Sabtu , 18 September 2021
Depan - Headline - Tertimbun Longsor, Empat Orang Keluarga Yusuf Meninggal
Jalan yang menggenangi muara labuh
Jalan yang menggenangi muara labuh

Tertimbun Longsor, Empat Orang Keluarga Yusuf Meninggal

Print Friendly, PDF & Email

Spirit Sumbar – Ribuan rumah terencam oleh banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Solok Selatan akibat hujan yang turun sejak pagi Minggu (7/2/2016).

Rumah dan fasilitas umum terendam air hingga bahu orang dewasa. Bahkan, puluhan diantaranya tertimbun tanah longsor.

Salah satunya rumah Yusuf di Jorong Taratak Tinggi Pekonina kenagarian Alam Pauhduo Kecamatan Pauhduo yang dihuni 7 anggota keluarga. Enam orang dilaporkan meninggal termasuk seorang bayi umur 4 bulan, satu orang selamat bernama Edi.

Menurut infomasi dari Sekretaris BPBD Solok Selatan, Tono dan Kabid Penanggulangan bencana Edison alias pak Lurah, banjir terjadi akibat meluapnya 3 sungai besar. Diantaranya Batang Bangko, Batang Suliti dan Batang Sangir membuat beberapa lokasi di Solok Selatan dilanda banjir. daerah yang terparah diterjang banjir adalah Kecamatan Sungaipagu, Kecamatan Pauhduo dan Kecamatan Sangir.

Di Keca Jorong Kampung Terandam Kecamatan Sungaipagu tidak kurang sekitar 1000 unit rumah terendam air bercampur lumpur. Sementara, Jorong Kampung Palak sekitar 800 unit rumah dan Kiambang Kotobaru Kecamatan Sungaipagu, air naik hingga bahu orang dewasa. Tidak kurang sekitar 500 unit terandam air bercampur lumpur. Sebuah jembatan ganung putus dan pohon kelapa pun dihanyutkan arus air yang melintas dijalan raya.

Banjir yang datang tiba- tiba sekitar, Senin (8/2) pukul .02,00 wib dinihari membuat 8 unit rumah tertimbun tanah longsor. Yakni 6 unit di Kecamatan Pauhduo, dintaranya di Bangko, Ujungjalan dan Pekonina.

Salah satunya rumah keluarga Yusuf di Jorong Taratak Tinggi nagari Alam Puhduo Kecamatan Pauhduo yang sempat mengubur seluruh anggota keluarga Yusuf sebanyak 7 orang anggota keluarga itu. Kemudian 2 unit rumah di Kecamatan Sangir.

Tidak itu saja, banjir bandang juga merusak puluhan jembatan. Diantaranya jembatan Sungai arjo, jembatan Bulantiak, jembatan Mata air dan jembatan ujung jalan Kecamatan Pauhduo.

Di Kecamatan Sangir, selain rumah terendam air bah, beberapa unit rumah tertimbun tanah longsor. Juga satu unit kendaraan roda empat jenis APV warna putih hanyut diseret arus sejauh 200 meter dan satu unit jembatan di Liki juga putus. Sehingga menghambat akses transportasi antara Muaralabuh dan Padang Aro.Kemudian juga satu jembatan gantung di Kotobaru Kecamatan Sungaipagu juga putus dihantam banjir.

Informasi yang dihimpun media ini dilapangan, warga yang ditimpa musibah banjir bandang ini. Khususnya di Kiambang Kotobaru, Kampung Terandam dan Kampung Palak, harus menahan perut lapar Senin (8/2) hingga pukul 12.00 wib. Karena tidak bisa masak dirumah mereka masing- masing, disebabkan bahan yang mau dimasak telah hancur direndam air.

Sementara bantuan nasi bungkus dari Dinas Sosial, Tenaga kerja dan Transmigrasi Solok Selatan yang telah disediakan di posko bencana di RTH Muaralabuh terlambat didistribusikan ke lokasi bencana. Lantaran alat transpotasi menuju lokasi tidak ada. Perahu karet dari Dis Sosnakertrans kebetulan tengah berada di Padangaro.

“Barulah sekitar pukul 13.00 Wib nasi bungkus tersebut baru bisa di distribusikan, lantaran sudah ada mobil dinas dari Sosnakertrans,” kata Raymond salah seorang Anggota DPRD Dapil 3 kepada media ini via telpon gemgamnya Senin (8/2/2016).

Kepala BPBD Solok Selatan Editorial ketika dihubungi media ini via telpon genggamnya Selasa (9/2) mengaku, pihaknya belum bisa menghitung berapa kerugian yang diderita masyarakat pasca bencana banjir tersebut. Sehubungan belum semua laporan masuk dari kecamatan- kecamatan di Solok Selatan tentang data bencana banjir bandang dan tanah longsor ini. “ Kami akan rapat pukul 09.00 Wib ini untuk membahas kerugian pasca bencana banjir dantanah longsor sebagai bahan laporan resmi Pemda Solok Selatan ke Pemrov. Sumbar,” katanya.

Sementara informasi yang diperoleh dari Sekretaris BPBD Solok Selatan, Tono bahwa pihaknya telah melaporkan peristiwa bencana banjir bandang itu ke Pemdaprov via telpon. Namun belum ada bantuan yang datang, kecuali Dinas Tarkim Provinsi Sumbar telah menuju Solok Selatan yang berada di bagian Selatan Sumbar itu. “Dan mengerahkan alat berat untuk memperbaiki jembatan yang rusak dan akses jalan antara Muaralabuh dan Padang Aro,” kata Tono.

Tim Solsel

Lebih lengkap di : The Public Edisi 11

Cover THE PUBLIC Edisi 10
Cover THE PUBLIC Edisi 10

Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Anggap Hal Sepele, Budiman Minta Hak Angket Tidak Berlanjut

SPIRITSUMBAR.com, Padang – Anggota Fraksi PKS di DPRD Sumatera Barat nampaknya takut kalau proses pemeriksaan ...