Beranda - Berita Pilihan - Sawahlunto Persiapkan Belajar Tatap Muka Dengan Disiplin Tinggi

Sawahlunto Persiapkan Belajar Tatap Muka Dengan Disiplin Tinggi

Print Friendly, PDF & Email

Menindaklanjuti keputusan Gubernur Sumbar yang mengizinkan 6 Daerah zona hijau membuka sekolah melakukan pembelajaran tatap muka mulai tahun ajaran baru ini, Walikota Sawahlunto menggelar rapat bersama Kepala OPD pada selasa 7 Juli 2020 di Balaikota.

Sawahlunto termasuk salah satu daerah yang dikategorikan zona hijau dan diizinkan membuka sekolah karena tidak ada lagi kasus covid, tidak ada kasus kematian karena covid dan tidak terjadi penyebaran covid.

Walikota Sawahlunto Deri Asta mengakui perlunya dimulai metode belajar tatap muka di sekolah, mengingat metode belajar online (daring) memiliki beberapa kendala. Seperti kendala ketersediaan jaringan di beberapa daerah, tidak semua orang tua memiliki smartphone, ditambah lagi adanya keberatan dari orang tua akan biaya paket internet.

Bahkan sebagian anak menganggap masa belajar online sebagai libur sekolah. “Jika kondisi ini dibiarkan lama-lama akan berdampak buruk pada semangat anak, semangat belajar anak-anak melemah” ujar Walikota.

Namun Walikota juga menyadari kegamangan resiko penyebaran Covid jika belajar tatap muka dilakukan tanpa kedisiplinan yang tinggi dalam menerapkan protokol kesehatan.

Dalam rapat tersebut, Walikota menyebutkan sebelum proses belajar tatap muka dilakukan, perlu kesepakatan bersama terutama kesepakatan dari Kepala Sekolah dan adanya izin dari orang tua murid. Pihak sekolah wajib berkoordinasi dengan orang tua untuk mendapatkan izin sebelum proses belajar tatap muka disekolah dilakukan.

Selain itu Pemko akan melakukan test SWAB terhadap seluruh Kepala Sekolah dan guru. Guru yang belum melakukan test SWAB, belum diizinkan untuk mengajar.
Guru-guru juga diminta menetap di Sawahlunto, tidak ada lagi guru-guru yang bolak balik ke zona merah.

Sebelum sekolah-sekolah dibuka Kepala Sekolah diwajibkan mengisi daftar isian sebagai pernyataan kesiapan sekolah melakukan belajar tatap muka dengan menyediakan sarana cuci tangan dan sabun, handsanitizer dan termogun.

Jika semua prosedur sudah dipenuhi, proses belajar tatap muka akan dilakukan untuk tingkat SLTA dan SLTP pada 13 Juli 2020. Sementara untuk SD/MI, SLB proses belajar tatap muka akan dimulai paling cepat 2 bulan setelah kelas tinggi melakukan pembelajaran.

Sementara TK, RA dan PAUD paling cepat 2 bulan setelah SD melakukan pembelajaran.

Dalam rapat itu Wakil Walikota Zohirin Sayuti menyarankan jika belajar di sekolah dilakukan, para orangtua hendaknya mengantar dan menjemput langsung anaknya ke sekolah. Jika harus menggunakan kendaraan umum seperti ojek, pakailah helm pribadi dan masker, serta orangtua disarankan membawa bekal sarapan untuk anak, karena kantin sekolah tidak boleh buka.

Waktu pembelajaran akan dipersingkat, jika dulu 45 menit menjadi 30 menit, tanpa jam istirahat keluar main. Juga akan diberlakukan pembatasan jumlah murid dalam satu ruangan. Jika ada 30 murid dalam satu kelas, akan dibagi dua kelompok dengan belajar bergantian yakni 1 hari sekolah, 1 hari libur secara bergantian.

Pemerintah juga akan menugaskan tim untuk mengawasi anak-anak di jam pulang sekolah sehingga tidak ada yang berkumpul-kumpul.

Zohirin mengingatkan perlunya menyikapi kebijakan ini dengan ekstra hati-hati dan disiplin tinggi menerapkan protokol kesehatan, karena jika ada satu anak saja yang terinfeksi covid, maka semua sekolah akan kembali ditutup.

Kebijakan dan aturan pelaksanaan Belajar Tatap Muka di sekolah ini ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Mentri terkait pelaksanaan belajar tatap muka di era New Normal.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Sawahlunto Asril, MPd menjelaskan untuk proses belajar SD, MI dan SLB tetap akan dilakukan proses belajar daring dan luring menjelang belajar tatap muka di sekolah dilakukan.

Sementara kepada guru kelas 1 SD diminta untuk membuat kegiatan belajar membaca apakah disekolah ataupun dirumah bersama muridnya, karena anak belum bisa membaca dan untuk belajar daring tidak memungkinkan.

Selain Sawahlunto, beberapa daerah di Sumbar yang akan membuka tatap muka di sekolah adalah Pesisir Selatan, Pasaman Barat dan Pariaman.

Sementara, Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh yang juga dinyatakan zona hijau, memilih tetap menerapkan proses belajar mengajar daring (Rni)

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Alex Indra Lukman

HUT RI ke 75, Momentum Memerdekakan Daerah 3T dari Keterasingan Sinyal Internet

Spiritsumbar.com, Padang – Era kenormalan baru pada masa Pandemi Covid19, merupakan tantangan yang harus segera ...