Kamis , 23 September 2021
Depan - Pendidikan - Artikel - Pengawasan Pembelajaran Daring
Harnieti
Harnieti

Pengawasan Pembelajaran Daring

Print Friendly, PDF & Email

Oleh : Harnieti (Kepala UPTD SMPN 1 Kecamatan Luak)
Saat ini Indonesia dan beberapa Negara di dunia sedang diuji dengan mewabahnya virus corona. Virus berbahaya yang mematikan ini, menyebabkan pemerintah mengambil kebijakan penting.

Kebijakan dikeluarkan ketika wabah ini sudah sampai ke berbagai daerah tertentu. Kebijakan pertama diawali dengan dikeluarkannya Surat Edaran pada tanggal 16 Maret 2020. Saat ini sudah tiga kali keluar edaran resmi dari pemerintah masing-masing daerah menyangkut hal tersebut.

Kebijakan ini mewajibkan kegiatan belajar, bekerja dan beribadah di rumah saja. Hal ini diberlakuan dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus corona. Dalam masa stay at home ini, maka dikenal pula istilah Work From Home (WFH), yaitu bekerja di rumah.




Menyangkut bidang pendidikan maka di berlakukan istilah belajar di rumah. Pelaksanaan belajar di rumah, tentulah tidak gampang dalam pelaksanaannya. Sebab antara guru dan siswa tidak bertatap muka seperti biasanya.

Dibutuhkan berbagai hal, agar bisa terlaksana secara maksimal. Walau pun saat ini kemajuan teknologi, terutama dalam bidang IT, dapat membantu jalannya kegiatan belajar di rumah. Namun tentu perlu metode khusus dalam menyikapinya.
Artikel Lainnya

loading…


Pembelajaran jarak jauh seperti ini sering disebut dengan pembelajaran daring. Pembelajaran daring adalah pembelajaran yang dilakukan tanpa melakukan tatap muka melalui platform yang tertentu yang tersedia.

Diantaranya. dibutuhkan alat bantu yang dapat menghubungkan antara guru dengan siswa. Saat ini alat yang paling lazim digunakan adalah handphone android. Sebab dengan berbagai aplikasi yang ada pada android, dapat menyebabkan guru dan siswa terhubung dalam jumlah dan waktu tertentu. Selain itu juga dibutuhkan program aplikasi berupa link yang dapat dimanfaatkan untuk itu.

Namun, jika kita cermati pelaksanaan pembelajaran daring saat ini menemui berbagai kendala. Apalagi bagi daerah-daerah tertentu. Diantara kendala tersebut adalah:

  1. Tidak semua siswa memiliki HP android. Kehidupan ekonomi setiap siswa tentunya berbeda-beda. Bagi sekolah yang berada di daerah, kondisi ekonomi siswa lebih dominan berada pada kelas menengah ke bawah. Jangankan untuk memiliki barang yang tergolong mewah tersebut. Untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari saja, kebanyakan mereka sudah sulit.
  2. Pembelajaran daring butuh biaya yang besar. Belajar jarak jauh dengan menggunakan sistim daring tentu harus dimodali dengan tersedianya paket internet, sehingga mereka bisa terhubung dengan sistim yang telah ditentukan. Apalagi dengan jumlah mata pelajaran yang cukup banyak (sepuluh mapel) setiap minggu, tentu butuh biaya pulsa internet yang mahal. Tentu tidak semua orang tua siswa mampu untuk itu.
  3. Tidak semua daerah tempat tinggal siswa terjangkau oleh jaringan/ sinyal internet. Walau pun mereka punya alat, tapi jika daerahnya tidak ada sinyal internet tentu juga tidak bisa mengikuti pembelajaran daring dengan baik.
  4. Butuh adanya pengawasan terhadap pembelajaran daring. Tidak semua siswa memiliki kesadaran untuk belajar tanpa ada yang mengawasi. Sebagian besar dari mereka mau belajar jika ada yang memberikan perhatian, bimbingan dan pengawasan terhadap mereka.

Nah, tentu saja dalam hal pembelajaran daring dituntut peran berbagai pihak dalam mengawasinya. Selama kegiatan belajar di rumah, tentu sangat diharapkan peran orang tua untuk ikut dalam mengawasi anaknya. Terutama selama kegiatan belajar. Pertanyaannya, apakah setiap orang tua siswa mau dan mampu menjalankan peran tersebut?

Tidak semua orang tua siswa mampu menjalan peran untuk mengawasi anaknya selama kegiatan belajar di rumah. Kebanyakan mereka masih disibukan dengan urusan memenuhi kebutuhan keluarga. Walau pun adanya anjuran untuk stay at home dan Pembatasa Sosial Berskala Besar (PSBB) saat ini.

