Senin , 27 September 2021
Depan - Info Terkini - Walinagari Bersiteru, Honor Guru PAUD Tujuh Bulan Belum Dibayar

Walinagari Bersiteru, Honor Guru PAUD Tujuh Bulan Belum Dibayar

Print Friendly, PDF & Email
cover Edisi 23 (Terbit Tiap Senin)
cover Edisi 23 (Terbit Tiap Senin)

Spirit Sumbar – Ibarat gajah bertengkar, semut mati terinjak. Begitulah kira-kira pandangan umum yang menggambarkan persiteruan Walinagari dan Bamus Kenagarian Koto Nan Duo, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat (Sumbar).

Karena persiteruan tersebut, sejumlah tenaga honor pendidik Taman Kanak Pendididikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Guru Taman Pendidikan Qur’an (TPQ) belum menerima gaji insentif selama tujuh bulan.

Para guru honor ini sangat berharap agar insentif yang seharusnya sudah didapatkan jauh sebelum lebaran segera dicairkan.

Lefmawati , salah satu guru PAUD di Desa Kampung Pandan, mengatakan, pembayaran insentif yang kini menjadi tanggung jawab pihak nagari belum ia terima dalam rentang waktu tujuh bulan.

Hingga kini ia sangat berharap pihak yang berwenang cepat tanggap dan peduli tentang percepatan proses pembayaran. “Sebetulnya, Gaji insentif yang akan dibayarkan itu jumlahnya tidak terlalu besar. Cuma 300 ribu per triwulan atau sekali tiga bulan. Namun entah apa sebabnya pihak nagari belum juga kunjung membayarkan,” ujarnya, Selasa (12/7/2016).

Dia mengaku sudah tujuh bulan belum menerima  insentif. “Di desa yang lain sudah lama menerimanya. Kami cuma dijanjikan saja oleh Walinagari, tapi hingga saat ini belum ada kabar berita kapan pasti dibayarkan. cuma 300 per triwulan” jelas Lefmawati.

Ketika dikonfirmasi , Walinagari Koto Nan Duo, Kecamatan Batang Kapas, Ben Suhandri menerangkan bahwa keterlambatan pembayaran honor insentif para Honorer Paud dan TPQ itu disebabkan oleh Dana Desa pada triwulan kedua belum cair.

“Seharusnya sudah cair, tapi pihak Badan Musyawarah (Bamus) masih belum mau menanda tangani terkait laporan anggaran  yang saya berikan. Kata dia harus mempelajari isinya dulu, Karena ketua Bamus baru menjabat”kata Ben Suhandri.

Ia mengatakan agar ketua Bamus yang baru terpilih jangan mempersulit proses proses dalam percepatan pencairan dana desa. “Sebab, ini menyangkut kepentingan orang banyak. Jika tidak cair tentu insentif honorer PAUD dan TPQ juga tak bisa dibayarkan dan segala pembangunan juga menjadi lamban” ujar dia.

Informasi yang dihimpun, bahwa pihak Bamus yang baru dan Walinagari tersebut sempat bersiteru dalam beberapa bulan terakhir. Diketahui, Antara mereka berdua (Walinagari dan Bamus) saling adu mengadukan ke pihak kepolisian menyangkut persoalan yang berbeda beda pula.

Walinagari melapor tentang pencemaran nama baik yang diduga dilakukan ketua Bamus, Daskom. Sedangkan Ketua Bamus melapor tentang dugaan indikasi korupsi yang dilakukan Walinagari setempat.

Bila antara perangkat nagari tidak lagi seiring jalan dalam melakukan pembangunan nagari, kuat prediksi berbagai pembangunan di desa itu akan berjalan lamban dan masyrakat akan merasakan kerugian.

NIKO

IKLAN

Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Hj. Nevi Zuairina

Nevi Zuairina : Tekan Rentenir Dengan UMi

SPIRITSUMBAR.com, Jakarta – Anggota DPR RI Komisi VI II, Hj. Nevi Zuairina mengatakan pembentukan Holding ...