Kamis , 23 September 2021
Depan - Berita Pilihan - Saat Gerhana Matahari, Seorang Ibu Melahirkan di Jalan Raya

Saat Gerhana Matahari, Seorang Ibu Melahirkan di Jalan Raya

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar, Pasaman Barat– Seorang ibu hamil , Rani (26) asal Nagari Persiapan Maligi,  melahirkan di bawah terpaan gerhana matahari di jalan berpasir saat menuju Puskesmas Sasak Ranah Pasisia, Kabupaten Pasaman Barat, Kamis (26/12/2019) sekira pukul 10.15 Wib.

Pj Wali Nagari Maligi Dendi Hardiman menyampaikan pada awak media, Bayi malang itu terpaksa dilahirkan oleh ibunya tepat di Bancah Galinggang saat menuju Puskesmas Sasak Ranah Pasisie. Jarak Kampung Maligi yang dihuni sekitar 1500 kepala keluarga itu dengan Puskesmas Sasak Ranah Pasisia sekitar tujuh kilometer.



“Meski dengan jarak segitu, jika ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda dua memakan waktu sekitar satu jam perjalanan,” jelasnya

Artikel Lainnya

loading…


Hal itu dikarenakan, akses jalan menuju kampung Maligi jauh dari kata layak, selain jalan darat, warga yang melintas terpaksa juga harus menggunakan transportasi perahu, agar bisa melintasi Sungai Maligi.

“Tadi sempat saya berselisih dijalan sewaktu hendak menuju Maligi sekira pukul 09.00 WIB dengan ibu hamil yang dibonceng oleh seorang ibu paruh baya. Saya kaget, ketika dihubungi oleh Sekretaris Nagari saya, bahwa ada warga kami yang melahirkan di jalan.

Kondisi ibu dan bayi tersebut saat ini dalam keadaan sehat, meski petugas Puskesmas sekitar setengah jam setelah bayi terlahir. Ia menduga, bayi terlahir karena jalan berpasir yang bergelombang saat ditempuh kendaraan roda dua yang ditumpangi ibunya.

“Kabarnya, seluruh bidan jorong yang ada di Kecamatan Sasak Ranah Pasisia, pagi tadi berkumpul dan ada sedang ada kegiatan senam di Puskesmas,” jelas Dendi.

“Saat ini, ibu dan bayi dengan jenis kelamin laki-laki tersebut, sudah di Puskesmas Sasak Ranah Pasisia untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut,” terangnya.

Ia melanjutkan, akibat akses jalan yang tidak mendukung dan berada didaerah terisolir serta ditambah minimnya fasilitas kesehatan didaerah itu. Sebab kata Dendi, peristiwa yang sama bukan sekali itu saja terjadi, bahkan sudah berkali-kali dari dahulu.

Bahkan ada bayi yang meninggal dunia, karena terlambat mendapatkan pertolongan medis karena terlahir diperjalanan. “Selayak di Kampung Maligi didirikan Pustu,” sebutnya.

“Apa boleh buat, begitu sedihnya hidup menjadi warga Maligi, akses jalan parah dan minim fasilitas kesehatan. Berbagai kondisi kesulitan akses keluar-masuk Maligi sudah menjadi tak asing lagi bagi kami.

“Baik anak sekolah, pergi berobat, transportasi dan lainnya. Karena memang kondisinya hanya layak dilewati kendaraan roda dua, ini sudah lama terjadi, meski era kepemimpinan Bupati silih berganti,” papar Dendi.



“Kami meminta kepada semua pihak, jangan lagi menutup mata akan penderitaan warga Maligi. Baik Bupati, DPRD dan pemangku kebijakan lainnya, tolong sudahi penderitaan warga disini,” tutup Dendi. (SY/By)

 

Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Bupati Pessel : Keterbukaan Informasi Tak Bisa Ditawar

SPIRITSUMBAR.com, Painan – Bupati Pesisir Selatan, Rusma Yul Anwar, membuka acara bimbingan teknis (Bimtek) pemeringkatan ...