Depan - Advertorial - Penyaluran BLT Nagari Desa Baru Pasbar Tuntas
Kasi Kesra Suryadi (PDH) bersama PLT Wali Nagari Desa Baru Sukri (baju Olahraga) foto bersama KPM Penerima manfaat BLT
Kasi Kesra Suryadi (PDH) bersama PLT Wali Nagari Desa Baru Sukri (baju Olahraga) foto bersama KPM Penerima manfaat BLT

Penyaluran BLT Nagari Desa Baru Pasbar Tuntas

Print Friendly, PDF & Email

Warga Mengaku Digunakan untuk Kebutuhan Pokok dan Paket Internet

SPIRITSUMBAR.COM, Pasaman Barat – Masyarakat Nagari Desa Baru Kecamatan Ranah Batahan Pasaman Barat merasa bersyukur atas perhatian pemerintah dalam memberikan bantuan pasca pandemi covid 19 di umumkan dunia sejak maret 2020 silam.

Casmat salah seorang Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Jorong Mulyo Rejo mengaku sangat berterima kasih dan merasa sangat terbantu dengan adanya bantuan uang tunai dari pemerintah, ia mengaku uang tersebut sangat membantu dalam kehidupanya dan ia mengaku mempergunakan uang tersebut untuk kebutuhan sehari – hari terutama guna membeli sembako.

Suarti salah seorang Keluarga Penerima Manfaat BLT Dana Desa Nagari Desa Baru asal Jorong Karangrejo mengaku bersyukur atas bantuan dana yang dia peroleh dari pemerintah, sehari – hari saya bekerja sebagai petani uang tersebut saya manfaatkan guna memenuhi kebutuhan lauk pauk dan persediaan di rumah.

Proses penyaluran BLT Dana Desa Nagari Desa Baru di Kantor Bank Nagari terdekat
Proses penyaluran BLT Dana Desa Nagari Desa Baru di Kantor Bank Nagari terdekat

Disaat himpitan ekonomi sulit pemerintah hadir dengan membantu uang tunai saya sangat berterima kasih bantuan tersebut saya peroleh.

Sementara itu Ponirin asal Jorong Sukorejo mengatakan bantuan langsung tunai sangat membantu saya terutama buat anak – anak yang sekolah, bantuan tersebut selain memenuhi kebutuhan sehari – hari juga dimanfaatkan guna membeli paket internet anak sekolah yang dilakukan secara online.



Tak jauh beda Nasib Wiyanto asal Jorong Sidomulyo mengaku bantuan tersebut besar manfaatnya saya sekeluarga dapat menyambung hidup dengan membeli kebutuhan ekonomi terutama beras buat makan.

Pelaksana Tugas (PLT) Wali Nagari Desa Ba Sukri mengatakan, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2020tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease (COVID-19) dan/ atau Dalam Rangka Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan atau Stabilitas Sistem Keuangan Menjadi Undang-Undang.

Selain itu dalam rangka melindungi masyarakat miskin, pemerintah memperluas Jaring Pengaman Sosial (JPS) termasuk yang tertuang dalam Peraturan Menteri Desa PDTT Nomor 6 Tahun 2020 tentang Perubahan Peraturan Menteri Desa PDTT Nomor 11 Tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa.

Diantaranya terkait penyediaan Bantuan Langsung Tunai yang bersumber dari Dana Desa (BLT Dana Desa). Dalam rangka melancarkan pelaksanaan BLT-Dana Desa ini berbagai kebijakan lain telah diterbitkan.

Diantaranya, Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 3 Tahun 2020 tentang Penanggulangan COVID-19 Di Desa Melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 40 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 205 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Dana Desa.

Salah seorang warga Desa Baru setelah mencairkan dana BLT di Bank Nagari terdekat
Salah seorang warga Desa Baru setelah mencairkan dana BLT di Bank Nagari terdekat

Dengan adanya desakan ekonomi, maka BLTDana Desa harus dilaksanakan secara cepat dan tepat sasaran sehingga perlu didukung data yang valid dan akurat.

Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-Dana Desa) adalah bantuan uang kepada keluarga miskin di desa yang bersumber dari Dana Desa untuk mengurangi dampak pandemi COVID-19.

Adapun nilai BLTDana Desa adalah Rp 600.000 setiap bulan untuk setiap keluarga miskin yang memenuhi kriteria dan diberikan selama 3  bulan dan Rp300.000 setiap bulan untuk tiga bulan berikutnya. BLT-Dana Desa ini
bebas pajak.

