Beranda - Covid19 - Wako Padang Panjang, Fadly Amran, Negatif Covid-19

Wako Padang Panjang, Fadly Amran, Negatif Covid-19

Print Friendly, PDF & Email

Padang Panjang, Spiritsumbar.com,- Pemerintah Kota Padang Panjang, Sumatera Barat dan warga patut bersyukur atas nihilnya negatif covid-19 pada swab tahap dua dan tiga dari tracking kasus mantan Wakil Walikota, dr. Mawardi dan istri. Apalagi diantara ratusan yang swab itu  termasuk Walikota, Fadly Amran dan Sekdako Padang Panjang, Sony Budaya  Putra.

Hasil 89 swab test tahap 3 diterima  Kadis DKK Padang Panjang, Nuryanuwar, Minggu, 28/6/20 dari labor biomedik FK Unand, sementara hasil 68 swab kedua diterima, Sabtu kemaren semuanya juga negatif, kata Kadis Kominfo, Ampera Salim.

Beda dengan uji swab tahap 1 dari pengembangan kasus Mawardi dan istri yang kini  diisolasi/dirawat di RSUD  terhadap 86 warga, dua dinyatakan positif covid-19, dan 84 orang lainnya negatif.  Keduanya RM dan RS, tak lain asisten di klinik dokter Mawardi  yang juga bekerja  di Puskesmas Busur kini tengah menjalani isolasi mandiri di rumah. Hasil swab terhadap orang yang pernah kontak dengan RM dan RS  belum keluar. “Kita berharap tidak ada yang  positif,” kata Ampera  Salim.



Walikota Fadly dan Sekdako Sony, ikut uji swab lantaran merasa pernah kontak fisik dengan  dr. Mawardi yang merupakan mantan Wawako Padang Panjang, 2013-2018.  Karena hasil swab negatif   Wako Fadly, yang akhir pekan lalu memilih bekerja di rumah dinas, mulai Senin besok  akan berutinitas seperti biasa di kantor Balaikota di Silaingbawah.

Mengingatkan kembali, virus corona yang pertama kali ditemukan di  Kota Wuhan, Tiongkok, Desember 2019 ini  mulai menghinggapi warga kota ini pada 1 April  2020 setelah bertransmisi  dari pengunjung RSUD yang pulang dari daerah pandemik Jakarta. Setelah dilakukan tracking, jumlah positif terus berkembang hingga 25 orang hingga masa PSBB. Memasuki  era new normal bertambah lagi 4 orang hingga naik jadi 29 orang, 25 orang diantaranya sudah sembuh.



Terpaparnya dr.Mawardi dan istri diperkirakan dari kluster yang baru, artinya bukan dari kasus terdahulu. Selain menelisik sumber penularan virus tersebut yang awalnya diduga menular dari acara sunatan massal yang digelar BasNas secara gratis. Tapi, Mawardi dan BazNas sendiri menepisnya, karena dokter, panitia dan peserta khitan telah menerapkan protokol kesehatan covid-19

Sementara itu,  untuk wilayah Sumbar,  berdasarkan laporan Tim Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas dan Balai Penyidikan dan Pengujian Veteriner Wilayah II Baso, Minggu,  28/6/20, ada penambahan kasus positif covid sebanyak 3 orang. Masing masing dari Sijunjung, Padang dan Kota Bukittinggi. Dengan begitu jumlahnya  menjadi 775 orang, sembuh 587 orang, dan meninggal dunia 31 orang. (yetti harni) 

Baca juga:

Dokter Dermawan Itu Terserang Covid-19

Bertambah Dua; Positif Covid di Padang Panjang Jadi 29 Orang

Tip & Trik

loading…


<<< Sebelumnya

Selanjutnya>>>



Tentang Yetti Harni

mm

Baca Juga

Pantauan udara pascabanjir bandang yang melanda tiga kecamatan di Kabupaten Sukabumi pada Senin (21/9/2020)

Pemkab Sukabumi Tetapkan Status Darurat 7 Hari

SPIRITSUMBAR.COM, Jakarta – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi terus melakukan penanganan darurat pascabanjir bandang yang melanda ...