Beranda - Pariwisata - Budaya - Taslim : Silek, Budaya Luhur Yang Tak Boleh Lekang
H. Taslim Dt Tambogo bersilaturahmi dengan tetua Silek Sidi Marajo di Sasaran Silek Tuo dan Dt Kayo dari perguruan Silek Tuanku Nan Rinceh Kamang
H. Taslim Dt Tambogo bersilaturahmi dengan tetua Silek Sidi Marajo di Sasaran Silek Tuo dan Dt Kayo dari perguruan Silek Tuanku Nan Rinceh Kamang

Taslim : Silek, Budaya Luhur Yang Tak Boleh Lekang

Print Friendly, PDF & Email

Karakatau madang di hulu.
Ba buah ba bungo balun
Marantau bujang dahulu 
Di kampung ba guna balun

(Karakatau madang di hulu.
Berbuah berbunga belum
Merantau anak muda dahulu
Di kampung berguna belum)

Spiritsumbar.com, Agam -Merantau adalah budaya para lelaki Minangkabau untuk mencari pengalaman hidup. Baik untuk menambah ilmu pengetahuan ataupun untuk mencari kerja demi meningkatkan perekenomian.

Walau begitu, pergi merantau tidak boleh dengan tangan kosong, namun memiliki dua bekal untuk mengarungi kehidupan di rantau. Bekal itu adalah pengetahuan agama, untuk batin. Berikutnya,  bekal bela diri atau silek (silat) untuk melindungi diri. Bagi perantau Minang, lawan pantang dicari dan bertemu pantang di elakkan.



Malahan silek merupakan warisan leluhur seni beladiri Minangkabau yang telah di turunkan secara turun temurun dari nenek moyang kita dahulu. Silek bukan hanya sekedar seni bela diri, tapi jauh dari pada itu Silek merupakan alat untuk mempertahankan diri atau cara berkelahi untuk mempertahankan diri bagi masyarakat minang yang sudah turun temurun.

“Masyarakat minang adalah masyarakat yang suka merantau, merantau bagi masyarakat minang bukan hanya pergi begitu saja tapi merantau selalu di bekali Ilmu pengetahuan dan cara membela diri. Sehingga setiap anak muda minang yang pergi merantau selalu penuh dengan percaya diri,” ujar tetua Silek Sidi Marajo saat bersilaturahmi dengan H. Taslim Dt Tambogo  di Sasaran Silek Tuo yang juga hadir Dt Kayo dari perguruan Silek Tuanku Nan Rinceh Kamang.

“Untuk saat ini ujarnya, Silek itu sudah mulai berkurang. Namun, yang banyak tinggal saat ini keseniannya saja. Karena tidak berapa orang bisa mamutuih kaji,” tambah Dt Kayo.



Pada kesempatan itu H.Taslim Dt Tambogo mengatakan Silek itu harus tetap kembang. Malahan, harus  dijadikan pelajaran ekstra kurikuler yang di wajibkan di sekolah.

“Silek merupakan seni budaya beladiri leluhur yang bisa mendukung pariwisata. Sebab daya tarik wisata tidak hanya keindahan alam saja tapi seni budaya juga merupakan daya tarik yang melengkapi ke indahan alam,” ujar Taslim yang pernah berkiprah di DPRD Sumbar selama 2 periode dan Anggota Komisi III DPR RI periode 2009 – 2014.

Selain itu, Bakal Calon Bupati Agam ini menegaskan,  Silek juga bisa meningkat rasa percaya diri bagi anak – anak muda Minang. “Merantau tidak cukup hanya berbekal ilmu pengetahuan saja tapi butuh juga ilmu bela diri.  Silek juga punya peran penting untuk meningkatkan rasa cinta daerah bahkan alat untuk meningkatkan rasa nasionalisme,” ujarnya. (Salih)

Tip & Trik

loading…


<<< Sebelumnya

Selanjutnya>>>



Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Indra Catri bersama teman lamanya, Erwin

Indra Catri ke Pasaman Sambil Kenang Masa Kecil

SPIRITSUMBAR.COM, Pasaman – Mentari masih jauh di ufuk timur ketika Indra Catri memulai perjalanan dari ...