Minggu , 26 September 2021
Depan - Pendidikan - Artikel - Perencanaan dan Pelaksanaan Pembelajaran di Masa Darurat Covid-19
Nelfi Alida
Nelfi Alida

Perencanaan dan Pelaksanaan Pembelajaran di Masa Darurat Covid-19

Print Friendly, PDF & Email

Oleh : Nelfi Alida (Mahasiswa Pasca Sarjana IAIN Batusangkar)

Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) pada pasal 1 ayat 1 menyatakan, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaraan agar peserta didik secara aktif dapat mengembangkan segala potensi dirinya.

Bila kita cermati pasal tersebut lebih mendalam, seorang guru sebelum melaksanakan proses pembelajaran haruslah menyusun perencanaan pembelajaran, agar pembelajaran yang dilakukannya bisa lebih terarah dan sesuai dengan yang diharapkan kompetensi dasar (KD).

Dalam menyusun perencanaan pembelajaran, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mengeluarkan peraturan Nomor 22 tahun 2016 tentang standar proses pendidikan dasar dan menengah. Dalam Permendikbud tersebut telah diatur secara rinci bagaimana proses pembelajaran itu harus direncanakan dengan matang yang nantinya dituangkan dalam sebuah rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).



Sudah menjadi kewajiban dan tugas utama bagi seorang guru untuk menyusun rencana pembelajaran. Penyusunan perencanaan pembelajaran juga harus memperhatikan standar isi dan standar kompetensi lulusan. Sebagai bentuk administrasi sekolah, RPP dimasukkan ke dalam Dokumen 3 KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan).Dokumen KTSP sebaiknya dibuat sebelum proses pembelajaran dimulai, yakni sebelum dimulainya tahun pelajaran baru.

Perencanaan pembelajaran inilah yang nantinya akan menjadi acuan dan rambu-rambu dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas oleh guru. Menyikapi kondisi kita saat ini yang sedang dilanda pandemi covid-19, mengakibatkan konten RPP mengalami perubahan. Proses pembelajaran berobah dari tatap muka langsung menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang bisa dilakukan secara Daring (dalam jaringan) maupun Luring (luar jaringan).

Meskipun di tengah pendemi covid-19, proses pembelajaran harus tetap berjalan dengan baik. Anak-anak Indonesia tidak boleh kehilangan kesempatan untuk memperoleh pendidikan sekalipun pada kondisi darurat. Pembelajaran yang selama ini diadakan diruang-ruang kelas berpindah secara otomatis ke kelas virtual. Sebuah suasana yang pada awalnya asing bagi siapapun termasuk pelaksana pendidikan dan peserta didik, namun pada akhirnya harus bisa melakukan perubahan.

Pelaksanaan pembelajaran di masa darurat ini juga menjadi perhatian penting dari para pengambil kebijakan, Menteri Pendidikan dan kebudayaan Mas Nadiem Makarim telah melakukan berbagai manuver agar pembelajaran tetap berjalan meskipun dengan kondisi darurat. Berbagai kebijakan dilakukan, seperti pelaksanaan pembelajaran jarak jauh yang sudah dimulai semenjak bulan Maret 2020 kemaren.

Untuk mendukung pembelajaran jarak jauh ini, berbagai kebijakan lain menyusul seperti pemberian bantuan kuota Internet untuk semua warga sekolah dan perguruan tinggi. Terhitung bulan September 2020, secara resmi seluruh warga sekolah dan perguruan tinggi telah menerima bantuan kuota internet tersebut untuk mendukung proses pembelajaran

Permasalahan tidak selesai sampai di situ, kuota internet yang disebut dengan paket pendidikan tidak akan bermnafaat jika pembelajaran jarak jauh tidak dilaksanakan secara optimal. Alokasi dana sebesar Rp 7,2 triliun untuk bantuan kuota internet akan menguap tanpa hasil. Untuk itu peran guru sebagai pelaksana pendidikan yang sekaligus menjadi ujung tombak dalam mensukseskan pendidikan dimasa darurat ini perlu ditingkatkan.

Guru harus betul-betul mempersiapkan pembelajaran terbaik untuk peserta didiknya, sekalipun kondisi pembelajaran jauh berubah. Pemerintah melalui Kemendikbud juga sudah mengeluarkan aturan terbaru tentang pelaksanaan kurikulum dalam kondisi darurat khusus. Pemerintah melakukan relaksasi peraturan untuk guru dalam mendukung kesuksesan pembelajaran dimasa pandemi Covid-19. Diantara relaksasi itu adalah guru tidak diwajibkan memenuhi beban mengajar tatap muka 24 jam dalam satu minggu. Hal ini bertujuan agar guru dapat lebih fokus dalam memberikan pembelajaran interaktif kepada peserta didik.

