Depan - Headline - Uniknya Lumindy Coklat, Hadir di Dharmasraya dan Pekan Baru
Deni Elita pengusaha cake dan coklat asal Sawahlunto - Erni/Spirit Sumbar
Deni Elita pengusaha cake dan coklat asal Sawahlunto - Erni/Spirit Sumbar

Uniknya Lumindy Coklat, Hadir di Dharmasraya dan Pekan Baru

Print Friendly, PDF & Email




Spirit Sumbar – Sumatera Barat merupakan salah satu daerah penghasil kakao, bahan baku coklat yang terkenal lezatnya. Sumatera Barat juga terkenal dengan kelezatan rendangnya.

Ditangan Deni Elita pengusaha cake dan coklat asal Sawahlunto kedua kuliner populer ini disatukan. Hmm, gimana ya rasanya!

Ya coklat olahan Deni Elita dengan brand Lumindy Coklat berbeda dari biasanya. Coklat yang satu ini terbilang unik karena Lumindy Coklat memiliki berbagai varian rasa, salah satunya yang paling unik adalah coklat dengan rendang. Coklat dengan rendang ini mungkin adalah satu-satunya didunia. Istimewanya lagi Lumindy coklat berasal dari biji kakao potensi lokal yang ditanam dan diolah langsung oleh masyarakat Sawahlunto.

Deni mengungkapkan usaha coklat yang digelutinya ini juga salah satu upaya mendukung pariwisata dan kebudayaan Sawahlunto. Benar saja, karena pada kemasan coklat Lumindy produksinya ia sengaja mengangkat beberapa ikon wisata Sawahlunto yaitu kereta tua Mak Itam, Rumah Gadang dan motif kain Songket Silungkang.

Dari penampilan Lumindy Coklat, jelas terlihat bahwa coklat yang dijual dengan harga berkisar Rp 2 ribu sampai dengan Rp 150 ribu perkemasan tersebut, bukan sekedar coklat biasa, tapi coklat yang bercerita tentang Sawahlunto.

Mengangkat rendang dan kekayaan Sawahlunto pada coklat produksinya menjadi salah satu strategi bagi Deni dalam menembus pasar lokal. Ia sadar untuk bersaing merebut pasar, harus menampilkan suatu keunikan, ciri khas, sehingga produk lebih dikenal oleh konsumen.

Untuk menarik konsumen, Lumindy Coklat juga tampil dengan berbagai bentuk dan warna yang menarik. Bentuk buah, abstrak hingga berbentuk tulisan yang bisa dipesan khusus. Coklat ini tentu cocok untuk dijadikan hadiah bagi orang-orang istimewa.

Diungkapkan Deny bahwa usaha yang berawal sejak tahun 2013 ini, tidak hanya memenuhi pasar lokal, tetapi telah dipasarkan ke beberapa daerah tetangga seperti Dharmasraya dan Pekan Baru. Menurut perempuan yang berdomisili di Sungai Durian kecamatan Barangin ini permintaan pasar akan produksinya cukup besar, namun sayangnya ia terkendala keterbatasan bahan baku. “Lumindy Coklat sudah dipasarkan di beberapa outlet ‘Rumah Coklat’ yaitu di Sawahlunto, Dharmasraya dan Pekan Baru. Kami juga mendapat tawaran dari PT. Semen Padang untuk memasarkan di Padang, namun karena keterbatasan bahan baku, kami belum bisa memenuhinya” ujar ibu dari Sabila.

Untuk mendapatkan bahan baku Deni biasanya memesan kepada UPTD Coklat kota Sawahlunto. Menurut perempuan berusia 40 tahun ini, bahan coklat yang dibeli di UPTD Sawahlunto lebih pekat dan lebih bagus kualitas rasa dan teksturnya dibanding coklat Compound yang ada di pasaran. Namun kadang-kadang ia terpaksa harus memakai coklat compound yang ada di pasaran jika ketersediaan bahan baku yang disediakan UPTD tidak mencukupi untuk kebutuhan produksinya.

Perempuan pengusaha yang merupakan alumni SMKN 6 Padang ini mengaku keahlian mengolah coklat ini ia dapat selain dari bakat juga dari keberaniannya berkreasi. Background pengusaha cake yang telah menjadi tumpuan hidupnya selama bertahun-tahun juga membantunya dalam mengembangkan usaha ini. “Dari dulu memang hobi membuat aneka kue, karena itu saat SMK mengambil jurusan pastry. Orang tua juga punya background yang sama yaitu pengusaha catering. Mungkin bakat orang tua menurun ke saya” ujar Deni.

Deni mengatakan dalam menjalankan usaha dengan 2 brand berbeda yaitu ‘Lumindy Coklat’ dan ‘Sabila Cake’ ia dibantu oleh beberapa orang tenaga kerja. Di hari-hari biasa untuk produksi ‘Lumindy Coklat’ dibantu 2 tenaga kerja tapi kalau lebaran sampai 7 orang tenaga. Sementara untuk produksi ‘Sabila Cake’ saat lebaran ia bisa mempekerjakan hingga 15 orang tenaga kerja.

ERNI

Lebih Lengkap, baca di The Public (Terbit Setiap Senin)

Edisi 10/Th. III/01-08 Februari 2016

Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Pertamina Tambah Pertashop, Masyarakat Sumbar Merasa Terbantu

SPIRITSUMBAR.com, Padang – Untuk memudahkan masyarakat dalam memperoleh ketersedian Bahan Bakar Minyak (BBM), PT Pertamina ...