Beranda - Pendidikan - Artikel - Strategi Bimbingan dan Konseling di Masa Pandemi
Rikotmi Hasindi
Rikotmi Hasindi

Strategi Bimbingan dan Konseling di Masa Pandemi

Print Friendly, PDF & Email

Melalui teknologi, peserta didik bisa maksimal menerima layanan Bimbingan dan Konseling. Memberikan layanan bimbingan dan konseling selama ini yang terlaksana maksimal. Layanan dasar, responsif, perencanaan individu atau dukungan sistem terlaksana dengan baik.

Kedua, Selain menggunakan Google Drive dalam penyebaran angket sebagai cara atau metode mencapai tujuan layanan, juga bisa dilaksanakan dengan Google Classroom, WhatsApp dan berbagai aplikasi lainnya. Tergantung kondisi yang ada. Guru Bimbingan konseling dapat membuat grup WhatsApp per mapel. Grup mapel ini bisa dimanfaatkan guru memberikan materi layanan bimbingan dan konseling dengan Power Point, video, atau menggunakan foto bahan yang di share ke dalam grup tersebut. Menggunakan WhatsApp sangat efektif dalam melaksanakan pemberian layanan sebagai bentuk cara atau metode pencapaian perkembangan peserta didik secara utuh dan mandiri.

Saat ini sangat banyak aplikasi-aplikasi yang bisa digunakan untuk kegiatan layanan bimbingan dan konseling di masa pandemi ini. Penggunaan teknologi untuk kepentingan layanan atau pembelajaran sangatlah penting. Guru harus mampu menggunakan berbagai aplikasi agar peserta didik berkembang secara optimal dan juga mampu memadirikan peserta didik secara pribadi, sosial, belajar dan karirnya seperti tujuan bimbingan dan konseling dalam permendikbud di atas.



Ketiga, Mengumpulkan peserta didik dalam satu titik dengan berdasarkan domisili sesuai dengan protokol kesehatan, juga merupakan salah satu tawaran yang bisa dilakukan untuk layanan bimbingan dan konseling. Di sana guru bimbingan dan konseling memberikan layanan bimbingan Klasikal atau memberikan motivasi belajar kepada peserta didik agar tetap semangat belajar di rumah.

Sekalipun banyak yang bisa digunakan tentulah yang dilaksanakan oleh guru adalah yang sesuai dengan situasi atau kondisi . Mungkin saja di wilayah A susah sinyal, sekalipun gurunya pintar menggunakan berbagai aplikasi belajar saat ini, tentulah juga tidak akan berjalan secara baik bimbingan dan konseling. Mungkin saja dengan keadaan seperti itu gurunya pergi kunjungan rumah memberikan motivasi agar tetap semangat belajar. Ini juga jalan bagi guru Bimbingan dan konseling untuk melaksanakan layanannya dengan maksimal saat ini.

Keempat, memberikan bimbingan secara individual. Hal ini perlu dilakukan apabila dari hasil rekapan assessment yang dikumpulkan guru terdapat peserta didik yang membutuhkan layanan individual. Maka dibutuhkan keiklasan guru untuk mengunjungi peserta didik tersebut, agar pelayanan dapat dijalankan. Dalam hal ini guru pun dapat berkoordinasi dengan orangtua dalam memberikan layanan, agar tepat sasaran.

Masa pandemi covid 19 ini tentulah tidak semua kita menginginkan kehadirannya akan tetapi dengan adanya covid 19 ini hendaknya kita bisa mengambil hikmah dari kejadian ini. Semoga setelah berlalunya masa covid 19 ini nanti semua perubahan membaik dari sebelumnya. Barangkali inilah cara atau metode yang dapat ditempuh dalam pelaksaan bimbingan dan konseling selama masa pandemi covid 19. Semoga bermamfaat bagi kita didalam melaksakan layanan bimbingan dan konseling selama masa pandemi ini.

<<< Sebelumnya [ 1 ]   [ 2 ]   [ 3 ]

Tip & Trik

loading…


Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

50 ASN Lakukan Pelanggaran Netralitas di Pilkada 2020

SPIRITSUMBAR.COM, Padang – Sebanyak 50 Aparatur Sipil Negara (ASN) terjebak pelanggaran netralitas pemilihan kepala daerah ...