Beranda - Covid19 - Pulang dari Jatim, Santri Alfatah Temboro Dititip di BBI Padang Panjang
Para santri di posko 1 Kacangkayu Padang Panjang.( foto: tim)
Para santri di posko 1 Kacangkayu Padang Panjang.( foto: tim)

Pulang dari Jatim, Santri Alfatah Temboro Dititip di BBI Padang Panjang

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com, Padang Panjang – Malam ini sebanyak 6 orang santri dari Pondok Pesantren Alfatah Temboro, Magetan, Jawa Timur dititip inapkan di BBI Padang Panjang, Sumatera Barat, sebuah lokasi karantina bagi pendatang di Padang Panjang.

Menurut Marwilis, Ketua harian  Gugus Tugas PPVC  Padang Panjang kepada The Public (group spiritsumbar.com) tumpangan diberikan sampai orang tuanya datang menjemput.

Dari 6 orang tadi hanya satu  yang berasal dari Padang Panjang. Karena berstatus pelajar, dia diizinkan karantina mandiri di rumah. Namun karena solidaritas berteman, dia ikut menemani temannya yang 3 orang berasal dari  Surantih, Pesisir Sekatan, 1 orang dari Rao, Pasaman, dan satunya lagi dari Ujung Gading, Pasaman.


Kenapa turunnya di Padang Panjang? Marwilis didampingi sekretaris gugus tugas PPVC, Awirman memaparkan, begitu masuk di batas kota Kacang Kayu, bus Indo Trans ini distop.

Baca : 53 Santri dari Jatim Kembali Masuk Dharmasraya, Rombongan Lainnya Menyusul

Artikel Lainnya

loading…


Setelah dilakukan pendataan dan pemeriksaan kesehatan, kepada petugas, sang sopir mengatakan bus yang berisi puluhan orang dari berbagai daerah Sumbar dan Riau ini akan diturunkan di sebuah Mesjid kawasan Bancah Laweh, Padang Panjang.

Oleh Pemko, melalui tim PPVC ini, tidak diberi izin apalagi mereka datang dari daerah pandemis. Awalnya cuma santri yang kampungnya di Padang Panjang saja yang boleh tinggal di kota ini, namun karena 5 lainnya mohon turun disini dengan alasan memudahkan penjemputan oleh orang tua, mereka boleh turun di  posko 1 , bukan  di mesjid seperti rencananya semula.

Jelang magrib tadi keenam santri laki laki itu diantar ke BBI, tempat karantina yang disiapkan Pemko Padang Panjang. Konsumsinya ditanggung oleh Pemko Padang  Panjang, tambah Marwilis.

Sementara bus yang membawa santri  lainnya pergi ke arah Bukitinggi. Untuk memastikan bus tidak berhenti lagi di Padang Panjang, dilakukan  pengawalan  oleh pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan Padang Panjang hingga kawasan Aie Badarun, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanahdatar.

Ditambahkan Marwilis, masuknya para santri dari Jawa Timur tersebut bukan yang pertamakali. Pada Jumat, 17/4/ 2020 satu bus sempat lolos dan membongkar penumpangnya di Mesjid kawasan Bancah Laweh. Untungnya cepat tahu hingga 6 bus lainnya bisa digagalkan menurunkan penumpangnya di tempat yang sama.

Baca : 49 Santri dari Daerah Terjangkit Masuk Dharmasraya

Dipastikan Marwilis, santri dan pihak keluarga yang menjemput dari berbagai daerah di Sumbar dan Riau hanya sekedar numpang turun saja di dekat mesjid, tidak kemana mana. Sebab, begitu turun dari bus, anak anak langsung naik kendaraan orang tua, sementara bus langsung putar balik ke Jawa.

Untuk memutus mata rantai Covid-19, Pemko Padang Panjang memperketat kedatangan perantau  yang masuk di 3 posko pintu masuk Kota Padang Panjang. Seperti juga disampaikan Walikota Fadly Amran dalam jumpa pers  dengan video conference, tiap warga yang pulang kampung ke Padang Panjang harus masuk karantina di BLK atau BBI, kecuali lansia, anak anak dan pelajar.

Baca : Di Padang Panjang, PDP Meningkat 4 Diantaranya Pulang dari Daerah Pandemik

Kini ada 21 orang perantau yang dikarantina oleh tim PPVC, 12 di BLK dan 9 di BBI. Tiap hari kesehatan mereka dicek oleh tenaga medis.  Setelah beberapa hari kalau tidak ada gejala covid-19 boleh meneruskan karantina mandiri di rumah. Sedangkan  orang yang memiliki gejala dikarantina 14 hari, jika tidak membaik dikirim ke  RS rujukan.

Kondisi terakhir, 18 April 2020, Padang Panjang nihil positive covid-19, ODP-116 orang (habis masa karantina 89 orang), PDP 7 orang dengan rincian 1 orang negative/sembuh, 2 orang isolasi rumah, 2 orang dirawat di  RSUD,  1 orang Rapid Diagnostic Test /RDT negative/isolasi rumah, dan 1 orang meninggal di RSUP M. Jamil Padang dengan hasil lab negative covid-19. (Yetti Harni)

Baca : Antisipasi Corona, Satgas PPVC Padang Panjang Pergoki Siswa Keluyuran



 

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Kapolres Sawahlunto Nobatkan BBS Desa Tagok

Spiritsumbar.com, Sawahlunto – Aroma sereh wangi kuat menyengat di Desa Balai Batu Sandaran (BBS) Kota ...