Senin , 21 September 2020
Beranda - Pendidikan - Apresiasi - TOP100 Kembali Berbagi, Paramedis Terima Masker Standar WHO

TOP100 Kembali Berbagi, Paramedis Terima Masker Standar WHO

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com, Padang – WhatsApp Group (WAG) TOP100 kembali berbagi bantuan alat pelindung diri (APD) dan alat kesehatan lain untuk ketiga kalinya.

Bantuan ini merupakan hasil donasi warga group whatsapp TOP100 dan pengusana minang disalurkan ke berbagai institusi kesehatan di Sumbar.

Total keseluruhan donasi Rp 297 juta untuk trip 4, 5 sampai 6 berupa 450 masker N95 senilai Rp 60 juta rupiah yang merupakan donasi dari warga TOP 100 dan pengusaha Minang lainnya.


Artikel Lainnya

loading…


”Trip penyaluran 4,5 dan 6 atas donasi itu telah disampaikan tim peduli ke RSUP M Djamil, RSAM bukittinggi dan Lab FK Unand,” ujar Penggagas Gerakan Bersama Lawan Covid-19 Sumbar, Sari Lenggogeni, di Padang, Senin 6/4/2020.

Dua rumah sakit yang disalurkan yaitu RS M Djamil Padang dan RS Ahmad Muchtar Bukittinggi. Keduanya sebagai rumah sakit utama rujukan nasional terkhusus untuk ruang isolasi pasien PDP berat dan Laboratorium Fakultas Kedokteran menjadi labor pertama di luar Jawa diizinkan Kemenkes RI untuk uji pasien Covid-19.

“Memang agak telat menyalurkan karena tim harus mencari bahan yang disaat wabah menjadi langka dan mahal.  Allhamdulillah akhirnya dapat supplier dengan harga masker paling rasional dan masker telah dikonfirmasi standarisasinya dengan dokter spesialis paru,” ujar Sari yang juga admin WAG ‘Kawal Covid-19 Sumbar.

Sebelum trip penyaluran hari ini, tim peduli telah memberikan 200 hazmat untuk RSUD di Sumbar dan RSUD Rasydin sebagai center covid dan set lengkap untuk lab FK Unand serta dukungan untuk logistik gizi demi menjaga kesehatan tim lab FK Unand yang sangat berpotensi tertular.

Donasi TOP100 dan pengusaha minang yang dihimpun dengan total Rp 297 juta, kata Sari Lenggogeni memprioritaskan untuk tenaga medis atas dasar kemanusian.

“Tidak sampai hati kita setiap hari mendengar kisah pilu pejuang kemanusiaan ini berguguran satu persatu karena tidak ada proteksi standar, padahal, mereka melindungi kita. Saya berharap jangan sampai ada lagi tengkulak yang mempermainkan harga disaat tenaga medis berjuang dengan nyawa, disaat keranda pulang tanpa iringan tangisan keluarga,”ujar Sari.

Sari Lenggogeni juga berharap semua orang peduli, minimal peduli pada keluarga dan diri sendri untuk, memutus mata rantai Covid-19 ini.

“Ayo hadapi Covid-19, idak ada lagi perdebatan, tapi mari kita dorong pemerintah untuk lakukan yang terbaik saat ini,”ujar Sari yang termasuk bersyukur soal solidaritas Sumbar hadapi Corona Virus diakui nasional.(Salih /rel)


 

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Siburman Rajo Hitam Dinobatkan Menjadi Raja Adat Air Haji

Spiritsumbar.com, setelah lama balipek (berlipat), akhirnya Air Haji, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan, ...