Selasa , 24 November 2020
Beranda - Berita Pilihan - Satu Lagi, PDP Covid-19 Meninggal di Dharmasraya

Satu Lagi, PDP Covid-19 Meninggal di Dharmasraya

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.COM, Dharmasraya – Pasien Dalam Pantauan (PDP) Covid 19 dalam perawatan di RSUD Sungai Dareh meninggal dunia pada Senin, 5 Oktober 2020 sore.

Pasien yang meninggal dunia adalah warga Jorong Marga Makmur II, Nagari Taratak Tinggi, Kecamatan Timpeh Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumatera Barat. pemakamannya d lakukan secara secara protokol kesehatan covid 19.

Kepala Dinas Kesehatan dr Rahmadian sebagai Juru bicara Penanganan Covid-19 di Kabupaten Dharmasraya membenarkan adanya, laporan seorang Pasien Dalam Pantauan (PDP) Covid 19 dalam perawatan di ruang isolasi, telah meninggal dunia.



“yang meninggal itu, berinisial JR umur 68 tahun.pasien tersebut beralamat jorong Marga Makmur II Nagari Taratak Tinggi, Kecamatan Timpeh Kabupaten Dharmasraya,” ujarnya.

Pasien telah dilakukan tes swab tetapi hasilnya belum keluar.
Karena pasien tersebut masuk dalam kategori Pasien Dalam Pantauan (PDP) Covid 19 maka pemakaman pasien wajib di lakukan Standar Operasional Prosedur (SOP) dengan Protokol Kesehatan covid 19 hingga ke Tempat Pemakan Umum di daerahnya

Data sementara pada hari ini dari Dinas Kesehatan tentang penanganan Covid 19 di kabupaten Dharmasraya pada hari Senin, 5 Oktober 2020. Pelaku Perjalanan = 8957 ( proses 534 ) Suspek : 4 orang ( Baru 0 lama 4 orang), Kontak Erat : 2901 orang ( Baru 0),Konfirmasi : 98 orang ( Baru 2 orang ) Sembuh : 73 orang ( Baru 2 orang) Meninggal : 2 orang ( Baru 0 ) Pelaku perjalanan selesai pemantauan : 8423 orang. Suspek selesai pemantauan : 557 orang. Suspek meninggal: 10 orang. Suspek kumulatif 571 orang Kontak erat selesai pemantauan 1955 orang.

“Kami menghibau untuk melakukan, 3M plus plus harus tetap di patuhi, memakai masker, cuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir serta jaga jarak aman. Maka dari itu mari kita saling menjaga kesehatan dan patuhi protokol kesehatan Covid 19 ‘ ujarnya (eko)

PDP Covid-19 Meninggal di Dharmasraya

SPIRITSUMBAR.COM, Dharmasraya – Pasien Dalam Pantauan (PDP) Covid 19 dalam perawatan di RSUD Sungai Dareh meninggal dunia pada Senin, 5 Oktober 2020 sore.

Pasien yang meninggal dunia adalah warga Jorong Marga Makmur II, Nagari Taratak Tinggi, Kecamatan Timpeh Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumatera Barat. pemakamannya d lakukan secara secara protokol kesehatan covid 19.

Kepala Dinas Kesehatan dr Rahmadian sebagai Juru bicara Penanganan Covid-19 di Kabupaten Dharmasraya membenarkan adanya, laporan seorang Pasien Dalam Pantauan (PDP) Covid 19 dalam perawatan di ruang isolasi, telah meninggal dunia.

“yang meninggal itu, berinisial JR umur 68 tahun.pasien tersebut beralamat jorong Marga Makmur II Nagari Taratak Tinggi, Kecamatan Timpeh Kabupaten Dharmasraya,” ujarnya.

Pasien telah dilakukan tes swab tetapi hasilnya belum keluar.
Karena pasien tersebut masuk dalam kategori Pasien Dalam Pantauan (PDP) Covid 19 maka pemakaman pasien wajib di lakukan Standar Operasional Prosedur (SOP) dengan Protokol Kesehatan covid 19 hingga ke Tempat Pemakan Umum di daerahnya

Data sementara pada hari ini dari Dinas Kesehatan tentang penanganan Covid 19 di kabupaten Dharmasraya pada hari Senin, 5 Oktober 2020. Pelaku Perjalanan = 8957 ( proses 534 ) Suspek : 4 orang ( Baru 0 lama 4 orang), Kontak Erat : 2901 orang ( Baru 0),Konfirmasi : 98 orang ( Baru 2 orang ) Sembuh : 73 orang ( Baru 2 orang) Meninggal : 2 orang ( Baru 0 ) Pelaku perjalanan selesai pemantauan : 8423 orang. Suspek selesai pemantauan : 557 orang. Suspek meninggal: 10 orang. Suspek kumulatif 571 orang Kontak erat selesai pemantauan 1955 orang.

“Kami menghibau untuk melakukan, 3M plus plus harus tetap di patuhi, memakai masker, cuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir serta jaga jarak aman. Maka dari itu mari kita saling menjaga kesehatan dan patuhi protokol kesehatan Covid 19 ‘ ujarnya (eko)

Tip & Trik

loading…


 

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Anggota TNI Kodim 0310 bersama PWI Dharmasraya memberikan bantuan kemanusiaan ke dua bocah menderita sakit cacar

Kodim 0310/SSD Bersama PWI Dharmasraya Berikan Bantuan Kemanusiaan

SPIRITSUMBAR.COM, Dharmasraya – Anggota TNI Kodim 0310/SSD Bersama PWI Dharmasraya dan JNE Cabang Dharmasraya memberikan ...