Perkelahian dalam jumlah banyak ini tidak menggunakan tangan kosong. Tetapi sudah menggunakan senjata tajam berbahaya. “Samurai, golok, gergaji es mereka gunakan,” terang Dian.
Dian mengaku pihaknya bersama kepolisian sudah berkali-kali menggelar razia. Cukup banyak yang tertangkap. Bahkan terakhir, beberapa pelaku tawuran di Jembatan Siti Nurbaya berhasil diamankan.
Dian mewanti-wanti kepada seluruh orangtua yang anaknya terlibat tawuran untuk tidak menyalahkan aparat penegak perda jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan saat razia. Sebab, dalam setiap razia, pelaku tawuran sering lari ketakutan, dan tak sedikit yang menderita luka-luka karenanya. “Jangan salahkan kami jika terjadi kepada anak-anak kita semua,” tukas Dian Fakri. (Rel)
Editor : Saribulih
Artikel lainnya:
Baca juga: