Depan - Berita Pilihan - Putusan Majelis Komisioner KI Bersifat Litigasi
teks foto ; Asra SH MH dari Badan Diklat Kumti MA RI jadi narasumber Bimtek Penyusunan Putusan Ajudikasi Sengketa Informasi Publik, Kamis 10/6/2021 di Bogor.
teks foto ; Asra SH MH dari Badan Diklat Kumti MA RI jadi narasumber Bimtek Penyusunan Putusan Ajudikasi Sengketa Informasi Publik, Kamis 10/6/2021 di Bogor.

Putusan Majelis Komisioner KI Bersifat Litigasi

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.com, Bogor – Asra SH MH dari Diklatbang MA RI sebagai narasumber pada Bimbingan Teknis Penyusunan Putusan Ajudikasi Sengketa Informasi Publik hari kedua di Bogor. mengatakan putusan Majelis Komisioner KI itu ada tiga mengabulkan, menolak, tidak daoat diterima.

“Tidak dapat diterima maka si pemohon kalau majelisnya akrif bisa minta disempurnakan, ” ujar Asra, Kamis 10/6-2021.

Sengketa informasi itu soal buka dan tutup. informasi publik, Majelis Komisioner harus menguji dan menggali mendalam dan mendetil terhadap objek sengketa.

Selain itu Asra juga mengungkapkan majelis berwemang menolak kuasa dari para pihak.

“Kuncinya sengketa itu kepentingan, kalau ada kuasa maka dia harus merujuk kepada aturan terkait baik aturan persidangan di peradilan maupun di UU Advokat, ada. kuasa tidak advokat resmi di UU Advokat bisa dijerat pidana, ” kata Azra.

Menurut Komisioner KI Sumbar membidangi Penyelesaian Sengekta Informasi Publik, Majelis Komisioner itu adalah Hakim Ajudikasi.

“Kami hakim ajudikasi yang putusan tidak mau menyulitkan atau membuat pusing Hakim. Litigasi (PN/PTUN), ” ujarnya.

Bahkan Asra menegaskan bahwa sidang ajudikasi itu juga litigasi tidak non litigasi.

“Majelis Komisioner itu hasilkan putusan berimplikasi hukum bisa ingkrach bisa kebeeatan ke PTUN atau PN bahkan hingga ke MA, prinsipnya win and lose, ” ujar Asra.

Bimtek hari kedua dilanjutkan ke praktek persidangan, peserta sangat antusias dan tetap menerapkan protokol. kesehatan. (rilis: ppid-kisb)

Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

BazNas Padang Panjang Salurkan Modal Usaha Berupa Barang

Padang Panjang, Spiritsumbar – BAZNas Kota Padang Panjang menyerahkan zakat senilai Rp 227,8 juta kepada ...