Sabtu , 18 September 2021
Depan - Headline - Walikota Padang: Rumah Pembakaran Mayat Sudah Sesuai Aturan

Walikota Padang: Rumah Pembakaran Mayat Sudah Sesuai Aturan

Print Friendly, PDF & Email

Padang, SpiritSumbar.com – Setelah melewati polemik berkepanjangan, akhirnya  persoalan rumah pembakaran mayat (krematorium) menjadi pembahasan khusus Walikota Padang dengan tokoh-tokoh masyarakat Tionghoa, di rumah dinas Walikota Padang, Senin (27/3/2017).

Menurut Walikota Padang, H. Mahyeldi Ansharullah, rumah krematorium itu sudah sesuai dengan aturan perizinan, dan sesuai kebutuhan masyarakat, maka harus dihormati keberadaannya oleh semua pihak.

Baca: Azirwan : Izin Krematorium Tanpa Pedomani Aturan Lebih Tinggi

Mahyeldi Ansharullah menambahkan,  rumah krematorium milik organisasi Himpunan Bersatu Teguh (HBT)  suatu organisasi sosial etnis Tionghoa di Padang mestinya tidak dikelola sendiri sendiri oleh salah satu kelompok etnis. Dia menyarankan dikelola oleh pihak Klenteng See Heng Kiong.

Tujuannya agar berbagai organisasi etnis Tionghoa di Kota Padang, bisa bersatu dan kompak. Bahkan, Walikota Padang menegaskan, rumah krematorium yang ada sekarang ini, sudah mengantongi izin lengkap, dan sudah sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Hadir dalam pertemuan tersebut Tuako Himpunan Bersatu Teguh (HBT), Andreas, Sekretaris Himpunan Tjinta Teman (HTT), Albert Hendra Lukman, dan tokoh-tokoh etnis Tionghoa lainnya.

“Rumah krematorium itu sudah sesuai aturan. Perizinannya lengkap. Dan itu merupakan kebutuhan masyarakat (Tionghoa) di sana. Untuk itu, semua pihak harus menghormatinya,” kata Mahyeldi Ansharullah.

Sebelumnya, Rabu pekan lalu, puluhan massa ormas islam berunjuk rasa di depan rumah krematorium milik Himpunan Bersatu Teguh (HBT), menolak keberadaan rumah krematorium, karena berlokasi di tengah-tengah perkampungan penduduk.

Selanjutnya: Krematorium Sesuai Aturan, Albert: Pemko Padang Mestinya Jeli

Palimo

loading…


Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Supardi bersama 4 Remaja Parlemen asal Sumbar

Supardi Beri Dukungan, 4 Siswa Sumbar Ikut Parlemen Remaja

SPIRITSUMBAR.com, Padang – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Supardi dukung ...