Minggu , 29 November 2020
Beranda - Pendidikan - Artikel - Proses dan Implementasi Perencanaan Pendidikan
Pardi.
Pardi.

Proses dan Implementasi Perencanaan Pendidikan

Print Friendly, PDF & Email

Oleh : Pardi ( Mahasiswa Pasca Sarjana IAIN Batusangkar )

Dalam hal apapun, perencanaan tentu menempati posisi yang sangat penting. Perencanaan merupakan unsur vital dan strategis yang memberikan arah dalam pelaksanaan kegiatan untuk mencapai tujuan atau sasaran yang telah ditetapkan.

Oleh karena itu, kegiatan yang baik adalah kegiatan yang direncanakan dan dilaksanakan sesuai dengan yang telah direncanakan.

Begitu pula dalam hal pendidikan, bagi sebuah lembaga pendidikan, perencanaan menempati posisi strategis dalam keseluruhan proses pendidikan. Perencanaan pendidikan itu memberikan kejelasan arah dalam usaha proses penyelenggaraan pendidikan, sehingga manajemen lembaga pendidikan akan dapat dilaksanakan lebih efektif dan efisien.

Artinya perencanaan memberi arah bagi ketercapaian tujuan sebuah sistem, karena pada dasarnya sistem akan berjalan dengan baik jika memenuhi persyaratan dan unsur-unsur dalam perencanaan itu sendiri



Pentingnya perencanaan pendidikan adalah untuk memberi arahan dan bimbingan kepada pelaku pendidikan dalam rangka menuju perubahan yang lebih baik dalam peningkatan atau pengembangan dengan resiko yang kecil untuk mengurangi ketidakpastian masa depan.

Perencanaan pendidikan sebagai pedoman bagi pelaksanaan merupakan satu fungsi manajemen untuk mewujudkan tujuan, penjamin mutu, sarana, memperjelas visi, misi dan strategis.

Untuk mencapai perencanaan yang dapat memenuhi keperluan tenaga kerja, perluasan dan mutu pendidikan, dalam meningkatkan efektifitas penyelenggara pendidikan maka dibutuhkan proses dan pendekatan perencanaan yang matang dan tepat.

Proses perencanaan pendidikan yang tepat itu dimulai dari pengkajian mengenai masalah dan kebutuhan apa yang diperlukan dari keseluruhan perencanaan pendidikan.

Adapun tahapan-tahapan perencanaan dalam pendidikan adalah sebagai berikut. Pertama, menentukan dan merumuskan tujuan yang hendak dicapai. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan arah yang tepat dalam merumuskan perencanaan kedepannya. Dengan ditetapkannya tujuan ini, proses perencanaan akan berjalan sesuai dengan apa yang dibutuhkan/ dikehendaki sebelumnya.

Kedua, mengumpulkan data. Ada lima tahapan dalam sistem pengumpulan dan pengorganisasian data. Yaitu, data dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam sistem. Data diisikan atau ditempatkan di tempat penyimpanan data. Data diolah menurut aturan yang sudah ada. Data ditampilkan dalam bentuk yang dapat digunakan.

Juga, data dipindahkan dari satu titik ke dalam sistem titik yang lain sesuai dengan keperluannya. Data yang diperoleh kemudian diklasifikasi dan selanjutnya digunakan untuk perencanaan pendidikan baik jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang.

Ketiga, mengidentifikasi permasalahan. Fokus yang dibahas dalam hal ini adalah gambaran dan rumusan batasan perencanaan pendidikan. Langkah ini menjadi sangat penting dan strategis, karena setiap kegiatan yang akan dirumuskan dalam proses perencanaan harus diarahkan dalam kerangka pemecah masalah. Kekeliruan dalam rumusan batasan permasalahan berdampak pada kekeliruan merumuskan langkah kegiatan selanjutnya.