Lalu, apakah pembelajaran daring dapat berjalan dengan efektif?. Selain itu apakah sudah setiap guru dapat menjalankan pembelajaran daring?. Menyadari berbagai kelemahan dalam pembelajaran daring tersebut, tentu dibutuhkan berbagai trik tertentu.

Sekolah perlu menetapkan aturan yang jelas, efektif dan efisien agar pembelajaran daring dapat terlaksana dengan baik. Diantara ketentuan tersebut antara lain:

  1. Mendata siswa yang memiliki android, hp biasa dan yang tidak memiliki sama sekali. Tujuannya adalah untuk menentukan metode yang akan digunakan guru untuk pelaksanaan pembelajaran dan pemberian tugas. Bagi siswa yang memiliki android, mereka bisa tergabung dalam pembelajaran yang menggunakan aplikasi zoom, webinar, google classroom, ruang guru dan lain sebagainya. Tergantung aplikasi yang diminati guru. Namun bagi siswa yang tidak memiliki android, maka guru dapat melakukan pemberian tugas dengan cara telepon langsung kepada yang bersangkutan. Sedangkan bagi yang tidak memiliki HP sama sekali, tentu pula membutuhkan teknik tersendiri dalam menghadapinya, seperti meminta ia untuk bertanya langsung kepada temannya yang berdekatan rumahnya. Tentu saja dengan tetap mematuhi anjuran pemerintah untuk tetap memakai masker dan social distancing. Sementara penyerahan tugasnya kepada guru, diserahkan kepada kebijakan guru tersebut. Misalnya hanya diserahkan ketika sekolah telah di mulai nantinya.
  2. Menggabungkan siswa ke dalam WAG. Siswa dalam satu kelas sebaiknya digabungkan ke dalam WA group kelas atau per mapel. Hal ini dilakukan untuk memudahlan guru dalam mengontrol pembelajaran yang diikuti siswa maupun pengerjaan tugas. Dengan tergabungnya mereka di satu WA group maka guru atau pun walas akan mudah dalam melakukan pengawasan.
  3. Menentukan jadwal khusus setiap hari selama masa pandemik dan kegiatan belajar di rumah. Ini penting, sebab adanya keluhan sebagian besar siswa yang kewalahan dengan pengerjaan tugas setiap hari dengan jadwal seperti biasanya. Misalnya setiap hari hanya terdiri dari 3-4 mapel saja. Sehingga memberi ruang bagi siswa dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan guru dengan baik.
  4. Adanya pengawasan orang tua, guru, kepala sekolah dan pengawas dalam pelaksanaan pembelajaran daring atau kegiatan belajar di rumah. Bentuk pengawasan ini tentu saja berbeda-beda, sesuai dengan porsinya masing-masing. Pengawasan oleh orang tua mungkin hanya dalam bentuk memberikan perhatian dan memastikan anaknya mengikuti kegiatan belajar di rumah.
    Sedangkan peran guru dalam hal ini adalah, dalam bentuk memastikan siswa di kelas yang diampunya dapat terlayani secara maksimal selama kegitan belajar dirumah. Disamping itu juga dapat dilakukan dengan membuat format khusus untuk membedakan siswa yang mengikuti kegiatan belajar dan yang tidak. Sementara pengawasan oleh kepala sekolah, tentu saja dilakukan teradap guru-guru. Kepala sekolah harus dapat memastikan bahwa setiap guru dapat melaksanakan kegiatan dan pemberian tugas kepada siswa dengan baik. Serta mengetahui bentuk umpan balik yang diberikan guru terhadap tugas yang diberikan tersebut.
    Sedangkan peran pengawas sekolah adalah dilakukan terhadap kepala sekolah. Pengawas sekolah dapat melakukan pengawasan dengan bertanya, maupun dalam bentuk pemberian format khusus yang dirancang untuk itu. Pengawas sekolah dapat meminta bantuan kepala sekolah untuk mengisi format tersebut, yang membuktikan pelaksanaan kegitan belajar di rumah oleh guru di sekolah tersebut. Semoga masing-masing pihak dapat menjalankan perannya dengan baik. Sebab jika pembelajaran daring atau belajar di rumah ini dilaksnakan tanpa pengawasan, maka hasilnya tidak akan maksimal.

Selain hal tersebut di atas, perlu adanya suatu pemahaman, bahwa nilai siswa selama kegiatan belajar di rumah, tidak dijadikan tolok ukur yang menentukan bagi mereka untuk naik kelas. Apalagi untuk menentukan kelulusan bagi mereka.

Semoga musibah ini cepat berlalu.



Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Bertekad Tetap Informatif, Pessel Gelar Bimtek Pemeringkatan untuk PPID Pembantu

SPIRITSUMBAR.com, Painan – Agenda besar tahunan yang dilakukan oleh PPID Utama Kabupaten Pesisir Selatan (Kab.Pessel) ...