Depan - Pariwisata - Destinasi - Pesona Puncak Batu Nago, Bak Gadis Yang Butuh Polesan
Pesona Puncak Batu Nago di Batang Kapas, Pesisir Selatan (foto Niko - Spiritsumbar.com)
Pesona Puncak Batu Nago di Batang Kapas, Pesisir Selatan (foto Niko - Spiritsumbar.com)

Pesona Puncak Batu Nago, Bak Gadis Yang Butuh Polesan

Print Friendly, PDF & Email

SpiritSumbar.com  – Batu Nago merupakan sebuah legenda yang menjadi sejarah di hamparan pantai labuhan baru yang terletak di Kenagarian Koto Nan Duo Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan. Kamis, 8 Desember 2016

Jika dilihat dari Kejauhan batu naga ini berbentuk seperti siput, namun bila kita menghampirinya secara dekat dan bersentuhan langsung banyak pesona – pesona keindahan yang terpancar. Hanya orang yang pernah berkunjung akan menyatakan tempat itu sungguh luar biasa indahnya.

Diatas batu yang menguning itu, pandangan terasa jernih dan sejuk. Pikiran lepas dan seakan semua beban yang berada di pundak pengunjung terbang sirna melayang – layang.

Belum lagi, tepian pantainya yang bersih, jernih serta  batu karang kecil dan batu hitam sungai yang berjejeran di sekitar pantai, inilah potensi keindahan yang membuat pengunjung tidak pernah  bosan .

Keindahan kawasan yang tersimpan di Kampung Labuhan baru ini, hiduplah masayarakat yang terdiri dari 22 Kepala Keluarga (KK).

Mereka yang rata-rata bekerja sebagai Nelayan cukup menafkahi keluarga, dapat pagi hilang petang. Meskipun begitu, warganya hidup damai dan tentram.

Dulu warga disana hidup berkelam- kelam. Tidak ada aliran listrik yang masuk. Namun kini baru saja satu bulan, kampung kecil mereka telah dialiri  listrik yang dapat menerangi rumah- rumah semi permanennya.

“Sebelumnya, kami dapat bantuan penerangan dari tenaga surya pak, tapi sekarang sudah ada aliran listrik, alhamdulilah, kami sudah bisa menonton televisi” kata Ujang (42) warga disana.

Mengunjungi kampung kecil disana merasakan tempat tersebut sungguh nyaman dan asri. Namun Sungguh disayangkan akses jalan menuju lokasi belum begitu memadai.

Ada dua alternatif untuk bisa sampai ke Pantai Labuhan Baru sekaligus melihat keindahan alam diatas puncak batu Nago. Bisa menggunakan sampan kecil atau menuju jalan setapak dengan melewati area perbukitan.

Jika ingin berkunjung kesana, dari padang menuju batang kapas akan menghabiskan waktu sekitar 3 jam atau kurang lebih 100 KM. Dan setiba, di Persimpangan Gapura dekat Kantor Kenagarian Koto Nan Duo, pengunjung akan melintasi area hutan- hutan kecil di tepi jalan yang membelok kiri dan kanan serta menempuh pendakian dan penurunan. Sekitar 3 KM menuju tepian pantai, ditemukan jalan- jalan dan jembatan rusak yang butuh sentuhan langsung pula oleh pemerintah daerah.

Walinagari Koto Nan Duo, Ben Suhandri mengatakan bahwa kawasan Pantai Labuhan Baru sangat patut dan layak untuk dikembangkan menjadi Destinasi Wisata yang tidak pula kalah indahnya dengan kawasan wisata lain seperti Mandeh dan sekitarnya.

“Saya yakin, bila akses menuju lokasi bagus, maka pengunjung akan berhamburan datang kesana” ungkap Ben Suhandri.

Ia menuturkan sebetulnya sudah banyak orang yang mengetahui lokasi tersebut, namun karena keterbatasan akses yang kurang mendukung membuat pengunjung memilih destinasi wisata yang mudah terjangkau.

Selain Pantai Labuhan Baru, juga ada kawasan lain seperti Pantai Taluak Kasai dan Sungai Kanduang. Masyarakat setempat memang berharap besar agar akses pendukung dalam memajukan kawasan wisata dapat diberikan perhatian.

” Selaku masayarakat, kami siap menjunjung tinggi nilai sopan santun, etika dan sikap keramahtamahan para wisatawan yang ingin berkunjung, kini tinggal lagi bagaimana semua pihak yang berkompeten untuk mengelola kawasan tersebut menjadi lebih maju, bernilai ekonomi yang dapat memberikan kontribusi dalam peningkatan ekonomi masayarakat maupun untuk menambah pendapatan asli daerah (PAD) ” kata, Yudi (28) masayarakat setempat.

Penulis : Niko

Editor : Saribulih

ARTIKEL SPIRIT LAINNYA

loading…


Lebih Lengkap di versi Cetak The Public

Hadir sampai ke Pelosok Sumatera Barat dan Rantau

Cover The Public Edisi 03 - Minggu I Des Tahun IV (Terbit Tiap Senin)
Cover The Public Edisi 03 – Minggu I Des Tahun IV (Terbit Tiap Senin)

Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Pertamina Tambah Pertashop, Masyarakat Sumbar Merasa Terbantu

SPIRITSUMBAR.com, Padang – Untuk memudahkan masyarakat dalam memperoleh ketersedian Bahan Bakar Minyak (BBM), PT Pertamina ...