Selasa , 24 November 2020
Beranda - Berita Pilihan - Sosok Indra Catri Menurut Ridwan : Nakal tapi Juara Kelas
Indra Catra bersama teman lamanya Ridwan
Indra Catra bersama teman lamanya Ridwan

Sosok Indra Catri Menurut Ridwan : Nakal tapi Juara Kelas

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.COM, Dharmasraya – Setelah 45 tahun tak bersua, Ridwan dan Indra Catri melepas rindu di Sungai Rumbai, Dharmasraya, Rabu (21/10/2020). Mereka merupakan teman sekolah dari SD sampai SMP.

Setelah berpisah pulahan tahun, Ridwan bertemu saat Indra Catri mengunjungi latihan bersama Perguruan Maju Sehat Bersama (Mahatma) di Sungai Rumbai. Ridwan salah satu pengurus cabang perguruan itu di Dharmasraya.

Ridwan berkisah banyak soal si In (panggilan akrab Indra Catri) kecil. Ia mengungkapkan bahwa sewaktu bersekolah, Indra nakal. Meskipun begitu, Indra selalu juara kelas. “Dulu si In ini nakal, tapi dia pintar dan juara kelas. Kami selalu bersama-sama,” ujar Ridwan memulai ceritanya bersama Indra Catri.



Ridwan menceritakan bahwa mereka berteman sangat akrab dan jarang bertengkar. Mereka bahkan sering tidur bersama sewaktu sekolah dulu. Ia sangat mengagumi teman masa sekolahnya itu.
Saking kagumnya, ia menamai seorang anaknya dengan nama Indra Catri.

“Anak lelaki saya kami beri nama sama dengan Indra Catri biar dia juga sukses seperti teman saya ini. Semoga Indra Catri bersama Nasrul Abit menang pada Pilkada Sumbar,” ucap Ridwan sambil merangkul-rangkul sahabat kecilnya itu.

Indra Catri mengatakan bahwa ia bertemu dengan Ridwan saat bersilaturahmi dengan Perguruan Mahatma. Sebelumnya, ia diajak Ridwan untuk melihat anggota Mahatma berlatih bersama. “Saya ditelepon beliau. ‘In, lihatlah kami latihan,’ katanya.

Saya tanya, ‘Latihan apa, Wan? ‘Mahatma,’ kata beliau. Saya kemudian ketawa. Mungkin Ridwan belum tahu saya ini keluaga besar Mahatma,” tuturnya.

Di hadapan anggota Mahamatma, Indra Catri menjelaskan bahwa ia ikut mengembangkan Mahatma di Sumbar bersama pamannya, almarhum Dasril, almarhum Pandu, dan beberapa orang lainnya.

“Saya diwakafkan Mahatma untuk menjadi maju bupati Agam waktu itu. Sejak itu saya vakum. Sekarang rupanya banyak sahabat saya di Mahatma,” katanya. (rel/Adv)

Tip & Trik

loading…


Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Masyumi deklarasikan dukungan pada Nasrul Abit

Partai Masyumi Tetapkan Pilihan, Dukung Nasrul Abit – Indra Catri

SPIRITSUMBAR.COM, Padang – Partai Politik Islam Indonesia (PPII) Masyumi memutuskan untuk mendukung pasangan calon Gubernur ...