Depan - Pendidikan - Artikel - Pergerakan Pembelajaran di Era Covid-19
Feri Fren
Feri Fren

Pergerakan Pembelajaran di Era Covid-19

Print Friendly, PDF & Email

Oleh : Feri Fren (Widyaiswara LPMP Sumbar)

Pembelajaran diselenggarakan sebagai ruang interaksi terbangunnya relasi antara guru dengan peserta didik dalam mengembangkan segenap potensi kompetensi spiritual, sosial, pengetahuan dan keterampilan.

Hal ini harus didukung dengan dinamika pembelajaran yang berjalan secara efektif dengan suasana belajar yang menyenangkan sehingga membuat peserta didik lebih termotivasi untuk belajar.

Motivasi belajar peserta didik dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yakni faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal bisa dipengaruhi oleh minat, motivasi, perhatian belajar, kesiapan belajar, inteligensi quotion dan lain sebagainya.

Sementara dari segi faktor eksternal dapat juga dipengaruhi oleh sarana, dukungan orang tua, termasuk juga dengan adanya pandemi Covid-19 saat ini. Kenyataan menunjukkan bahwa dinamika pembelajaran di Indonesia agak terganggu dengan adanya pandemi Covid-19 yang telah mengubah paradigma pendidikan dan pembelajaran kita.

Kasus pandemi Covid-19 ini tidak hanya menyerang sistem pernapasan manusia saja, akan tetapi juga dapat menyerang sistem pendidikan dan pembelajaran yang diselenggarakan secara normal melalui pembelajaran tatap muka di sekolah. Sebagai dampaknya dapat kita lihat pada berbagai hal.

Pertama, proses pembelajaran yang semula berada di sekolah dialihkan ke rumah melalui proses pembelajaran dalam bentuk dalam jaringan (daring).

Kedua, terjadi transformasi media pembelajaran berbasis teknologi melalui penggunaan Wathshap Group, Zoom, Google Classroom, Webex, Youtube, saluran Televisi dan media online lainnya.

Ketiga, terjadinya penyesuaian metode pembelajaran yang sesuai dengan situasi dan kondisi. Keempat, penyesuaian evaluasi pembelajaran untuk penentuan standar kenaikan kelas dan kelulusan.

Kelima, tuntutan kolaborasi orangtua peserta didik di rumah sebagai pengganti peran guru dalam memfasilitasi dan mengontrol pembelajaran peserta didik.

Krisis yang sedang berada di depan mata dan sedang berlangsung memaksa semua pihak dalam dunia pendidikan dalam menginovasi pembelajaran melalui pembelajaran jarak jauh melalui pembelajaran dalam jaringan (daring). Hal ini dimaksudkan agar proses pembelajaran tetap berlangsung secara normal di tengah mewabahnya pademi Covid-19.

Proses interaksi dalam pembelajaran akan berjalan dengan baik jika guru kreatif memanfaatkan berbagai media dan metode dalam pembelajaran untuk menstimulus peserta didik belajar dengan motivasi yang baik dalam pembelajaran. Sudirman (2004: 45) mengemukakan pembelajaran sebagai suatu proses berubah. Sehingga maksud dari suatu proses pembelajaran dimaknai sebagai suatu usaha sadar dalam mengubah aspek tingkah laku.

Pandemi Covid-19 telah menyebabkan pembelajaran dilakukan dari rumah juga berdampak pada penyesuaian metode pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Guru harus mampu memilih metode yang bagus dalam situasi waktu yang singkat selama pembelajaran menggunakan aplikasi dalam jaringan.

Kenyataan selama ini menunjukkan bahwa guru lebih mengandalkan metode ceramah dan penugasan.Penyampaian materi pelajaran juga dipadatkan untuk menghemat waktu dan biaya dalam penggunaan aplikasi. Sehingga, pembelajaran dirasakan kurang maksimal karena terbentur biaya pemakaian aplikasi dalam jaringan.

Dinamika penggunaan metode tersebut tidak maksimal karena disebabkan oleh faktor kelengkapan fasilitas. Dalam pembelajaran daring, fasilitas yang paling utama adalah jaringan telekomunikasi yang baik dan harus ditunjang dengan biaya data yang terjangkau. Sementara tidak semua peserta didik berada pada level ekonomi yang mampu mencukupi tuntutan biaya penggunaan aplikasi tersebut.

Demikian juga dalam hal penilaian, selama masa pandemi sistem evaluasi pembelajaran seperti penilaian harian, penilaian tengah semester, dan penilaian akhir tahun menjelang kenaikan kelas dirasakan kurang maksimal karena beberapa alasan di antaranya peserta didik disemua jenjang pendidikan sekolah mengisi soal ujian secara daring tanpa pengawasan guru secara ketat.

Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa Covid-19 telah memberikan dampak terhadap paradigma pengukuran hasil pembelajaran di setiap jenjang pendidikan sekolah. Konsekuensi logis di tengah krisis ini ialah dilakukannya penyesuaian yang jika dianalisis dirasakan kurang efektif dalam menentukan standar kenaikan kelas maupun kelulusan sekolah peserta didik karena mengandalkan nilai yang telah dicapai peserta didik sebelumnya.

Dengan demikian, institusi pendidikan tidak memperoleh gambaran otentik tentang perkembangan hasil belajar peserta didik selama masa pandemi.
Bersekolah dari rumah dengan seluruh rangkaian pembelajaran daring menghidupkan kolaborasi penuh orangtua peserta didik. Orangtua menjadi pengganti guru selama belajar di rumah. Orang tua yang sebelumnya lebih mencurahkan waktunya mencari nafkah kembali mengaktifkan peranannya secara total mengawasi anak di rumah.

Situasi kiris Covid-19 setidaknya berdampak pada peranan orang tua dengan berkolaborasi menyelamatkan diri anak sekaligus waktu belajar anak. Ada dua peranan orang tua menurut Arifin (2007: 87) yaitu orantua berperan mendidik anak secara langsung dan berperan sebagai pelindung anak. Kedua peranan ini sangat sesuai dengan situasi pandemi saat ini. Dengan adanya pandemi covid-19 memberikan pergerakan proses dalam pembelajaran. Mudah-mudahan mulai tahun pelajaran baru 2021/2021 nanti pembelajaran di sekolah bisa kembali berjalan normal seperti semula. Semoga.

Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

BazNas Padang Panjang Salurkan Modal Usaha Berupa Barang

Padang Panjang, Spiritsumbar – BAZNas Kota Padang Panjang menyerahkan zakat senilai Rp 227,8 juta kepada ...