Depan - Berita Pilihan - Umumnya Sekolah di Padang Panjang Sudah Mulai PBM Tatap Muka
Kepala Dinas Pendidikan, Tabrani
Kepala Dinas Pendidikan, Tabrani

Umumnya Sekolah di Padang Panjang Sudah Mulai PBM Tatap Muka

Print Friendly, PDF & Email

Padang Panjang, Spiritsumbar.com – Setelah belajar secara daring sejak Maret 2020, kegiatan proses belajar mengajar (PBM) tatap muka kembali digelar pada SD/MI, SMP/MTs, STMA umum/agama negeri dan swasta di Kota Padang Panjang, Senin (18/1). Banyak sub sektor ekonomi di kota pelajar itu pun mulai bergairah lagi.

Keterangan Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Panjang, Tabrani, kepada Spirit Sumbar, sesuai izin Walikota No.7/2021, pelaksanaan PBM di sekolah-sekolah kota ini sudah bisa dimulai sejak sepekan sebelumnya. Tapi pada sepekan lalu itu baru sebagian sekolah yang bisa mulai, sebagian lainnya belum.

Sebab, untuk bisa memulai PBM di sekolah, tidak cukup hanya status perkembangan wabah Covid-19 di daerah berada di zona kuning, dan adanya izin dari Walikota. Tapi juga harus ada izin dari komite sekolah pada sekolah bersangkutan, dan izin dari wali murid terhadap anak mereka masing-masing.

Terpisah, Kepala Dinas Kominfo Ampera Salim mengungkap, Walikota Fadly Amran menerbitkan izin Wako No.7/2021 tentang izin PBM di sekolah, karena wabah Covid-19 di Padang Panjang sudah di zona kuning, belakangan. Hal itu dibenarkan terpisah oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Padang Panjang, Nuryanuwar.

Namun, pada sebagian sekolah agama swasta/pesantren dengan pola boarding school (ada asrama) sudah sejak beberapa bulan lalu menggelar PBM di kampus dengan penerapan protokol Covid-19. Di antara pesantren itu, seperti Thawalib Padang Panjang; Thawalib Gunung; Diniyah Putri; MA-KMM Kauman; dan SMP Al Hijrah.

Kembali digelarnya PBM di sekolah Padang Panjang, Januari 2021 ini, juga mulai menunjukan terjadi kegairahan pada banyak sub sektor ekonomi. Itu antara lain terlihat dari pergerakan mobil angkot yang mulai banyak di jalan raya, angkutan hinterland yang keluar-masuk kota, dan aktivitas ojek motor.

Berikut, kedai/kios, restoran/cafe di kota ini, terutama yang berlokasi di dekat-dekat kampus, kembali buka dan beraktivitas lagi. Tadinya saat sekolah secara daring akibat wabah Covid-19 yang ikut menimpa Kota Padang Panjang sejak Maret 2020, kedai dan warung itu banyak yang tutup, karena sepi pengunjung.

Itulah bukti nyata, keberadaan Padang Panjang sebagai salah satu kota pelajar tertua di Indonesia tersebut juga jadi potensi utama perekonomian warganya. Tidak heran, bila libur panjang tiba, transfer uang ke kota ini juga akan turun cukup tajam. Kiriman uang itu akan balik normal setelah sekolah dimulai.

Sesuai perkembangan data terbaru, sekolah di Padang Panjang sekarang tercatat sekitar 42 buah SD/MI negeri dan swasta, SMP/MTs negeri dan swasta (17 bh), SMA/SMK/MA negeri dan swasta (18 bh), perguruan tinggi negeri/swasta (6 bh).(yet/jym).

Profil Yetti Harni

mm

Baca Juga

Bertekad Tetap Informatif, Pessel Gelar Bimtek Pemeringkatan untuk PPID Pembantu

SPIRITSUMBAR.com, Painan – Agenda besar tahunan yang dilakukan oleh PPID Utama Kabupaten Pesisir Selatan (Kab.Pessel) ...