Minggu , 19 September 2021
Depan - Berita Pilihan - Pertamina Komit Kembangkan Kemandirian Ekonomi Mitra Binaan di Tengah Pandemi

Pertamina Komit Kembangkan Kemandirian Ekonomi Mitra Binaan di Tengah Pandemi

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.com, Teluk Kabung – Pandemi Covid-19 tidak hanya merusak tatanan kesehatan masyarakat. Lebih dari itu, virus ini telah menghempaskan ekonomi dan sosial kemasyarakatan.

Sektor ekonomi mengalami dampak serius akibat pandemi Covid-19. Meskipun begitu, PT Pertamina (Persero) terus berkomitmen membangun dan mengembangkan kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasinya.

Warga sekaligus mitra binaan Pertamina di Teluk Kabung Utara, Santi Fitri mengatakan, ia mampu bertahan dan tetap eksis menjalankan usaha menjahit di tengah pandemi.

Mitra Binaan Pertamina
Mitra Binaan Pertamina

Padahal sebelumnya, Santi hanya ibu rumah tangga dan istri dari seorang nelayan dengan penghasilan tidak menentu.

“Penghasilan suami saya sangat memprihatinkan, tidak menentu, rata-rata hanya Rp 30 ribu per hari dan kadang tidak ada sama sekali. Dulu kami harus hutang sana sini untuk mencukupi kebutuhan,” ujar Santi.

Kemudian, lanjutnya, ia mengikuti pelatihan menjahit yang merupakan program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pertamina Integrated Terminal (IT) Teluk Kabung. Setelah lima bulan mengikuti pelatihan, Santi membuka jasa jahit.

“Kami memperoleh peralatan dan perlengkapan menjahit dari Pertamina, kami belajar keras dan semakin berani menerima jahitan,” ucapnya.

Selain itu, Santi memberikan ilmunya secara gratis kepada kelompok masyarakat lain, ia berkeliling untuk mengajari masyarakat hingga terbentuk kelompok baru yang bernama D’Kartinis.

“Belajar bersama Bunda Santi membuat saya lebih baik. Sekarang saya sudah menerima jahitan tempahan sendiri, misalnya membuat baju anak, seprai, souvenir dan lain-lain, sangat bermanfaat,” kata anggota kelompok D’Kartinis, Yasni.

Saat pandemi, Santi dan anggota kelompok D’Kartinis memproduksi masker kain. Pesanan masker terus berdatangan dari berbagai daerah, mulai dari Kota Padang, Kota Payakumbuh, Kabupaten Pesisir Selatan, hingga Pulau Jawa. Dengan kegigihan dan keahlian yang sudah dimiliki, kini Santi bisa mendapatkan penghasilan dari upah jahit sebanyak Rp 200 ribu per hari.

Pada kesempatan berbeda, Unit Manager Communication Relation & CSR Pertamina Regional Sumbagut, Taufikurachman menjelaskan, pihaknya akan terus berkomitmen dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Ia berharap pandemi Covid-19 tidak menghalangi mitra binaan Pertamina untuk semakin berkarya.

“Melalui program CSR kami terus berkomitmen mendorong ibu pejuang seperti Ibu Santi dan kelompoknya untuk terus berdaya dan menjadi agen perubahan (agent of change) dalam masyarakat. Kita berharap seluruh mitra binaan Pertamina dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat seperti energi yang terus bergerak membawa perubahan,” kata Taufikurachman.

Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Rektor UM Sumbar Dr. Riki Saputra sedang menjelaskan perihal konferensi internasional ICoNTISH kepada para jurnalis dan peserta konferensi pers

Pertama Kali Digelar PT sejak Pandemi Covid-19, UM Sumbar akan Gelar Konferensi Internasional ICoNTISH

SPIRITSUMBAR.com, Padang – Melakukan penelitian dan menulis merupakan sebuah kewajiban bagi seorang akademisi. Selain itu, ...