Kamis , 23 September 2021
Depan - Pendidikan - Apresiasi - Seniman Angklung Daeng Soetigna, Doodle Google Hari Ini
Daeng Soetigna, Doodle 13 Mei 2016
Daeng Soetigna, Doodle 13 Mei 2016

Seniman Angklung Daeng Soetigna, Doodle Google Hari Ini

Print Friendly, PDF & Email

Spirit Sumbar – Seniman Indonesia, Daeng Soetigna tampil dalam Doodle Google hari ini.  Daeng Soetigna terlihat di halaman utama google sedang memainkan angklung ditemani oleh 2 anak kecil laki-laki dan perempuan.

Daeng Soetigna adalah pencipta angklung diatonis, lahir di Garut, Hindia Belanda, 13 Mei 1908. Sejatinya, ia adalah seorang guru. Setelah masa pensiunnya inilah, Daeng Soetigna mencurahkan waktunya mengembangkan alat musik angklung diatonis.

Sebagai keturunan bangsawan Sunda, Daeng Soetigna mendapat akses mudah untuk mengenyam pendidikan di zaman Belanda. Pendidikan formalnya dimulai dari HIS Garut pada tahun 1915-1921. Lalu Sekolah Raja (Kweekschool) Bandung pada 1922-1928. Pada 1923, Kweekschool diubah namanya menjadi Hollands Islandsche Kweekschool (HIK).

Lulus dari HIK pada 1928, Daeng berkarier sebagai guru. Di tengah masa dinasnya sebagai pendidik, Daeng mengikuti kursus B-1 atau setara D-3, pada 1954. Setelah itu, pada 1955, ia bersekolah di Teacher’s College Australia sebagai salah satu kontingen di program Colombo Plan.

Beliau menjadi seorang guru Angklung pada zamannya yang sangat populer dengan suaru Angklung pentatonis dirubah menjadi suara diatonis. Beliau juga adalah salah seorang komposer angklung yang membuahkan banyak aransemen lagu angklung. Meski ahli dalam bermain angklung, akan tetapi Pak Daeng terus banyak belajar pada master angklung seperti Pengemis tua, Pak Djaja, Pak Wangsa serta Pak Setiamihardja.

Daeng pensiun dari masa dinasnya di usia 56,  tahun 1964,. Di saat inilah, Daeng Soetigna semakin aktif di dunia angklung. Ia mengembangkan angklung diatonis yang bisa untuk aransemen berbagai macam lagu. Berkat kegigihannya ini, angklung yang merupakan alat musik tradisional orang Jawa Barat bisa dikenal dunia. Angklung diatonisnya ini biasa dikenal juga sebagai Angklung Padae.

Ia mendapatkan Piagam Penghargaan sebagai seniman angklung yang sudah banyak mengeluarkan berbagai macam versi aransemen lagu daerah. Beliau mendapatkan penghargaan saat itu dari Gubernur Jawa Barat, Danny Setiawan yang telah mengharumkan nama Jawa Barat dikancah Nasional.

Daeng Soetigna meninggal dunia pada tanggal 8 April 1984, di usia 75 tahun serta dikebumikan di Cikutra, Bandung. Tahun 2005.

DATUAK

Edisi 22/Th. III (Terbit Tiap Senin)
Edisi 22/Th. III (Terbit Tiap Senin)

Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Bertekad Tetap Informatif, Pessel Gelar Bimtek Pemeringkatan untuk PPID Pembantu

SPIRITSUMBAR.com, Painan – Agenda besar tahunan yang dilakukan oleh PPID Utama Kabupaten Pesisir Selatan (Kab.Pessel) ...