KPU Nusa Tenggara Barat yang diwakili oleh Yuliyati dari Divisi Teknis Penyelenggaraan menjelaskan bahwa semua penyelenggara dalam setiap tahapan harus menjamin bahwa penyelenggara terbebas Covid-19.
“Kegiatan apapun yang di lakukan KPU harus benar-benar diperhatian dalam penerapan protokol Covid-19, tes dilakukan di setiap kantor KPU dan petugas KPPS,” jelasnya.
Yuliyati menambahkan pada pelaksanaannya untuk mencegah terjadi kerumunan, akan ada hibauan untuk hadir pada pukul yang sudah ditentukan dan petugas memakai APD.
“Untuk mencegah kerumunan ada hibauan kepada pemilih untuk datang pada jam tertentu, jadi pemilih akan dipilah, di TPS juga ada tempat cuci tangan dan pengecekkan suhu tubuh. Apabila suhu tubuh di atas 37, ada bilik dan pintu masuk yang terpisah”, tambahnya.
Senator asal Kalimantan Barat Sukiryanto menyarankan melakukan PCR untuk petugas KPU yang bertugas. Hal ini mengantisipasi penyebaran Covid-19 dalam pelaksanaan pilkada ini.