Kamis , 23 September 2021
Depan - DPD RI - Tentara Bakal Pergi, Buah Kerja Jadi Kenangan Abadi
Bundo (62) salah satu warga Tanjung Kandis, yang mengucapkan rasa syukur dengan kehadiran tentara melalui Program TMMD 97 di kampungnya. (foto Niko – Spirit Sumbar).
Bundo (62) salah satu warga Tanjung Kandis, yang mengucapkan rasa syukur dengan kehadiran tentara melalui Program TMMD 97 di kampungnya. (foto Niko – Spirit Sumbar).

Tentara Bakal Pergi, Buah Kerja Jadi Kenangan Abadi

Print Friendly, PDF & Email

Spirit Sumbar – Rabu, 19/10/2016 adalah hari terakhir para tentara mengabdi di Kampung Tanjung Kandis , Kenagarian Taluak Tigo Sakato, Kecamatan Batang Kapas, Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

Pada hari itu, pelaksanaan Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke- 97 resmi ditutup. Sebanyak, 150 Personil TNI yang telah  membaur dan tinggal dirumah warga akan meninggalkan lokasi untuk melanjutkan tugas negara yang lainnya.

Rasa suka dan duka tentu telah banyak yang dilewati oleh para prajurit bersama masyarakat sekitar. Dari semula tidak saling kenal, kini hubungan silahturahmi mereka telah terkoneksi dengan baik.

Kenyamanan, keakraban serta canda tawa dan senda gurau  yang mengisi hari hari mereka selama TMMD berlangsung, seakan perpisahan pada 19 Oktober mendatang merupakan suatu hal yang sulit bagi masyarakat untuk berpisah dengan tentara tersebut.

Bundo (62) salah seorang warga Kampung Tanjung Kandis merasa terharu dan sedih bila waktu perpisahan itu tiba. ” Rasanya baru kemarin tentara ini masuk ke kampung kecil kami, namun  seiring waktu berputar kiranya sudah hampir satu bulan” ungkapnya, Senin, 17/10/2016.

Ia mengatakan kehadiran TNI sangat melekat dihati rakyat Tanjung Kandis. Wawasan dan ilmu juga semakin bertambah berkat berbagai penyuluhan yang diberikan pada program mulia tersebut.

“Kami, warga Tanjung Kandis, memang tidak bosan bosannya mengucapkan rasa syukur. Semoga hal positif  yang telah diperbuat oleh tentara di perkampungan kami akan dibalas oleh Allah SWT serta  diberikan kesehatan sehat walafiat dalam melaksanakan setiap tugas -tugasnya ” tutur Bundo.

Sebelumnya, pembagunan empat unit rumah tidak layak huni dan 1 unit mushalla oleh para tentara telah selesai dikerjakan. Sementara jalan tani sepanjang 12 kilometer yang menghubungkan dua kecamatan dan tiga kenagarian di sana juga telah siap terbuka. Para petani pun gambir sudah bisa melewati dan memanfatkan  jalan itu sebagai akses menuju lokasi ladang.

Supaya lebih nyaman, kini tinggal lagi upaya Pemkab Pessel agar jalan pertanahan itu bisa dibangun lebih bagus dengan menggunakan aspal. “Agar keberadaannya betul betul dirasakan bagi masyarakat” tukas Dandim 0311 Pessel, Letkol Inf Setiya Asmara, SIP.

NIKO

Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Bertekad Tetap Informatif, Pessel Gelar Bimtek Pemeringkatan untuk PPID Pembantu

SPIRITSUMBAR.com, Painan – Agenda besar tahunan yang dilakukan oleh PPID Utama Kabupaten Pesisir Selatan (Kab.Pessel) ...