Depan - Berita Pilihan - Sambut Tahun Baru Hijrah Dengan Pawai Taaruf
Bupati Agam Indra Catri Lepas para Peserta Pawai - Irman Naim/Spirit Sumbar

Sambut Tahun Baru Hijrah Dengan Pawai Taaruf

Print Friendly, PDF & Email

Spirit Sumbar – Sebanyak 1.500 pelajar di Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam mengikuti kegiatan pawai Taaruf dalam rangka menyambut 1 muharam 1437 Hijriah yang dilaksanakan di SMP 1 Lubuk Basung. Rabu.

Pawai yang di ikuti oleh pelajar TPA, MDA, SD, SMP dan SMK di Kecamatan Lubuk Basung. Dilepas oleh Bupati Agam Indra Catri didampingi Camat Lubuk Basung Hilton, Walinagari Lubuk Basung Darma Ira Putra dan masyarakat Lubuk Basung.

Pada kesempatan itu. Bupati Agam Indra Catri menyambut baik dilaksanakannya pawai taaruf yang diikuti oleh para pelajar di kota Lubuk Basung dalam menyambut 1 Muharram. “Kegiatan ini sangat luar biasa karena bulan muharam merupakan awal bagi umat islam untuk melakukan perubahan kearah yang lebih baik,” kata bupati.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana 1 Muharam Indra Asmara melaporkan, kegiatan pawai ini di ikuti sebanyak 30 lembaga pendidikan di Kecamatan Lubuk Basung. Untuk setiap kelompok berjumlah sebanyak 40 sampai 50 peserta. “Kegiatan ini merupakan agenda tahunan Nagari Lubuk Basung dan pawai ini tahun kedua yang dilaksanakan,” katanya

Untuk penilaian pawai ini, pihaknya menurunkan sebayak lima orang juri yang disebar sepanjang jalan yang dilewati para peserta nanti. “Yang kita nilai nanti, seperti kekompakan, keselarasan, barisan dan lainya,” tambah Fadilah salah seorang juri pawai 1 Muharam.

Salah seorang masyarakat Anto (35) , Rabu, (14 /10)  di Padang Baru mengatakan sebenarnya selaku umat Islam harus merayakan hari hari besar islam seperti ini. “Tetapi kita malah dengan bangga merayakan hari hari besar bukan islam seperti tahun baru masehi. Dalam menyambutnya dengan perayaan perayaan yang meriah dan bergadang sampai pagi,” paparnya.

IRMAN NAIM

Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Padang Lakukan Penyekatan PPKM dari RT Hingga Kelurahan

SPIRITSUMBAR.com, Padang – Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level IV harus diimbangi dengan pengawasan ...