Kamis , 23 September 2021
Depan - Pendidikan - Artikel - Supervisi di Masa Pandemi Covid 19
Sukirman
Sukirman

Supervisi di Masa Pandemi Covid 19

Print Friendly, PDF & Email

Oleh: Sukirman (Widyaiswara Madya LPMP Sumbar)

Kepala sekolah tidak lagi merupakan guru yang diberi tugas tambahan, tetapi guru yang ditugasi untuk mengelola sekolah (Permendikbud nomor 6 tahun 2018). Untuk itu kepala sekolah diharapkan lebih fokus memastikan bahwa semua kegiatan sekolah mengacu pada Standar Nasional Pendidikan (SNP).

Kepala sekolah mengerahkan semua potensi yang dia miliki untuk mencapai Standar Nasional Pendidikan atau pun di atas Standar Nasional Pendidikan.

Salah satu beban tugas kepala sekolah adalah melaksanakan supervisi kepada pendidik dan tenaga kependidikan (Permendikbud nomor 15 tahun 2018 tentang Pemenuhan Tugas Guru, kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah). Salah satu bentuk supervisi yang dilaksanakan kepala sekolah kepada pendidik adalah supervisi akademik.



Supervisi akademik erat kaitannya dengan penilaian kinerja guru dalam pembelajaran, sehingga kompetensi guru harus selalu ditingkatkan. Kegiatan awal kepala sekolah selaku supervisor memusatkan perhatian pada perangkat pembelajaran, maupun skenario pembelajaran yang akan diterapkan.

Pada tahap kegiatan inti kepala sekolah selaku supervisor mengamati penguasaan kelas, baik ketika memimpin secara klasikal maupun jika siswa terbagi dalam kelompok-kelompok. Kepala sekolah juga mengamati media dan alat pembelajaran yang dipakai apakah relevan dengan materi pembelajaran, apakah mampu mendukung penjelasan guru, serta apakah mempermudah siswa memahami materi atau tidak.

Kegiatan penilaian juga diamati apakah sesuai dengan jenis tagihan yang seharusnya, sesusai dengan indikator dan kompetensi yang diharapkan atau tidak. Terakhir yang diamati adalah kegiatan penutup yang meliputi bagaimana guru mengajak siswa menyimpulkan matari pembelajaran, memberi penguatan, dan pemberian tugas, dan lain-lain.

Masa tanggap darurat pandemi Covid 19 belum jelas sampai kapan. Mau tak mau kepala sekolah harus mengubah strategi supervisi yang dilakukan kepada gurunya.

Khususnya terkait supervisi akademik. Hal ini perlu dilakukan karena pembelajaran guru tidak lagi dilakukan secara tatap muka di dalam kelas, melainkan secara daring (dalam jaringan), luring (luar jaringan) ataupun kombinasi antara keduanya (blended).

Oleh sebab itu, pengambilan langkah-langkah yang tepat dan koordinasi yang baik dengan seluruh pihak sekolah perlu ditempuh di tengah wabah Covid-19 agar proses pembelajaran dapat berjalan lancar.

>>> Selanjutnya

Tip & Trik

loading…


Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Bupati Pessel : Keterbukaan Informasi Tak Bisa Ditawar

SPIRITSUMBAR.com, Painan – Bupati Pesisir Selatan, Rusma Yul Anwar, membuka acara bimbingan teknis (Bimtek) pemeringkatan ...