Pencapaian kurikulum dalam pembelajaran dimasa darurat Covid ini juga mendapat relaksasi. Permendikbud Nomor 37 Tahun 2018 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar pada Kurikulum 2013 pada pendidikan dasar dan menengah dengan diterbitkannya “ Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum Pada Satuan Pendidikan Dalam Kondisi Khusus” yang disebut dengan Kepmendikbud Nomor 719/ P/2020.

Salah satu poin penting dari Kepmendikbud ini adalah “Pembelajaran dalam kondisi khusus dilaksanakan secara kontekstual dan bermakna dengan menggunakan berbagai strategi yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi peserta didik, satuan pendidikan dan daerah serta memenuhi prinsip pembelajaran”.

Pembelajaran tidak menargetkan pencapaian kurikulum secara mutlak, tapi harus memperhatikan kondisi peserta didik baik secara psikis ataupun secara sosial ekonomis. Dalam pembelajaran dimasa pandemi Covid-19 ini, pembelajaran tidak akan terlaksana dengan baik tanpa dukungan penuh orang tua apalagi untuk anak Pendidikan Usia Dini (PAUD) dan Sekolah Dasar (SD). Maka kebutuhan dan kondisi peserta didik menjadi faktor atau aspek penting yang menjadi pertimbangan dalam merancang sebuah pembelajaran.

Kepmendikbud ini hadir sebagai payung hukum bagi pendidik dalam merancang dan merencanakan pembelajaran. Sehingga rasa was-was yang selama ini hadir akibat tuntutan pencapaian kurikulum yang tidak mungkin tercapai optimal dimasa Darurat Covid-19 dapat teratasi. Keputusan ini juga seharusnya menjadi jawaban atas pertanyaan yang banyak muncul dari masyarakat tentang “tidak efektifnya” pembelajaran jarak jauh yang selama ini dilaksanakan.

Banyak komentar negatif bermunculan tentang Guru yang hanya “Makan Gaji Buta” selama pembelajaran jarak jauh di masa covid-19. Masyarakat menilai bahwa guru tidak bekerja dan libur panjang selama pembelajaran daring. Jika kita sadari betul, guru punya tugas berat mempersiapkan dan merancang pembelajaran yang dikemas dalam bentuk pembelajaran jarak jauh.

Selama ini guru hadir dihadapan peserta didik dengan persiapan yang sudah matang karena profesi yang sudah digeluti cukup lama. Namun berbeda dengan situasi darurat Covid-19 saat ini. Guru harus menghadapi peserta didik dengan latar belakang kompetensi dan psikologi yang berbeda-beda di tempat yang berbeda. Oleh karena itu, untuk mempersiapkan pembelajaran bagi peserta didik dengan kodisi seperti ini juga tidak hal yang mudah.

Dalam keputusan ini peserta didik tidak dituntut untuk menguasai seluruh kompetensi yang ada jika situasi tidak memungkinkan. Situasi yang dimaksud adalah ketersediaan fasilitas yang tidak memadai dan tidak merata dimiliki oleh seluruh peserta didik. Kesulitan pencapaian kompetensi karena sistem belajar jarak jauh juga menjadi pertimbangan dalam menentukan standar penilaian nantinya. Kondisi lingkungan termasuk keluarga yang tidak mampu memfasilitasi anaknya belajar secara optimal juga harus menjadi perhatian dalam merancang pembelajaran dan menentukan pencapaian target pembelajaran.

Pembelajaran yang efektif lahir dari perencanaan yang efektif pula, semoga relaksasi yang diberikan pemerintah dalam bentuk Keputusan Mendikbud Nomor 719/ P/2020 dapat menghadirkan pembelajaran yang bermakna dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional secra utuh.

Kondisi Darurat bukanlah halangan untuk berjalannya sebuah proses pendidikan. Akan tetapi perencanaan yang tepat untuk situasi yang tepat akan menghasilkan pembelajaran yang efektif di dalam masa Darurat Covid-19. Semoga.

Tip & Trik

loading…


 

Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Novrianto

Ughang Piaman di Padang Cari Pemimpin

SPIRITSUMBAR.com, Padang – Ughang Piaman di Kota Padang sambuah alah banyak e. Nah untuk menguatkan ...