Beranda - Pendidikan - Artikel - Strategi Bimbingan dan Konseling di Masa Pandemi
Rikotmi Hasindi
Rikotmi Hasindi

Strategi Bimbingan dan Konseling di Masa Pandemi

Print Friendly, PDF & Email

Sedangkan Pelaksanan bimbingan dan konseling di sekolah baik di dalam kelas atau di luar kelas maka beban belajarnya adalah 2 jam per minggunya dengan rasio peserta didik yang telah dibebankan menurut peraturan menteri untuk seorang guru bimbingan dan konseling dalam Permendikbud Nomor 111 tahun 2014. Berdasarkan Permendikbud inilah kita melihat bagiamana caranya peserta didik tetap berkembang secara optimal dan mandiri walaupun selama masa pandemi covid 19.

Pelaksanaan bimbingan dan konseling dimasa pandemi covid 19 tentulah tidak seperti pelaksanaan biasanya. Biasanya pelaksanaan bimbingan dan konseling bisa langsung bertatap muka dengan peserta didik. Jika pelaksanaannya di dalam kelas (klasikal) maka kita dapat langsung bertemu dengan Peserta didik. Tetapi di masa pandemi ini tentu ada langkah-langkah yang bisa dijalani agar bimbingan dan konseling tetap berjalan dengan baik.

Biasanya kita melaksanakan Need Assessment layanan bimbingan konseling. Sebelum membuat program dengan menyebarkan angket Need Assessment kepada peserta didik secara langsung. Peserta didik diminta mengisi angket yang telah disediakan saat tatap muka.



Tetapi pada masa pandemi covid-19 tentulah guru harus tetap memberikan layanan kepada peserta didik. Pelaksanaan bimbingan dan konseling saat ini dapat dilakukan guru dengan berbagai cara. Pertama, memanfaatkan teknologi. Saat ini guru harus mampu berteknologi. Memamfaatkan teknologi untuk memberikan layanan kepada peserta didik. Disamping berbagai trik lainnya yang dapat dijalankan.

Untuk mendapatkan kebutuhan peserta didik melalui Need assesment yang diperlukan dalam layanan bimbingan dan konseling maka guru bimbingan dan konseling dapat memberikan angket kepada peserta didik dengan menggunakan aplikasi Google Drive. Dengan menggunakan Google Drive guru tersebut mendapatkan hasil rekapannya setelah peserta didik mengisi angket yang disebarkan.

Sekalipun dalam perjalanannya ada kendala yang menghambat tersebarnya angket tersebut, setidaknya di sana kita bisa menyebarkan angket dan mnedapatkan hasil dari apa yang dibutuhkan peserta didik dalam layanan bimbingan dan konseling. Selanjutnya guru dapat menyusun program sesuai kebutuhan peserta didik .

Setelah guru bimbingan dan konseling mendapatkan hasil rekapan apa yang dibutuhkan peserta didik maka guru bimbingan dan konseling dapat menggunakan Program yang dilaksanakan dalam setahun ke depanya.
Selama melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Keahlian guru dibidang teknologi sangat dituntut dan memengaruhi keberhasilan peserta didik.

<<< Sebelumnya [ 1 ]   [ 2 ]   [ 3 ]  Selanjutnya >>>

Tip & Trik

loading…


Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

50 ASN Lakukan Pelanggaran Netralitas di Pilkada 2020

SPIRITSUMBAR.COM, Padang – Sebanyak 50 Aparatur Sipil Negara (ASN) terjebak pelanggaran netralitas pemilihan kepala daerah ...