Kamis , 23 September 2021
Depan - Headline - Sebulan Pasca kebakaran, Disnawati Hanya Bisa Meratapi Nasib
Korban Kebakaran di Kenagarian Duku, Pesisir Selatan. (foto Sarjono - Spirit Sumbar)
Korban Kebakaran di Kenagarian Duku, Pesisir Selatan. (foto Sarjono - Spirit Sumbar)

Sebulan Pasca kebakaran, Disnawati Hanya Bisa Meratapi Nasib

Print Friendly, PDF & Email

Spirit Sumbar – Walau sudah satu bulan berlalu, namun Disnawati (45) korban kebakaran di kampung Benteng, Kenagarian Duku, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat (Sumbar) hanya bisa meratap.

Harapan untuk membangun kembali rumah yang ludes terbakar, di Bulan Ramadhan, Kamis, (16/6/2016) masih jauh dari angan. Maklum, perempuan dengan 3 anak ini hanya memiliki penghasilan sekedar penyambung hidup saja.

“Saya tidak mungkin selamanya menumpang dirumah orang walau itu rumah kakak saya sendiri,” ujar janda beranak tiga ini, dengan pandangan menarawang, saat ditemui di rumah saudaranya, Kamis, (21/7/2016).

Dalam perasaan duka ia katakan, keinginan untuk adanya rumah kembali dikarenakan mempunyai tiga orang anak Indah (16 tahun) duduk dikelas II SMA. Doni (14 tahun) masih sekolah di SMP dan satu lagi Rendi (13 tahun) sekolah dasar. “Saya tidak ingin terus menumpang dan merepotkan orang lain ,” katanya dengan mata berkaca-kaca.

Kebakaran yang menghanguskan rumah Disnawati terjadi saat dia dan keluarganya melaksanakan shalat tarawih Kamis, (16/6/2016) sekitar pukul 21.30 WIB.  Disaat pulang, dia melihat warga berlarian menuju lokasi tempat tinggalnya. Dia juga melihat dari kejauhan api sudah membumbung tinggi. Jantungnya berdetak kencang dan hanya bisa pasrah menyaksikan rumahnya dilalap sijago merah.

Apalagi saat itu, hujan turun dengan lebatnya dan kabel listrik dari rumahnya juga terputus. Sehingga warga yang ingin memberikan pertolongan, takut untuk menyelamatkan isi rumah karena aliran listrik sudah terasa menyetrun disekitar rumah korban.

Tidak ada satupun yang terselamatkan selain pakaian yang melekat dibadan. Dokumen-dokumen penting seperti Kartu keluarga, Kartu Indonesia Pintar, KTP, kartu PKH serta dokumen penting lainnya hangus tanpa sisa.

SARJONO

Cover The Public (terbit tiap Senin)
Cover The Public (terbit tiap Senin)

Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Bupati Pessel : Keterbukaan Informasi Tak Bisa Ditawar

SPIRITSUMBAR.com, Painan – Bupati Pesisir Selatan, Rusma Yul Anwar, membuka acara bimbingan teknis (Bimtek) pemeringkatan ...