosialisasi di tengah masyarakat.

“Sosialisasi itu penting agar masyarakat memahami isi dan sanksi Perda Sumbar tentang AKB covid-19. Sayangnya,dari laporan yang saya terima  ada masyarakat yang main kucing kucingan dengan petugas. Saat ada petugas mereka patuh, begitu petugas jauh mereka ingkar.”

“Padahal saya yakin jika masyarakat  pakai masker, jaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, olahraga, dan asupan gizi yang cukup, angka penularan corona akan menurun” ujar Fadly menjawab Spiritsumbar.com usai pembukaan seminar bertajuk  Peran Damai Perempuan Mencegah Radikalisme dan Terorisme, Kamis, (24/9) di Auditorium Mifan kota itu.

Walikota termuda dan terkaya di Sumbar ini  menambahkan, kota yang dipimpinnya  sejak 13 Oktober 2018 ini seperti juga daerah lain di Sumbar belum menjatuhkan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan covid, sebab masih tahap sosialisasi terhadap Perda AKB  Sumbar sebagai payung hukumnya.

Covid-19 pertama kali muncul di kota berpenduduk 58.300 jiwa ini pada 30 April 2020. Kini jumlahnya mencapai 139 orang, 105 orang sudah sembuh dan 34 orang lainya menjalani karantina/ perawatan di RSUD Padang Panjang dan di tempat lainnya.

Tujuh orang pertambahan  hari ini, Minggu 27/9-20 berasal dari Silaingbawah, Kampung Manggis dan Pasar Usang, masing masing 1 orang, serta Kelurahan Balai Balai dan Guguk Malintang 2 orang. (Yetti Harni)

Tentang Yetti Harni

mm

Baca Juga

Hari Santri, PWNU Sumbar Hadirkan Cak Imin dan Maidir Harun

SPIRITSUMBAR.COM, Padang – Memeriahkan Hari Santri yang jatuh setiap tanggal 22 Oktober setiap tahunnya, Pengurus ...