Minggu , 26 September 2021
Depan - Headline - Talawi, Dari Peringkat Tiga Menuju Juara

Talawi, Dari Peringkat Tiga Menuju Juara

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.com – Tak bisa dipungkiri, Tim Talawi memiliki komposisi pemain komplit.

Wajar tim asal Kota Sawahlunto ini menjadi tim yang selalu hadir sampai ke partai puncak Minangkabau Cup.

Sebagian besar pemain Talawi digembleng di SSB Talawi Putra Kota Sawahlunto di masa usia dini dan Klub PS Talawi Putra di usia remaja dan usia muda. Mayoritas juga jadi skuad bayangan klub Liga 3 Sumbar, PS GAS Sawahlunto maupun membela Kota Sawahlunto pada ajang Pekan Olah Raga Provinsi Sumbar. “Chemistry” yang sudah lama terbangun berimbas soliditas dan kepaduan anak asuh Hengki Sofyan di tengah permainan.

Dalam melakoni pertandingan sepanjang MkC II-2018/2019 dari fase Kota Sawahlunto hingga Putaran Final Provinsi Sumbar, Erick Kurniawan dan kawan-kawan sangat fokus memainkan taktikal strategi tim pelatihnya hingga akhir laga.

Sebelas pemain penghuni tiap lini Talawi, punya karakter bermain yang sangat kuat. Cekatan bertransisi melakukan combination play, menyerang dan bertahan.

Dimotori sisi sayap yang dihuni Rahmad Fauzi Idrus dan Rahmad Qodri yang rajin mengeksplorasi pertahanan lawan. Back up duet gelandang Jefri Anwar dan Firman Nur serasi mengalirkan bola-bola tik tak dan silang. Kerjasama antar pemain didukung striker tunggal Wahyu Ramadhan dengan naluri membunuhnya di dalam kotak penalti lawan. Total 20 gol jadi koleksi skuad Talawi.

Cekatannya lini tengah dan depan Talawi turut diimbangi performa lini belakang yang digalang kapten tim Erick Kurniawan. Bertandem dengan Ulil Amri, duo Bek Tengah dapat dukungan rapat dari full bek kanan dan kiri, Anugrah Fajar serta Ismail Saleh. Kwartet tersebut membentengi pertahanan terakhir yang dikawal penjaga gawang Oki Samdi Lova. Hanya 5 gol yang lolos dari sergapan lini terakhir Talawi.

Starter Talawi nyaman menerapkan instruksi pelatih kepala Hengki Sofyan yang mampu mengontrol anak asuhnya dari sisi bench pemain. Sosok pelatih kepala yang mampu memberikan energi besar kepada performa timnya. Tenang dalam mengamati jalannya pertandingan. Tidak reaktif terhadap hal-hal yang melemahkan perjuangan timnya ditengah permainan.

Daya juang skuad Talawi berlipat ganda dengan kondusifnya intenal tim. Manager tim Dorisman mengayomi jajaran teknis dan non teknis.

Motivasi tinggi skuad Talawi di area lapangan permainan makin besar berkat dukungan full seluruh masyarakat Kecamatan Talawi bahkan meluas diberikan warga Kota Sawahlunto yang menyandarkan harga diri persepakbolaan daerah mereka.

Walikota, Deri Asta dan Ketua Askot Doni Asta selalu mengiringi perjuangan Firman Nur dan kawan-kawan dimanapun berlaga.

“Hal lain yang pasti jadi penambah daya juang dalam bertanding yaitu orangtua dan masyarakat kota Sawahlunto. Didalamnya juga sudah termasuk petinggi kota dan jajarannya,” tutur Dorisman manager tim Talawi.

“Untuk saat ini pemain sangat siap untuk menghadapi partai final,” tegasnya.

Pada edisi MkC I-2017, Talawi bertengger sebagai juara 3 MkC I-2017. Meningkatkan prestasi dengan lolos ke final MkC II-2018/2019, target juara dipancang.

Masih dengan mayoritas pemain tahun lalu, Talawi bahkan mencuatkan pemain anyar yang perdana membela tim di musim ini. Adalah Wahyu Ramadhan dan Firman Nur Hakim. Wahyu di pos penyerang tengah dan Firman, Gelandang Tengah.

Firman 3 gol, Wahyu memimpin daftar skor Talawi dengan 7 gol, berpeluang menjadi Top Skor turnamen, menguntit pemuncak Adib Suhada (9 Gol/Kecamatan Luak).

STATISTIK
MAIN : (14)
MENANG : (10)
KALAH : (1)
IMBANG : (3)
GOL + : (20)
GOL – : (5)
MARGIN : (15)

OVER ALL
Manager : Dorisman
Pelatih Kepala : Hengki Sofyan
Asisten : Febrian Olta
Kapten Tim : Erick Kurniawan
Top Skor : Wahyu Ramadhan (Sementara 7 Gol)
Top Assist : Rahmat Fauzi Idrus
Pemain Senior : Oky Samdi Lova (PG/1995), Ulil Amri (1996), Anugrah Fajar (1995)

PRESTASI
IGC 2016 : Terhenti di Fase Kota
MkC I-2017 : JUARA 3
MkC II-2018/2019 : ???

Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Novrianto

Ughang Piaman di Padang Cari Pemimpin

SPIRITSUMBAR.com, Padang – Ughang Piaman di Kota Padang sambuah alah banyak e. Nah untuk menguatkan ...