Depan - Berita Pilihan - Wagub: Lakukan Langkah Ini Demi Kemajuan Mentawai
Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit membuka rapat koordinasi HIV/AIDS tingkat Provinsi Sumatera Barat

Wagub: Lakukan Langkah Ini Demi Kemajuan Mentawai

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com – Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Nasrul Abit meminta solusi upaya pemenuhan  kebutuhan bahan pokok ke Kepulauan Mentawai brjalan lancar.

Namun,  yang sangat penting sekali, juga jalan yang ada di dalam pulau itu terhubung. Jadi, hubungan antar pulau tidak lagi menggunakan kapal. Langkah yang mesti dilakukan,  penyediaan  jalan trans Mentawai dengan panjang lebih kurang 300 km diprioritaskan. Persoalan berikutnya, lanjut wakil gubernur, masalah ketersediaan air bersih serta dapat menjaga kesehatan.

Hal itu disampaikan Nasrul Abit ketika memberi arahannya pada Rapat Koordinasi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dengan pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai di Tua Pejat Jumat, 9 Desember 2016.

Disamping itu, wagub juga upaya mengembangkan pariwsiata. “Seperti kita ketahui  wisata di Kepulauan Mentawai sangat menarik sekali seperti surfingnya. Ini yang perlu kita bicarakan sehingga benar-benar menjadi prioritas,” ujarnya.

Ditambahkan Wagub, Mentawai merupakan daerah laut tapi masyarakatnya tidak melaut. Hal ini ujarnya, perlu menjadi perhatian, terutama sumber daya manusia dan sarana dan prasarana. Secara pelan- pelan ujarnya mengajak putra putri untuk bergerak di bidang kelautan. Investor didatangkan memanfaatkan kearifan lokal dan berdayakan putra daerah.

“Kita akan bawa investor untuk mengembangan sektor kelautan dan perikanan. Disamping Sumber daya Manusia Mentawai sendiri. Kita minta masyarakat Mentawai agar bisa menerima pembaruan ini. Kita tidak merubah adat, bukan masalah agama, untuk itu kalau ada program-program pemerintah seperti perikanan, kelautan, pertanian, perkebunan, dan infra struktur mari kita dukung bersama- sama,” ucapnya.

Untuk mendukung program-program itu semua, ujarnya  dibuat proposal untuk diajukan ke Menteri Koordinator  agar  disampaikan pada menteri terkait,’ jelas Wakil Gubernur Sumbar.

Hadir pada kesempatan itu, Pj. Bupati Kepulauan Mentawai,  Syafrizal, Kepala Perhubungan dan Kominfo Sumbar Amran, Kepala Biro Pembangunan dan Kerjasama Rantau Ahmad Yani, dan Kepala SKPD terkait di lingkungan Pemkab Mentawai.

Pj Bupati Kepulauan Mentawai Syafrizal mengatakan, bersama pemerintah provinsi sedangkan mengumpulkan data terkait penyebab Kepulauan Mentawai masih daerah tertinggal. Wakil Gubernurpun telah beberapa kali datang ke Mentawai melihat langsung daerah Mentawai diapun sudah menghimpun dan menurunkan tim terjun ke lapangan.

Mentawai masih daerah tertinggal setidaknya ada beberapa hal yang menyebabkan, seperti aksesbilitas, infrastruktur yang belum memadai, PAD yang masih minim, jarak antar pulau yang sangat jauh. Serta Mentawai merupakan daerah rawan bencana, sehingga investasi enggan juga masuk.

“Semua yang menjadi prioritas sesuai dengan arahan Wakil Gubernur Sumatera Barat, akan menjawab semua permasalahan yang sedang kita hadapi. Pemkab serta jajarannya akan menyiapkan langkah-langkah dalam upaya mendapatkan anggaran pusat,” ujarnya.

Bupati pada kesempatan itu, juga menyerahkan proposal prioritas dalam percepatan pembangunan daerah Mentawai.

Pada Kesempatan yang sama wakil gubernur juga menyerahkan bantuan komputer pada kecamatan Siberut barat Daya. Sebelumnya Ia juga menyerahkan bantuan tas untuk Sekolah Dasar 21 dan SD  Goiso’oinan Kecamatan Sipora Utara.

Pada kesempatan penyerahan bantuan Tas di Sekolah Dasar Goiso’oinan, wagub memberikan motivasi kepada murid untuk rajin belajar. “Belajarlah dengan yang serius. Agar dapat membangun daerah Mentawai ke depan,” ujar Wagub mengakhiri.

Penulis : Rel

Editor : Saribulih

Lebih Lengkap di versi Cetak The Public

Hadir sampai ke Pelosok Sumatera Barat dan Rantau

Cover The Public Edisi 03 - Minggu I Des Tahun IV (Terbit Tiap Senin)
Cover The Public Edisi 03 – Minggu I Des Tahun IV (Terbit Tiap Senin)

 

loading…


Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Pertashop Hadir di Sikabu, Bupati Padang Pariaman Merasa Senang

Padang Pariaman – Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur SE MM, tampak begitu sumringah ketika meninjau ...