Beranda - Covid19 - Tak Ada Gejala, Dua Warga Padang Divonis Positif Corona
Warga Dharmasraya yang berstatus PDP Virus Corona dirujuk ke RSUP Dr. M. Djamil Padang (foto Eko/Spirit Sumbar)
Warga Dharmasraya yang berstatus PDP Virus Corona dirujuk ke RSUP Dr. M. Djamil Padang (foto Eko/Spirit Sumbar)

Tak Ada Gejala, Dua Warga Padang Divonis Positif Corona

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com, Padang – Pasien positif corona di Sumatera Barat (Sumbar) bertambah 3 lagi. Satu orang mendapat perawatan di RS Ahmad Muchtar Bukittinggi dan dua lagi RSUP Dr. M. Djamil Padang.

Hal ini disampaikan Kepala Biro Humas Setdaprov Sumbar, Jasman Rizal terkait data positif Covid-19, Selasa, 7 April 2020, pukul 14.45 WIB

Menurut Jasman, untuk hari ini pasien positif bertambah 3 orang, sehingga total yang telah dinyatakan positif adalah 21 orang.



“Adapun 3 orang yang baru dinyatakan positif Covid-19, adalah seorang Wanita, 26 tahun dirawat di RSAM Bukittinggi. Wanita tersebut, istri dari pasien pertama positif di RSAM yang terpapar saat di Malaysia,” ujarnya.

Menurutnya, keadaan pasien pertama (suami yang bersangkutan) telah mulai membaik dan berdasarkan hasil swab pertama dinyatakan negatif. “Namun untuk memastikannya, diperlukan pemeriksaan swab sekali lagi. Jika negatif, maka bisa keluar rumah sakit dan atau sesuai anjuran dokter,” ujarnya.

Sedangkan, 2 orang lagi dari Padang, yakni pria usia 38 tahun dan satu orang lagi wanita usia 22 tahun.

“Mereka ketahuan positif Covid-19 setelah dilakukan test swab secara mandiri. Kondisi mereka berdua tidak menunjukkan gejala sama sekali. Saat ini mereka berdua masih Isolasi Mandiri,” ujarnya.

Sampai, Selasa (7/4/2020) total ODP, 3.873 orang, Dalam Pemantauan 1.686 orang dan selesai Pemantauan 2.187 orang.

Sementara, Pasien Dalam Pengawasan (PDP), 91 orang, masih dirawat 21 orang,
dinyatakan negatif 63 orang dan isolasi Mandiri di rumah 7 orang. (Salih)



 

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

H. M. Nurnas

HM. Nurnas: Hadapi Krisis, UMKM Butuh Sokongan

Spiritsumbar.com, Padang – Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) perlu mendapat sokongan dalam menghadapi ...