Depan - Berita Pilihan - Sungguh Tega, Habis Melahirkan, Sang Ibu Tinggalkan Bayinya di Rumah Sakit

Sungguh Tega, Habis Melahirkan, Sang Ibu Tinggalkan Bayinya di Rumah Sakit

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com, Dharmasraya – Sungguh malang nasib bayi yang baru dilahirkan di ruangan bersalin RSUD Sungai Dareh. Bayi imut berjenis kelamin laki laki itu, ditinggal pergi oleh ibu kandungnya. Dugaan sementara, sang ibu tidak sanggup untuk membayar biaya bersalin.Saat ini bayi tersebut dalam perawatan pihak medis RSUD Sungai Dareh.

Dari hasil pantuan dan informasi dari pihak RSUD Sungai Dareh, Peristiwa itu terjadi, pada Ahad (16/2/2020). Ketika seorang ibu muda yang tengah mengandung dengan usia kandungan sekitar 6 atau 7 bulan, akan melahirkan yang diantar oleh seorang temannya.
Artikel Lainnya

loading…


Setelah melakukan persalinan ibu muda tersebut pergi dan meninggalkan bayinya, di ruangan bersalin, Perinatologi RSUD Sungai Dareh.

Kejadian tersebut dibenarkan oleh Kabid keperawatan, Eni Zendrawati, melalui perawatnya, Denny Susanti, pada Sabtu (22/2/2020). Dia mengatakan memang ada seorang bayi yang ditinggalkan oleh ibu kandung di ruangan tersebut.

“Bayi tersebut berjenis kelamin laki laki, berat badannya 1.305 gram. Saat ini dalam tabung inkubator,” ujarnya.

Dia menjelaskan kronologisnya pada Ahad (16/02/2020), pihak rumah sakit mendapat pasien seorang ibu muda yang bernama Santi (37). Menurut pengakuan pasien beralamat perbatasan Lubuak Jambi, Riau,

Dengan kondisi hamil, yang diantar oleh seorang temannya. Setelah melakukan persalinan di ruangan persalinan RSUD Sungai dareh. “Selang beberapa hari setelah melahirkan, wanita itu pergi dari rumah sakit ini. dengan alasan pamit pulang menjeput sesuatu,” katanya.

Ternyata sampai Sabtu (22 /2 /2020), ibu kandung atau pihak dari keluarga pasien tersebut tidak kunjung kembali lagi ke RSUD Sungai Dareh.

Bayi yang berjenis kelamin laki laki dalam perawatan oleh Management RSUD. “Kita berharap Ibu bayi atau pihak keluarga untuk kembali ke rumah sakit, menjemput anaknya dan memberikan ASI pada bayi yang baru dilahirkan tersebut. (eko)



 

Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Padang Lakukan Penyekatan PPKM dari RT Hingga Kelurahan

SPIRITSUMBAR.com, Padang – Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level IV harus diimbangi dengan pengawasan ...