Minggu , 27 September 2020
Beranda - Covid19 - Terkait BLT Tahap II , Hidayat: Gubernur Sumbar Terlalu Reaktif dan Lebay
Hidayat
Hidayat

Terkait BLT Tahap II , Hidayat: Gubernur Sumbar Terlalu Reaktif dan Lebay

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com, Padang – Akhirnya Hidayat angkat bicara pasca respon Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) atas permintaannya agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar melanjutkan program BLT tahap II setelah pembayaran BLT tahap I untuk April, Mei dan Juni ini selesai dibayarkan.

Hidayat mengaku perlu menjawab respon Gubernur yang justru menyebut dan mempertanyakan tudingan anggota DPRD Sumbar dari Fraksi Gerindra Hidayat yang menyebut Pemrov Sumbar tidak akan melanjutkan BLT tahap II, sebagaimana dilansir pada beberapa media terbitan Selasa, 9 Juni 2020.

Simak : Hidayat: Uang Ada, Tak Ada Alasan Gubernur Sumbar Hentikan BLT Tahap II

Pada berita, Gubernur IP menyebutkan bahwa Pemrov Sumbar sampai kini belum membuat keputusan apapun soal BLT tahap kedua. Ia juga belum pernah membuat pernyataan melakukan penundaan atas pembatalan BLT tersebut.
Gubernur juga mengaku bingung dengan pernyataan anggota DPRD tersebut, “Siapa yang membuat keputusan itu, dan siapa yang menunda itu,” kata Hidayat mengutip isi berita langgam yang tayang Selasa, 9 Juni 2020 sebagai salah satu contoh.



Kepada media, Hidayat menyampaikan klarifikasinya atas pertanyaan gubernur siapa yang memuat keputusan itu, “Justru gubernur yang menyatakan sebagaimana termuat dalam berita Harian Singgalang Senin 8 Juni 2020. Pada berita itu saya kutip lengkap Gubernur mengatakan bahwa, meski pemerintah pusat menjadikan bantuan sosial berlanjut hingga Desember 2020 dengan nilai dikurangi menjadi Rp300 ribu/KK, Pemrov Sumbar tidak mengikuti langkah tersebut, “Tidak, cukup untuk tiga bulan saja sebut Gubernur Irwan Prayitno.

Nah, pernyataan ini kan bermakna bahwa Pemrov sudah menutup peluang akan melanjutkan BLT, dengan kalimat cukup untuk tiga bulan saja. Walau akhirnya pada bantahan berita selanjutnya gubernur menyebut akan menunggu petunjuk dari pemerintah pusat.

Kemudian pada lead berita berjudul Pemprov Tidak Tambah Bansos itu saya kutip lengkap, Pembatasan Sosial Bersakala Besar berakhir di Sumbar Ahad (7/6/2020). Sejalan dengan itu bantuan sosial bagi masyarakat cukup tiga bulan saja. Tidak ditambah

“Saya rasa dari kutipan di atas sangat jelas maknanya bahwa gubernur menyatakan tidak akan melanjutkan bantuan sosial. Kenapa Gubernur begitu cepat lupa ingatannya. Sebagai Gubernur jangan lebay dong atau terlalu over reaktif,” tanya Hidayat.

Terus dalam berita itu gubernur juga menyatakan alasan tidak bertambahnya bantuan sosial tersebut mengingat keuangan Pemprov Sumbar yang juga membutuhkan banyak anggaran untuk kegiatan lainnya. Seperti Pilkada dan sejumlah kegiatan lain yang juga menyedot anggaran.

“Atas pernyataan Gubernur ini saya sampaikan pada pemberitaan bahwa urusan anggaran Pilkada sudah tersedia sebagai mana tertuang dalam APBD 2020. Ini tidak boleh digunakan untuk penanganan covid-19. Sehingga alasan anggaran saya nilai tidak bijak, karena sesungguhnya uang dari APBD bila BLT tahap II yakni untuk bulan Juli, Agustus dan September) dilanjutkan.



Sehingga saya meminta Gubernur melanjutkan pemberian BLT tahap II ini. “Uang Pemprov Sumbar ada kok, melihat postur APBD pasca refocusing anggaran kedua kalinya untuk covid masih tersisa Rp1 triliun lebih dari pos belanja langsung,” terangnya.

Kepada media Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sumbar ini menyarankan gubernur tidak perlu over reaktif dan lebay menyikapinya, “Apalagi membuat realis bantahan yang menurut saya tidak sesuai juga konteks dan konten maknanya. Lain yang dimaksudkan, lain pula yang dibantah. Lucu saja saya rasa,” tukasnya.

Namun Hidayat mengaku tidak mau memperpanjang polemik. “Poin utamanya sekarang adalah, berhubung masih banyaknya masyarakat yang terdampak covid-19. Terutama dari sisi ekonomi, maka akan bijak dan cerdas kiranya bila Pemprov Sumbar melanjutkan pemberian BLT tahap II. Saya rasa tidak perlu menunggu petunjuk dari pemerintah pusat,” ujarnya.

Karena BLT tahap I sudah dilaksanakan, bagaimana sistem dan mekanisme kan sudah ada pada pemberian BLT tahap I, mungkin untuk tahap II bisa saja jumlahnya disesuaikan dengan bansos pemerintah pusat yang akan diberikan hingga Desember.

Pemerintah pusat saja melalui Menkeu Sri Mulyani di media sudah menyatakan bahwa akan melanjutkan bantuan sosial. “Saya rasa kuncinya ada pada kemauan gubernur. Jika benar benar peduli kepada rakyat, saya rasa segerakanlah membahas proses program BLT tahap II (bukan pembayaran BLT tahap dua) tapi BLT yang diberikan untuk Juli, Agustus dan September. Kapan perlu sampai Desember seperti pemerintah pusat.

Jika program BLT tahap II ini dilaksanakan gubernur secara kongret tentu sangat berterima kasih sekali.
“Saya akan mengucapkan ribuan terima kasih kepada Gubernur Irwan Prayitno bila bersedia melanjutkan BLT tahap II yang akan dibayarkan setelah BLT tahap I Juni ini selesai. Ini baru Gubernur yang hebat dan peduli atas kondisi ekonomi yang dialami rakyat karena terdampak covid19 ini,” harap Hidayat. (Salih/Hidayat)

Tip & Trik

loading…


<<< Sebelumnya

Selanjutnya>>>



Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Appraisal Tunjang Program Perbumma Adat Nusantara

SPIRITSUMBAR.COM, Jakarta – Dunia Usaha sekarang sangat terpengaruh oleh adanya Virus corono (covid-19). Namun, uniknya, ...