Depan - Berita Pilihan - Puluhan Tahun Bersiteru, Akhirnya KAN IV Koto Hilia Bersatu
penyelesaian permasalahan di KAN di lingkungan Kenagarian IV Koto Hilia
penyelesaian permasalahan di KAN di lingkungan Kenagarian IV Koto Hilia

Puluhan Tahun Bersiteru, Akhirnya KAN IV Koto Hilia Bersatu

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com | Batang Kapas – Tidak ada kusut yang tidak akan bisa diselesaikan, kalau semua permasalahan yang ada dihadapi dengan berlapang dada dan berjiwa besar.

Saling mengerti serta memahami masing masing kelemahan diri tanpa harus menuding dan mencari- cari celah kesalahan orang lain merupakan sebuah cara  menuju perdamaian. “Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh” semboyan ini mengajarkan kita dalam kehidupan bahwa kekuatan sejati itu terbentuk dari persatuan bukan perpecahan yang berjalan sendiri tanpa membutuhkan pertolongan orang lain.
Artikel Lainnya

loading…


Besar atau kecilnya sebuah masalah tergantung dari cara penyelesaiannya. Sekecil apapun masalah apabila dalam proses penyelesaian dilakukan dengan usaha yang kecil maka bisa menimbulkan dampak yang sangat besar. Begitupun, apabila masalah besar diselesaikan dengan upaya yang besar pula maka kemungkinan besar masalah tersebut tidak akan menjadi besar.

Itulah sedikit gambaran tentang penyelesaian permasalahan di kerapatan adat nagari (KAN) di lingkungan Kenagarian IV Koto Hilia, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan, Selasa (19/9/2017) di Aula Kantor Camat Batang Kapas.

Dalam kesempatan itu hadir ketua LKAAM Kabupaten, Lukman Datuak Rajo Alam, Tiga Walinagari terkait, Kenagarian IV Koto Hilia, Kenagarian Koto Nan Duo IV Koto Hilia dan Kenagarian Koto Nan Tigo IV Koto Hilia bersama unsur muspika dalam rangka untuk menyatukan kembali lembaga KAN yang sempat terpecah dan terkotak-kotak dalam waktu yang berlarut-larut.

KAN IV Koto Hilia sebelumya telah terpecah dalam waktu yang sangat lama, tidak dalam hitungan setahun tapi berpuluh puluh tahun lamanya. Sehingga pada Juli 2016 lalu Kerapatan Adat Nagari di Kenagarian IV Koto Hilia terpecah menjadi dua bagian. Yakni KAN yang lama dan KAN pembaruan dengan kepengurusan yang baru pula.

Meskipun sudah terbentuk pengurus baru dan sudah dilewakan, namun Ketua LKAAM, Kabupaten Pesisir Selatan, Lukman Datuak Rajo Alam tetap tidak menyetujui dan mengakui keberadaan KAN pembaruan.

Menurutnya, KAN harus satu, tidak boleh dipecah menjadi dua bagian. Artinya bagaimana KAN yang lama dan KAN pembaruan bisa bersatu untuk mengaktualisasikan nilai nilai adat dalam salingka nagari.

Lukman mengatakan keberadaan dua KAN di IV Koto Hilia akan merugikan banyak pihak terutama masyarakat. Kata dia, jangan karena polemik antara kedua pihak kepentingan masyarakat terkorbankan. Akan tetapi pinta dia bersatulah kembali tanpa mengedepankan ego dengan segala ragam argumen.

“Setiap diri kita,  saya yakin pasti memiliki argumentasi yang berbeda-beda. Punya pembelaan masing-masing. Dan tidak akan pernah selesai jika terus direntang. Sampai kapanpun masalah ini tidak kunjung tuntas bila ego yang diutamakan. Tapi bisakah kita berlapang dada dan berjiwa besar serta bermuka jernih dengan hati nan suci demi mencapai tujuan baik?”pinta dia terhadap kedua belah pihak.

Selanjutnya: KAN IV Koto Hilia Pecah, Masyarakat Jadi Tumbalnya
Editor : Saribulih

Baca juga:

loading…


Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Pertashop Hadir di Sikabu, Bupati Padang Pariaman Merasa Senang

Padang Pariaman – Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur SE MM, tampak begitu sumringah ketika meninjau ...