Jumat , 17 September 2021
Depan - Headline - Subhanallah, di Masjid Ini Didikan Subuh Dengan Tiga Bahasa
Santri TPQ/TQA Masjid Baitul Arafah Banuaran melaksanakan didikan Subuh dengan tiga bahasa
Santri TPQ/TQA Masjid Baitul Arafah Banuaran melaksanakan didikan Subuh dengan tiga bahasa

Subhanallah, di Masjid Ini Didikan Subuh Dengan Tiga Bahasa

Print Friendly, PDF & Email

Spirit Sumbar – Lantunan ayat suci Al Qur’an dan berbagai aktifitas keagamaan saling bersahutan dari masjid yang ada di Kota Padang pada tiap minggu pagi usai Subuh.

Adzan dan qamat, ceramah pendek, bacaan ayat pendek serta aktifitas lainnya dari suara yang masih nyaring seakan mengingatkan masih tingginya motivasi para generasi muda untuk menjadi generasi Qur’ani. Mereka seakan memberi secercah harapan di tengah degradasi moral saat ini. 

Suatu hal menarik lagi juga diperlihatkan para santri TPQ/TQA Masjid Baitul Arafat, Minggu, 6/11/2016 pagi. Pembawa acara kegiatan Didikan Subuh  yang masih tergolong bocah itu, justru tampil dengan tiga bahasa sekaligus. Mereka, secara bergantian membawa acara dengan Bahasa Indonesia, Inggris dan Arab. Menariknya, beragam petitih juga melengkapi dan menambah hangatnya suasana. 

Pengurus Masjid Baitul Arafah, H.  Heranof Firdaus mengakui untuk Mempersiapkan Didikan Subuh membutuhkan waktu lama. “Namun menggunakan tiga bahasa adalah ciri-ciri pesantren modern. Bahkan, pesantren di Jawa umumnya menggunakan tiga bahasa,” ujarnya disela-sela kegiatan Didikan Subuh. 

Sementara Camat Lubuk Begalung, Hendra Mardhi yang juga hadir dalam kegiatan Didikan Subuh tersebut mengapresiasi penggunaan tiga bahasa. Menurutnya, langkah ini merupakan program Pemko Padang dengan tujuan meningkatkan kemampuan para santri. 

“Pembawa acara dengan tiga bahasa ini, juga telah dilombakan dalam MTQ Nasional tingkat Kota Padang. Dimana Lubuk Begalung bertindak sebagai tuan rumah. Malahan, hal ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, “ujarnya. 

Dia juga berharap Pembawa acara dengan tiga bahasa ini juga diterapkan pada Didikan Subuh di seluruh masjid dan mushalla.

Datuak 

Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

PN Pulau Punjung Vonis Mantan Anggota DPRD Dharmasraya 5 Tahun Penjara

SPIRITSUMBAR.com, Dharmasraya – Pengadilan Negeri (PN) Pulau Punjung, jatuhkan vonis 5 tahun penjara pada Mantan ...