Senin , 28 September 2020
Beranda - Pendidikan - Artikel - Prestasi Sekolah di New Normal
Feri Fren
Feri Fren

Prestasi Sekolah di New Normal

Print Friendly, PDF & Email

Oleh : Feri Fren (Widyaiswara LPMP Sumbar)

Tahun Pelajaran baru sudah dimulai, proses pembelajaran dilaksanakan tidak lagi seperti pada Tahun Pelajaran sebelumnya. Peserta didik belajar dari rumah, demikian juga dengan guru juga yang mengajar dari rumah (work from home).

Kebijakan ini dilakukan oleh pemerintah kita karena saat ini masih banyak sekolah-sekolah yang berada pada zona merah, orange dan kuning dalam kasus Pandemi Covid-19. Mudah-mudahan dengan kebijakan ini mata rantai penyebaran virus corona dapat dihentikan dan jumlah korban yang ditimbulkannya bisa dikurangi, termasuk untuk anak-anak yang masih berada dalam usia sekolah.

Melihat kondisi pembelajaran seperti ini, timbul pula pertanyaan dalam fikiran kita, apakah prestasi sekolah dan kualitas pembelajaran pada saat ini masih bisa ditingkatkan atau dipertahankan. Selama ini dengan pola pembelajaran tatap muka secara langsung saja antara guru dengan peserta didik sudah sangat sulit untuk meningkatkan prestasi.



Apalagi sekarang yang pola pembelajarannya dilakukan dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dalam bentuk dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring). Dimana guru dan peserta didik tidak lagi bertatap muka secara langsung. Tentu harus ada langkah-langkah strategis yang harus dilakukan oleh sekolah agar kualitas pembelajaran dan mutu sekolah bisa ditingkatkan.

Menyikapi hal ini, sebagai seorang yang menggeluti pendidikan di sekolah apakah guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah harus lebih optimis meningkatkan kualitas pembelajaran dan prestasi sekolah di kehidupan normal baru (New Normal) ini. Dengan berbagai tindakan yang bisa dilakukan sesuai dengan situasi dan kondisi peserta didik dan guru.

Apakah dari segi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), ketersediaan jaringan Internet, kemampuan untuk membeli paket internet, ketersediaan sarana komputer dan Hand Phone, dukungan orang tua peserta didik dan lain sebagainya.

Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi sekolah di masa new normal ini ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Pertama, meningkatkan kualitas pembelajaran oleh guru melalui pembelajaran virtual, pembelajaran berbasis proyek (project based learning), penggunaan modul atau hand out.

Juga, pembelajaran melalui media elektronik seperti televisi dan radio, pembelajaran melalui media sosial seperti youtube dan blog, kunjungan guru ke rumah peserta didik atau di titik-titik kumpul yang sudah disepakati, serta penugasan berkala dan terukur.



Kedua, Pola manajemen kepala sekolah di masa new normal. Hal ini dapat dijabarkan dalam bentuk membuat perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi terhadap guru. Guru harus dibekali dengan ilmu dalam membuat perencanaan pembelajaran (dalam kegiatan Lokakarya) agar bisa digunakan untuk peserta didik yang belajar dari rumah dengan menggunakan model pembelajaran yang sesuai dengan kondisi peserta didik saat ini.

Perencanaan yang telah dibuat guru dipastikan terlaksana secara konsisten agar peserta didik benar-benar bisa belajar dari rumah tidak seperti tatap muka di kelas sebagaimana biasanya. Selanjutnya dilaksanakan monitoring dan evaluasi. Meskipun peserta didik belajar di rumah, evaluasi dan penilaian tetap dilakukan secara berkala baik dalam hal sikap, pengetahuan serta keterampilan dengan indikator-indikator yang telah ditetapkan. Semua ini harus dilakukan oleh kepala sekolah agar kualitas pembelajaran bisa dipertahankan dengan baik.

Ketiga, pengembangan kompetensi peserta didik sesuai dengan minat dan bakat. Dari segi manajemen, peserta didik dipetakan sesuai dengan bakat dan minat yang dimilikinya dan diberi arahan untuk belajar di rumah, jika ada kendala bisa berkonsultasi dengan guru lewat WA,Videocall, menggunakan zoom, google classroom dan lain sebagainya. Jika ada layanan tatap muka di sekolah tetap memperhatikan protokol covid. Menjalin kerjasama antara orangtua peserta didik dengan sekolah, serta guru pendamping perlu ditingkatkan.

Peningkatan prestasi di bidang Olimpiade Sain Nasional (OSN) bisa dilakukan dengan membuat modul dengan mengambil materi-materi yang esensial, pemberian soal-soal menarik disertai materinya dalam bentuk power poin ataupun video.

Sementara untuk FL2SN bisa juga dengan menggunakan video pembelajaran dan latihan. Guru membuat desain musik, gerakan dan dimodelkan dan dikirim kepada peserta didik, lalu mereka berlatih sendiri-sendiri yang dilanjutkan secara berkelompok. Hasil latihan di videokan dan dikirim kepada guru untuk diberikan masukan. Untuk Tahfidz peserta didik bisa melakukan setor ayat secara virtual.

Pemberian tugas kepada peserta didik bisa dipantau melalui aplikasi. Tahap selanjutnya diperiksa oleh guru dan dikembalikan lagi kepada peserta didik. Mudah-mudahan prestasi sekolah bisa ditingkatkan di Era New Normal ini.

Tip & Trik

loading…


 

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Pameran Bunga Bonsai Pikat Masyarakat Dharmasraya

SPIRITSUMBAR.COM, Dharmasraya – Untuk melestarikan dan menambah pengasilan di masa pandemi covid 19, Ikatan Pencinta ...