Sabtu , 18 September 2021
Depan - Pendidikan - Artikel - Sadar Bencana
Riyon
Riyon

Sadar Bencana

Print Friendly, PDF & Email

Pantaslah alam marah pada manusia

karena manusia sewenang-wenang tak ramah dengan alam

Bencana alam yang terjadi,bukan sekedar musibah

dan fenomena alam,namun suatu peringatan

dan diingatkan olehNya,

Manusia harus sadar, introspeksi, apa yang saya buat

dan saya lakukan dengan alam, otoriter ,terlalu rakus berbuat semena-mena kepada alam,

yang tak diridhoi olehNya

Bukan alam tak lagi ramah kepada manusia,

tetapi,manusialah yang tak ramah kepada alam

Sedangkan air dan tumbuhan alam

Juga marah kepada manusia :

habitat saya selalu terusik bahkan dirusak

hutan tempatku berteduh dan hidup porak poranda

oleh berbagai muatan kepentingan.manusia.

Kemarahan alam terhadap manusia

menimbulkan bencana yang tak terduga

tanah longsor,banjir bandang. Tentu kemarahan

alam semakin memuncak :

 

“manusia yang asalnya dari tanah dikembalikan ketanah”.(riyon 2016)

 

Bulan Februari 2016 yang masuk dalam kalender musim penghujan oleh BMKG. Intensitas curah hujan cukup tinggi dengan durasi bahkan seharian sampai malam hari. Sehingga hal-hal tak dinginkan terjadilah diluar batas kemampuan manusia.

Diantaranya musibah yang berkesinambungan, bagai mendapatkan durian runtuh, banjir bandang, tanah longsor, korban pun berjatuhan, para nelayan ciut nyalinya tak bisa melaut ombak mengganas, komplit sudah terkemas dalam penderitaan musibah bencana alam.

Ujung-ujungnya siapa lagi kalau tidak pemerintah, memang itulah sudah menjadi tugas kewajiban dan tanggungjawab pemerintah. Sibuk dengan urusan bencana alam, yang melibatkan institusi terkait. Baik Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BPBN), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI / Polri, Kemenkes. RI, Kemensos. RI Tagana, Kelompok Masyarakat Siaga Bencana (KMBS) mengibarkan bendera “Siaga Bencana”,

Itu semua berlandaskan nexus humanisme/kemanusiaan, mengevakuasi korban musibah bencana alam. Baik mengevakuasi yang cedera, meninggal, hilang, tertimbun tanah, menyiapkan barak pengungsian serta logistiknya, dapur umum plus obat-obatan.

Kenapa Terjadi Bencana? Dalam suatu motologi, bencana bukan datang tanpa sebab, sama halnya unggukan sampah kalau tidak ada api tak berasap.

Banyak faktor terjadinya bencana alam, faktor manusia terlalu rakus mengeksploitasi Sumber Daya Alam (SDA) dengan banyak cara perbuatan berbagai kepentingan. Bahkan tampak musang berbulu domba. Tak ramah dengan alam, semena-mena dengan alam, uji coba senjata konvensional, berpacu merusak alam dan lain-lainnya.

Kemarahan alam semakin menjadi, dilontorkannya air bah dari perbukitan melanda perkampungan penduduk serta sarana dan prasarana infrastuktur korbanpun berjatuhan. Kalau alam sudah marah kepada manusia, manusia luar biasa kejadiannya.

Mengambil hikmah terjadinya bencana, kuncinya juga pada manusia Kebangkitan mencari jati diri menanamkan dan menggencarkan program “Sadar Bencana” kepada masyarakat oleh pemerintah segera diwujudkan. Ini merupakan kebutuhan mendesak tertuang dalam realita nyata. Sehingga tumbuhlah kesadarannya masyarakat merubah prilaku ramah terhadap alam. Tidak semena-mena, terlalu rakus mengekploitasi, alam, buang sampah seenak perutnya.

Kawasan sumber daya alam dirusak dan digunduli dengan muatan berbagai kepentingan.Marilah sama-sama kita renungkan., jangan sekali-kali kita melupakan siapa yang mencipkakan kita sebagai manusia, bumi langit beserta isinya.Alam diciptakan olehNya untuk kelangsungan hidup manusia. Sudah saatnya kebangkitan sadar bencana tertanamkan dan terpatri pada hati dan sanubari manusia. Insya Allah bencana akan berkurang, beban pemerintah juga berkurang.

Lebih Lengkap Baca:

The Public Edisi 11/15-21 Februari 2016

(Beredar Tiap Senin)

Cover The Public Edisi 11/15-21 Februari 2016
Cover The Public Edisi 11/15-21 Februari 2016

Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Adrian Tuswandi

2M2P dan 5K Penilaiaan KIP Badan Publik

Oleh : Adrian Tuswandi (Komisioner Komisi Informasi Sumbar 2014-2023) Masa memonitoring dan evaluasi (Monev) Keterbukaan ...