Kamis , 23 September 2021
Depan - Headline - Tentukan Pemain, Timnas U-19 Kembali Uji Coba
Pemain Timnas U-19, Brylian Aldama
Pemain Timnas U-19, Brylian Aldama

Tentukan Pemain, Timnas U-19 Kembali Uji Coba

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.com, Cikarang – Pelatih kepala Tim Nasional Indonesia, Fakrhi Husaini masih memerlukan satu lagi laga uji coba untuk menentukan pemain pilihannya, yang akan dibawa ke Piala AFF U-18 di Vietnam. Persikasi Bekasi yang menguji kekuatan Rendy, cs di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Selasa (30/7/2019) sore.

“Untuk mendapatkan kepastian materi pemain yang saya inginkan, ternyata saya masih butuh satu uji coba lagi. Nanti setelah laga uji coba ini, Insya Allah 23 nama sudah saya pegang untuk AFF mendatang,” kata Fakhri Husaini.

Terkait dengan calon-calon lawan yang akan dihadapi di ajang Piala AFF U-18, Fakhri yakin dengan kemampuan pemainnya dan juga pemain dari negara lainnya. Dia juga mengakui bahwa sudah memantau lawan.

“Untuk ajang di level usia muda ini, tidak ada satupun negara yang akan mendominasi di ASEAN bahkan di dunia sekalipun. Artinya untuk ajang ini, semua kemampuan pemain bisa merata dan tidak ada yang spesial,” tegasnya.

“Kalau untuk kekuatan para negara peserta, saya sendiri belum banyak tahu dan tim seperti apa yang akan saya lawan. Saya hanya beberapa tahu karena sudah dapat video dari tim Thailand, Vietnam, dan Myanmar, tapi itu hanya gambaran saja, kami tidak tahu apakah pemain itu sama atau tidak. Saya sendiri tidak akan berpatokan dengan video tersebut, ini sepak bola, diatas lapangan tentu bisa saja ada perubahan taktik,” tutupnya.

Fakhri mengadakan seleksi pemain untuk memilih dan merampingkan pasukannya yang akan dibawa ke kejuaraan Piala AFF U-18 di Vietnam, 4 sampai 18 Agustus 2019. Seleksi tersebut akan dilakukannya setelah menjalani uji coba di Sidoarjo. Selain itu, tim ini juga dipersiapkan untuk Kualifikasi Piala Asia U-19 2020, September/Oktober mendatang.

Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Bupati Pessel : Keterbukaan Informasi Tak Bisa Ditawar

SPIRITSUMBAR.com, Painan – Bupati Pesisir Selatan, Rusma Yul Anwar, membuka acara bimbingan teknis (Bimtek) pemeringkatan ...