Jika kebutuhan desa melebihi ketentuan maksimal yang dapat dialokasikan oleh desa, maka Kepala Desa dapat mengajukan usulan penambahan alokasi Dana Desa untuk Bantuan Langsung Tunai kepada Bupati/Wali Kota.

Usulan tersebut harus disertai alasan penambahan alokasi sesuai keputusan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) Calon penerima BLT-Dana Desa adalah keluarga miskin baik yang terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) maupun yang tidak terdata (exclusion error) yang memenuhi kriteria sebagai berikut Tidak mendapat bantuan PKH/BPNT/pemilik Kartu Prakerja.

Mengalami kehilangan mata pencaharian (tidak memiliki cadangan ekonomi yang cukup untuk bertahan hidup selama tiga bulan ke depan), Mempunyai anggota keluarga yang rentan sakit menahun/kronis.

Ia menambahkan, Bantuan Langsung Tunai Nagari desa Baru dengan sasaran penerima BLT dari dana desa adalah warga miskin yang kehilangan mata pencaharian akibat covid19 dan belum mendapat bantuan apapun dari Jaring Pengaman Sosial (JPS) pemerintah yang ada seperti Program Keluarga Harapan (PKH) , Bantuan Pangan non tunai (BPNT).

“Juga, Program Kartu Pra Kerja, dan program bantuan pemerintah lainnya. Bahkan, ditambahkan sasarannya yakni keluarga yang memiliki rentan penyakit menahun atau sakit kronis,” katanya.

Sementara itu Kasi Kesra Nagari Desa Baru Suryadi mengatakan , penyaluran Bantuan Langsung Tunai kepada keluarga penerima mamfaat (PKM) disalurkan melalui rekening masing – masing dengan Bank yang ditunjuk yakni Bank Nagari Cabang terdekat.

Ia menjelaskan , bantuan langsung tunai BLT Nagari Desa Baru terhitung sejak bulan April – Desember 2020 selama 9 bulan telah sukses tersalurkan kepada Keluarga Penerima Mamfaat pada tahap III telah tuntas pada tanggal 18 Desember 2020 kemarin.

Ia mengatakan dari Anggaran Pendapatan Belanja (APB) Nagari Desa Baru tahun 2020 sebesar 32,5% dialokasikan untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) dengan total uang berjumlah Rp.1.278.000.000 (Satu miliar dua ratus tujuh puluh delapan juta rupiah).

Kerajinan Batik Nagari Desa Baru yang terdampak Pandemi Covid 19
Kerajinan Batik Nagari Desa Baru yang terdampak Pandemi Covid 19

Ia merinci penyaluran BLT Nagari Desa Baru periode tahap I bulan April, Mei dan Juni Keluarga Penerima Mamfaat sebanyak 310 KK dengan besar Rp 600.000 per bulanya, sementara periode tahap II dan III setelah dilakukan revisi terdapat penambahan daftar keluarga penerima mamfaat menjadi 400 Kepala Keluarga terhitung sejak bulan Juli s/d Desember 2020 telah disalurkan masing – masing perbulanya dengan nominal Rp 300.000.

Sehingga total keluarga penerima manfaat Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa Nagari Desa Baru Kecamatan Ranah Batahan sejak April – Desember 2020 dengan volume 3.330 KK telah tuntas tersalurkan kepada penerima manfaat.

Pelaksana Tugas (PLT) Wali Nagari Desa Baru Sukri menambahkan ia berpesan agar bantuan tersebut dapat meringankan himpitan ekonomi warganya yang terdampak dari Covid 19 sehingga roda perekonomian dapat juga berjalan walau dalam kondisi sulit.

Selain BLT Nagari Desa Baru Pasbar saat ini juga memiliki industri kerajinan lokal yakni kerajinan membatik di saat pandemi covid 19 melanda mengalami dampak omset yang menurun drastis. Sehingga mau tidak mau kondisi produksi kerajinan batik Desa Baru tersebut menjadi terhambat.

“Sementara industri kerajinan lokal ini juga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat setempat hingga saat ini kita juga telah melakukan langkah – langkah mulai dari promosi melalui medsos hingga berkirim surat kepada pemerintah daerah baik kabupaten hingga provinsi,”  ujar Sukri. (Adv/BUYUNG)

Tip & Trik

loading…


Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Bright Gas Bersinergi Dengan UMKM Randang Payakumbuh Menuju Go Digital

Rangkaian Kampanye City of Randang SPIRITSUMBAR.com, Padang – Sebanyak 40 UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan ...