Minggu , 19 September 2021
Depan - Berita Pilihan - Sebatang Kara, Mualaf Penderita Hernia dan Struk di Bukittinggi Butuh Bantuan
Nurul Huda
Nurul Huda

Sebatang Kara, Mualaf Penderita Hernia dan Struk di Bukittinggi Butuh Bantuan

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.com, Bukittinggi – Luhut atau Nurul Huda adalah Mualaf yang telah masuk Islam 12 Tahun yang lalu dari dari Pulau Samosir Sumatera Utara.

Saat Ini kondisinya sangat memprihatinkan, hal tersebut dikarenakan penyakit hernia yang dideritanya. Belum habis derita hernia yang mendera Nurul Huda juga harus berjuang sebatangkara melawan struk yang mematikan raga.

Diceritakan Malin As salah seorang tokoh masyarakat di wilayah Obai Jorong Ladang Laweh Kenagarian Ladang Laweh, Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam, Nurul Huda sebelum masuk Islam bernama Luhut berasal dari Pulau Samosir Sumatera Utara.

Diketahui ketika itu, sebelum tinggal di Kanagarian Ladang Laweh, Nurul Huda tinggal bersama istrinya yang dikhabarkan berprofesi sebagai guru di Panyalaian Raba’a Tanah Datar.

Singkat cerita, entah bagaimana kisah hubungan rumah tangga Nurul Huda dengan istrinya terjadilah perpisahan. Setelah itu,  Nurul tinggal di wilayah saya di Kanagarian Ladang Laweh”, tutur Malin.

Setelah enam tahun berselang akhir tahun 2019 Nurul Huda jatuh sakit. Ia menderita penyakit Hernia dan struk. Melihat keadaan Nurul Huda, kami atas nama warga mencari dan menghubungi saudaranya yang berada di Aur Kuning. Meski telah berbeda Agama secara spontan saudaranya lansung datang untuk menangani penyakit Nurul Huda.

Sepekan berselang, datanglah tagihan sewa kontrakan yang ternyata sudah menunggak selama enam bulan. Dengan kesepakatan bersaudara, kami selaku masyarakat atau tetangga berusaha untuk membantu membayar kontrakan dengan mengumpulkan iuran.

Berkat kemurahan hati saudara-saudara sekitar tempat tinggal terkumpullah uang untuk satu bulan, jadi sisa kekurangan sewa kontrakan yang lima bulan lagi belum ada.

Kalau diceritakan seluruhnya, panjang ceritanya, ucap Malin AS pada media ini jumat (27/8/2021). Yang pasti saat ini kondisi Nurul Huda sangat memprihatinkan. Jujur kami warga disini keteteran membantu Nurul Huda, karena kami juga punya keluarga yang harus diurus.

Saat ini Nurul Huda hanya hidup atas belas kasihan saja, dia tidak bisa apa-apa. Saya sebagai masyarakat disini yang terjun langsung membantu Nurul Huda sangat berterimakasih atas sokongan kawan – kawan, terutama Ipda Miftahul Husni yang kebetulan mengabdi sebagai Babinkamtibmas di Sungai Puar Kec.Sungai Puar.Kab Agam Dinas Di Sektor /Polsek Banuhampu.

Meski bukan warga sini beliau luar biasa. Kepala Jorong Ladang Laweh Edo Winata, mantan Kepala Jorong Bangkaweh Inyiak Zal.
Bagi sahabat Peduli/Dermawan dan pemerintah an Sumatera Barat khususnya Kota Bukittinggi yang ingin berbagi bisa langsung menghubungi Malin As di 0853-5612-7771

Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Rektor UM Sumbar Dr. Riki Saputra sedang menjelaskan perihal konferensi internasional ICoNTISH kepada para jurnalis dan peserta konferensi pers

Pertama Kali Digelar PT sejak Pandemi Covid-19, UM Sumbar akan Gelar Konferensi Internasional ICoNTISH

SPIRITSUMBAR.com, Padang – Melakukan penelitian dan menulis merupakan sebuah kewajiban bagi seorang akademisi. Selain itu, ...