Selasa , 24 November 2020
Beranda - Pendidikan - Apresiasi - Lolos Seleksi Merit360, Rina Kesulitan Dana ke Amerika Serikat
Rina (kiri) Korban Gempa 2009 yang terpaksa memakai kaki palsu bersama dua adik
Rina (kiri) Korban Gempa 2009 yang terpaksa memakai kaki palsu bersama dua adik

Lolos Seleksi Merit360, Rina Kesulitan Dana ke Amerika Serikat

Print Friendly, PDF & Email

Beberapa waktu yang lalu, saya dinyatakan lolos serangkaian seleksi untuk mengikuti program Merit360 yang diadakan oleh World Merit beserta partnernya.

Sebelumnya: Kisah Korban Gempa 2009, Kesulitan Biaya Wakili Indonesia ke Amerika

World Merit adalah sebuah platform internasional untuk pemuda-pemudi global yang ingin bekerja secara kolaboratif guna memberikan dampak positif terhadap komunitas global. Salah satu program besar yang diadakan oleh World Merit tahun ini adalah Merit360.

Merit360, yang akan diadakan di dua tempat di Amerika Serikat bulan Agustus mendatang, merupakan program yang paling signifikan di level internasional untuk pemuda-pemudi dunia yang ingin mengatasi 17 kategori masalah United Nations Sustainable Development Goals/SDGs (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB).

Tujuan Pembangunan Berkelanjutan adalah seperangkat target yang berhubungan dengan pengembangan internasional di masa mendatang. Kategori Tujuan Pembangunan Berkelanjutan ini mencakup permasalahan dalam seluruh aspek kehidupan seperti lingkungan, energi, ekonomi, sosial.

Target-target ini dibuat oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dan dipromosikan sebagai Tujuan Global untuk Pembangunan yang Berkelanjutan.SDGs aktif mulai tahun 2015 hingga 2030 dan memiliki 169 target spesifik yang fokus pada hal-hal yang perlu dilakukan serta dirancang khusus untuk membantu negara-negara, organisasi dan individu (untuk mengetahui lebih lanjut tentang SGDs:http://www.un.org/sustainabledevelopment/)

Peserta terpilih akan bekerja dalam tim, sesuai kategori SDGs nya, di Indian Head Camp, Pennsylvania selama dua minggu dengan 359 delegasi lainnya, yang mewakili hampir setiap negara. Peserta akan didampingi oleh mentor profesional pada bidangnya untuk membuat suatu perubahan positif.

Strategi yang dikembangkan setiap tim dalam Merit360 ini akan dipresentasikan dalam bentuk Action Plan 001 di Markas Besar PBB, New York. Action Plan 001 juga akan diimplementasikan oleh komunitas-komunitas dunia, artinya setiap peserta terpilih yang mewakili negaranya, bertanggungjawab untuk merealisasikan Action Plan 001 tersebut di komunitas lokal masing-masing. Saya akan bekerja spesifik untuk SDG nomor 7 yaitu Energi Bersih dan Terjangkau.

Program ini bersifat partially funded, dimana World Merit membiayai seluruh kebutuhan peserta selama program, namun setiap peserta bertanggungjawab untuk biaya transportasi dari negara asal ke Amerika Serikat serta diwajibkan menggalang dana sebesar 750GBP (sekitar 13 juta rupiah) yang akan digunakan dalam implementasi proyek-proyek SDGs dan program Merit360 di tahun-tahun mendatang.

Untuk itu saya, dengan rendah hati, ingin mengajak individu maupun kelompok untuk melakukan donasi. Donasi Anda akan abadi, baik kecil maupun besar, serta mempunyai manfaat yang sifatnya berkelanjutan, dan membantu mendukung Sustainable Development Goals. Bagi Anda yang ingin bertanya lebih lanjut tentang program ini dapat menghubungi saya melalui email nisrina.azizah.l@mail.ugm.ac.id

Prev    [ 1 ]   [ 2 ]

 

Biodata

Nama: Nisrina Azizah Lubis

Tempat, Tanggal Lahir: Padang, 20 Oktober 1996

Alamat: Jalan Kismangunsarkoro Asrama Polisi Jati B.14 Padang

Anak ke: 1 dari 4 bersaudara

Pendidikan:

2014-sekarang S1 Kimia Universitas Gadjah Mada

2011-2014 SMAN 10 Padang

2008-2011 SMPN 1 Padang

2002-2008 SDN Percobaan Padang

Ayah: Muklis Lubis, S.H (POLRI)

Ibu: Sari Deni Nasution (Ibu Rumah Tangga)

No Telepon: 081806484xxx (bisa menghubungi redaksi 082388108181)

Email: nisrina.azizah.l@mail.ugm.ac.id

No. Rek: Mandiri a.n Nisrina Azizah Lubis 900-00-2517177-9

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Berbagai perusahaan yang telah melakukan aksi CSR untuk membantu pemerintah dan masyarakat akan dampak virus corona

100 Perusahaan Raih Indonesia Top CSR of The Year 2020

Spiritsumbar.com, Jakarta – Pandemi corona virus disease 2019 (Covid-19) atau virus corona di Indonesia berdampak ...