Beranda - Berita Pilihan - Tiga Kali Masuk Penjara, Juli Surya Kembali Jual Narkoba

Tiga Kali Masuk Penjara, Juli Surya Kembali Jual Narkoba

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com, Dharmasraya – Walau sudah tiga kali bolak balik masuk penjara, seorang residivis dalam kasus narkotika kembali ditangkap Satresnarkoba Polres Dharmasraya.  Penangkapan dipimpin langsung Kasatresnarkoba Iptu Rajulan Harahap. SH.

Kapolres Dharmasraya AKBP Aditya Galayudha Ferdiansyah, S.Ik. MT. melalui Kasatresnarkoba Iptu Rajulan Harahap. SH, saat ditemui di ruangannya pada Kamis (12/3/2020) membenarkan penangkapan ini. men

Artikel Lainnya

loading…


“Memang betul sekali, kita telah mengamankan seorang residivis kasus narkotika menurut data dan pengakuan pelaku sudah tiga kali masuk tahanan dalam kasus yang sama (narkotika) dan baru bebas dari LP pada bulan Desember 2019 lalu,” ujarnya.

Dia mengaku, mendapat informsi dari masyarakat dengan adanya seorang yang residivis yang baru bebas, diduga menjual barang haram narkotika di kecamatan Pulau Punjung.

“Mendapat informasi tersebut anggota kami melakukan penyilidikaan. Memang betul sekali, pada hari selasa tanggal 10 Maret 2020 lalu,sekitar jam 17.30 wib. Kami bersama anggota Satresnarkoba Polres Dharmasraya menangkap pelaku yang bernama Juli Surya umur 41 tahun yang beralamat Jorong Arumbai Nagari Gunung Selasih. Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya,” ujarnya.

Setelah melakukan penggeledahan terhadap pelaku ditemukan barang bukti, ditangan kanan kertas atm bri yang berisikan 1 paket narkotik jenis sabu. Selanjutnya di dalam rumah ditemukan satu buah deodoran merk rexona yang berisikan narkotika jenis sabu sebanyak 3 paket sabu, timbangan digital, seperangkat alat hisab shabu dan HP merk nokia

“Selanjutnya pelaku dibawa ke RSUD Sungai Dareh untuk dilakukan tes urine. Hasilnya, positif menggunakan metamvetamin (sabu). Dan pelaku bersama barang bukti diamankan di sel tahanan Polres Dharmasraya untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut.

”Pelaku dijerat dengan UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, Pasal 112, 114 dan 127. Dimana, ancaman hukumannya di atas sepuluh tahun penjara,” pungkas Kasatresnarkoba Rajulan. (eko)



 

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

234 SC Regwil Pasbar, Tabur Bunga di Makam Pahlawan

Spiritsumbar.com, Pasaman Barat – Sebagai generasi muda penerus bangsa Indonesia, dalam setiap kesempatan harus mampu ...