Keempat, mengkonsepsi atau mendesain rencana. Perencanaan pendidikan akan memberikan kontribusi yang besar jika dapat menilai efektifitas berbagai program yang ditangani. Empat bidang perhatian perencanaan pendidikan, yaitu, aktivitas yang tercakup dalam berbagai lembaga pendidikan, kebutuhan manusia akan lembaga pendidikan, perencanaan fasilitas fisik yang berkaitan dengan proses dan teknik, serta administrasi gedung dan peralatan sekolah

Pekerjaan perencanaan pendidikan memerlukan intepretasi ringkas mengenai kebutuhan masyarakat dan cara memenuhinya. Perencanaan haruslah bersifat komprehensif dan seorang perencana harus menyeimbangkan sesuatu yang diinginkan dengan sesuatu yang memungkinkan terjadi.

Kelima, melaksanakan perencanaan. Tahap pelaksanaan perencanaan pendidikan untuk mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Keberhasilan tahap ini sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia, Iklim atau pola kerjasama antar unsur dalam satuan pendidikan sebagai suatu tim kerja (team work) yang handal serta kontrol atau pengawasan dan pengendalian kegiatan selama proses pelaksanaan atau implementasi program layanan pendidikan.

Keenam, evaluasi rencana. Kegiatan untuk menilai atau mengevaluasi tingkat keberhasilan pelaksanaan program atau perencanaan, sebagai umpan balik (feedback). Dengan adanya evaluasi ini dapat diketahui kemajuan atau perkembangan dalam proses perencanaan apakah berhasil atau tidak, dan juga dapat diketahui penyimpangan-penyimpangan atau kesalahan dalam implementasinya.

Ketujuh, revisi rencana. Setelah memperoleh feedback dari tahap evaluasi, selanjutnya adalah menindak lanjuti apa yang menjadi feedback tersebut. Menentukan cara bagaimana mengadakan perubahan dalam penyusunan rencana. Dilakukan revisi terhadap perencanaan ketika memang ada permasalahan yang timbul dan tidak sesuai dengan rencana awal. Lebih memperbaiki, melengkapi dan menyempurnakan rencana ke depan berdasarkan pengalaman atau masalah yang ditemui.

Adapun langkah-langkah perencanaan pendidikan menurut Edgar L. sebagai berikut, mengumpulkan informasi dan analisis data, mengidentifikasi kebutuhan, mengidentifikasi tujuan dan prioritas, membentuk alternatif penyelesaian, mengimplementasikan, menilai dan memodifikasi.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam perencanaan pendidikan yakni, perencanaan harus didasarkan atas tujuan yang jelas, perencanaan bersifat sederhana, realistis dan praktis.

Perencanaan hendaknya dibuat sederhana, artinya perencanaan tersebut mudah dipahami dan tidak terkesan berbelit-belit. Perencanaan juga realistis artinya perencanaan dibuat dengan mempertimbangkan kualitas dari sumber daya yang ada. Kemudian kualitas sumber daya tersebut dijadikan sebagai patokan dalam menentukan bagaimana perencanaan dibuat. Jangan sampai perencanaan dibuat akan tetapi sumber daya yang ada tidak dapat mendukung atau tidak bisa maksimal.

Perencanaan yang terinci dan memuat segala uraian yang jelas akan mudah dijalankan. Perencanaan memiliki fleksibilitas sehingga mudah disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi dan situasi. Jika memang terjadi kendala, maka perencanaan dapat disesuaikan agar dalam pelaksanaannya tidak menghambat. Begitulah proses dan implementasi perencanaan pendidikan yang harus dilakukan.

Tip & Trik

loading…


Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Wakil Ketua DPD RI Mahyudin dalam kegiatan FGD dengan tema "Implementasi Peran dan Tugas DPD RI Dalam Rangka Pemantauan dan Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah dan Peraturan Daerah" di Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah

Mahyudin: DPD RI Punya Peran Strategis Dalam Pembentukan Hukum Pusat dan Daerah

SPIRITSUMBAR.COM, Kalimantan Tengah – Wakil Ketua DPD RI Mahyudin mengatakan DPD RI memiliki peran yang ...