Beranda - Berita Pilihan - Polisi Ciduk 3 Pelaku Pengeroyokan Ridwan di Bukittinggi
Polisi interogasi para pelaku pengeroyok Ridwan (foto haluan)
Polisi interogasi para pelaku pengeroyok Ridwan (foto haluan)

Polisi Ciduk 3 Pelaku Pengeroyokan Ridwan di Bukittinggi

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com, Bukittinggi – Kepala Kepolisian Resor (Polres) Kota Bulittinggi AKBP Imam Pribadi Santoso mengatakan, telah menciduk tiga pelaku pengeroyok Ridwan, warga Aua Tajungkang Tangah Sawah, Selasa (21/4/2020) siang.

Menurutnya, 3 pelaku masing – masing CM (23), AB (24) dan MA  (24), diketahui usai meneguk minuman keras saat ditegur korban. Ridwan (32), warga Aua Tajungkang bekerja sebagai buruh bangunan tewas dikeroyok sejumlah pemuda, Selasa (21/4/2020) sekitar pukul 02.00 Wib dini hari.

Menurut Imam, korban dipukuli dengan menggunakan kayu dan batu oleh para tersangka. “Diduga para pelaku tidak terima ditegur oleh korban dan beberapa orang saksi. Korban menegur para pelaku untuk tidak berkumpul – kumpul pada masa pandemi corona. Karena tidak terima diingatkan korban, enam pemuda langsung mengeroyok korban dengan barang bukti yang telah diamankan batu dan kayu,” tuturnya.


Simak : Jelang PSBB, Satu Nyawa Melayang, HM Nurnas : Sangat Kita Sayangkan

Artikel Lainnya

loading…


Kronologi kejadian, menurut Imam, berawal ketika korban dan beberapa orang saksi mendengar keributan dan kata kasar di luar Balai Pemuda Sawah Tangah. Mendengar keributan tersebut, korban bersama dua orang saksi ke luar ruangan balai pemuda dan melihat sekitar 10 orang tengah berada di jalan.

“Korban bersama saksi – saksi lalu turun dari ruangan balai pemuda mendekati gerombolan pemuda itu untuk menanyakan perihal kegaduhan yang terjadi,” ujarnya.

Setelah ditegur, beberapa orang pemuda meminta maaf dan membubarkan diri. Korban dan para saksi kemudian kembali ke balai pemuda. ”Namun beberapa saat kemudian, beberapa orang pelaku berteriak dengan kata kotor. Korban dan para saksi kembali menoleh ke luar. Namun, para pelaku langsung mengejar korban dan memukul menggunakan batu dan kayu,” ujarnya.

Korban dan satu orang saksi mendapat pukulan dari para pelaku. Sementara saksi lain juga melakukan perlawanan dengan membalas melempari para pelaku dengan pecahan pot bunga.

Setelah memukuli korban, pelaku lalu pergi. Saksi – saksi melihat korban sudah tergeletak di tengah jalan. Dua orang saksi membawa korban ke RS Ahmad Mukhtar Bukittinggi. “Sampai di ruang isolasi I IGD RSAM, korban dinyatakan sudah meninggal,” ujarnya.

Tiga tersangka yang ditangkap sudah diamankan di Mapolres Bukittinggi, bersama barang bukti. Saksi yang dilibatkan dalam kasus pengeroyokan tersebut menurut Imam ada empat orang. Yakni, Rizky Fitrigo (23), Irsan Ariansyah Putra (20), Yoga (19) dan Fino (19).

Para pelaku diamankan bersama barang bukti untuk pengembangan kasus lebih lanjut. “Kasus ini kita kembangkan untuk mengungkap tersangka lainnya. Para tersangka akan dijerat pasal 170 ayat 3 KUHP tentang tindak kekerasan yang menyebabkan hilangnya nyawa orang lain dengan ancaman 12 tahun penjara,” tutupnya. (Salih/rel)


 

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Alex Indra Lukman

HUT RI ke 75, Momentum Memerdekakan Daerah 3T dari Keterasingan Sinyal Internet

Spiritsumbar.com, Padang – Era kenormalan baru pada masa Pandemi Covid19, merupakan tantangan yang harus segera ...