Depan - Berita Pilihan - Selewengkan Bantuan Covid 19, Pria Ini Terancam Hukuman 302 Tahun Penjara
Ilustrasi Penjara (foto kaskus)
Ilustrasi Penjara (foto kaskus)

Selewengkan Bantuan Covid 19, Pria Ini Terancam Hukuman 302 Tahun Penjara

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.com, Padang – Pandemi Covid 19 telah meluluhlantakkan ekonomi masyarakat. Jangankan untuk berlebaran, untuk memenuhi kebutuhan pokok saja sebagian besar masyarakat menjadi stress.

Disisi lain, pemerintah di berbagai negara mengucurkan dana bantuan, yang digunakan untuk membantu supaya warganya tetap bisa membeli kebutuhan pokok.

Namun, ada saja yang menyelewengkan uang tersebut dan dipakai untuk menyenangkan diri sendiri dengan cara membeli barang yang tidak dibutuhkan.

Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Mustafa Qadiri. Dilansir VIVA Otomotif dari laman Carscoops, Rabu 12 Mei 2021, pria berusia 38 tahun asal California, Amerika Serikat itu harus berurusan dengan pihak berwajib karena terbukti menipu pemerintah.

Qadiri berpura-pura memiliki beberapa perusahaan, yang ia klaim sedang mengalami masalah akibat pandemi. Ia memalsukan nama serta beberapa identitas lain, supaya bisa mendapatkan uang bantuan.

Ia kemudian datang ke tiga bank yang ditunjuk resmi untuk membagikan dana tersebut, dan berhasil mendapatkan US$5,1 juta atau setara Rp72 miliar.

Pria tersebut kemudian memakai uang sebanyak itu, untuk membeli tiga mobil yang masuk dalam kategori mewah. Yakni Ferrari 458 Italia, Lamborghini Aventador S dan Bentley Continental GT.

Selain itu, Qadiri juga sempat memakai uang tersebut untuk menikmati liburan mahal. Ketika ditangkap, petugas menemukan US$2 juta atau setara Rp48 miliar yang belum sempat dibelanjakan.

Saat ini Qadiri sedang menunggu proses sidang. Jika nanti terbukti bersalah untuk semua tuduhan, maka ia bisa dikenakan hukuman penjara selama 302 tahun. (Viva)

Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

KI Sumbar gelar bimtek dengan Mentawai

3 Komisioner KI Sumbar Keroyok PPID Mentawai

SPIRITSUMBAR.com, Padang – Jarak bukan menjadi penghalang bagi Komisi Informasi Sumatera Barat ((KI Sumbar) untuk ...