Senin , 27 September 2021
Depan - Pendidikan - Artikel - Pengambilan Keputusan Saat PJJ Masa Covid-19
Siska Eka Putri.
Siska Eka Putri.

Pengambilan Keputusan Saat PJJ Masa Covid-19

Print Friendly, PDF & Email

Oleh: Siska Eka Putri ( Mahasiswa Pasca Sarjana IAIN Batusangkar)

Covid 19 saat ini telah menjajah negara Indonesia. Dimana penyebaran penyakit tersebut sangat cepat. Bukan hanya di Indonesia, bahkan di penjuru dunia saat ini juga mengalami krisis kesehatan.

Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menyatakan bahwa salah satu sektor yang terdampak adanya wabah ini adalah dunia Pendidikan. Hal tersebut membuat beberapa negara memutuskan untuk menutup sekolah maupun perguruan tinggi.

Sebagai upaya untuk mencegah penyebaran covid-19, World Health Organization (WHO) merekomendasikan untuk menghentikan sementara kegiatan-kegiatan yang akan berpotensi menimbulkan kerumunan massa. Bahkan selama merebaknya, covid 19 di Indonesia, banyak cara yang dilakukan pemerintah untuk mencegah penyebarannya. Diantaranya adalah dengan social distancing, pakai masker, PSBB dan lain sebagainya.



Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengeluarkan surat edaran No. 4 Tahun 2020 mengenai pencegahan penyebaran covid 19 di dunia Pendidikan.Dalam surat edaran tersebut Kemendikbud menginstruksikan untuk menyelenggarakan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Dampak dari kebijakan ini, membuat para guru panik dan kaget. Karena mereka harus merubah metode dan moda pembelajaran agar materi tersampaikan secara baik kepada peserta didik.
Dampak dari belum meredanya wabah covid 19 ini menyebabkan pembelajaran masih akan terus dilakukan dari rumah masing-masing (study from home).

Salah satu alternatif agar pembelajaran tetap berjalan yaitu dengan pembelajaran dalam jaringan secara online. Pembelajaran online merupakan suatu kegiatan belajar yang membutuhkan jaringan internet dengan konektivitas, aksesibilitas, fleksibilitas, serta kemampuan untuk memunculkan berbagai jenis interaksi pembelajaran.

Penelitian yang dilakukan oleh Zhang et al.,(2004) menunjukkan bahwa penggunaan internet dan teknologi multimedia mampu merombak cara penyampaian pengetahuan . Juga, menjadi alternatif pembelajaran yang dilaksanakan dalam kelas tradisional menjadi kelas online.

Pelaksanaan pembelajaran daring membutuhkan adanya fasilitas sebagai penunjang, yaitu seperti smartphone, laptop, ataupun tablet yang dapat digunakan untuk mengakses informasi dimanapun dan kapanpun.

Pembelajaran secara daring merupakan cara baru dalam proses belajar mengajar yang memanfaatkan perangkat elektronik khususnya internet dalam penyampaian materi pembelajaran. Pembelajaran daring, sepenuhnya bergantung pada akses jaringan internet.

Pembelajaran daring merupakan bentuk penyampaian pembelajaran konvensional yang dituangkan pada format digital melalui internet. Pembelajaran daring dianggap menjadi satu-satunya media penyampaian materi antara guru dan peserta didik, dalam masa darurat pandemi.

Proses pembelajaran daring sebenarnya tidak mudah.  Dalam proses pelaksanaannya, banyak keterbatasan dan permasalahan yang terjadi di lapangan saat ini.

Pertama, Fasilitas pendukung pembelajaran daring yang kurang memadai. Pembelajaran yang baik harus didukung fasilitas yang memudahkan untuk belajar. Tidak semua peserta didik memiliki fasilitas yang memadai. Misalkan tidak memiliki smartphone atau laptop, daya beli kuota internet yang rendah dan lain sebagainya.

Kendala kepemilikan perangkat elektronik dalam mendukung PJJ dilaporkan oleh Kemendikbud bahwa sebesar 40,5 persen peserta didik yang mengalami kendala kurangnya fasilitas pendukung pembelajaran berupa laptop, android, internet, dan listrik (Kemendikbud, 2020). Sementara hal tersebut adalah modal utama untuk mengikuti pembelajaran daring.

Kedua, kemampuan ekonomi orangtua peserta didik dalam pembelian kuota internet. Dalam situasi pandemi ini banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan atau menurun pendapatnya karena dirumahkan sementara waktu.

Rendahnya kemampuan ekonomi mengakibatkan tidak sanggup berlangganan wifi, atau membeli quota dan paket data. Hal ini membuat peserta didik tertinggal dalam mengikuti pembelajaran dan informasi yang ada.

Ketiga, Kemampuan literasi yang rendah. Pelaksanaan aktivitas belajar dirumah dengan media daring menuntut guru dan peserta didik untuk menguasai media dan aplikasi yang beragam.Dalam pembelajaran berbasis daring, aktivitas literasi terhadap teknologi dan pengusaan media yang beragam ini sangat menentukan.

Hal ini merupakan kemampuan mendasar dalam aktivitas belajar daring, dimana ketika seorang guru atau peserta didik tidak menguasai media literasi terhadap teknologi pembelajaran daring maka aktivitas belajar daring tidak bisa berjalan dengan baik.

Diantara aplikasi belajar daring tersebut seperti zoom, google class room, google meet, kine master dan sebagainya. Namun belum semua guru saat ini melek teknologi dan dapat menggunakan berbagai aplikasi pembelajaran tersebut.

Keempat, Akses internet yang sulit dan tidak stabil. Saat ini tidak seluruh daerah terjangkau jaringan internet. Selain itu jaringan internet juga sering tidak stabil. Hal ini juga merupakan hambatan dalam proses pembelajaran dengan sistem daring.

Keberadaan fasilitas jaringan merupakan hal yang utama dalam pembelajaran sistem daring. Keberadaan peserta didik yang jauh dari pusat kota ataupun jauh dari jangkauan jaringan provider tentunya tidak dapat melaksanakan proses pembelajaran dengan lancar.

Terkadang peserta didik bersusah payah mencari tempat tertinggi seperti di bukit untuk mendapatkan koneksi yang lancar.

Kelima, Kemampuan belajar mandiri yang kurang. Kunci dalam pembelajaran daring adalah kemandirian peserta didik untuk belajar. Hal ini diawali dengan kesadaran peserta didik untuk belajar.

Peserta didik yang sadar atas kebutuhan dan tanggungjawabnya untuk belajar, akan terus berusaha mengikuti perkembangan dan tugas-tugas meskipun sulit. Oleh sebab itu, kemandirian sangat penting dalam proses belajar daring dimasa pandemi ini.

Kendala-kendala tersebut menuntut tanggungjawab guru dalam pelaksanaan KBM (Kegiatan Belajar Mengajar). Kompetensi guru menjadi modal yang turut menentukan keberhasilan pelaksanaan pembelajaran melaluidaring

Berdasarkan keterbatasan dan permasalahan yang ada, Bagaimana pengambilan keputusan kepala sekolah agar pembelajaran jarak jauh tetap berjalan?

Pengambilan keputusan merupakan bagian dari proses pemecahan masalah. Dalam proses pemecahan masalah, pengambilan keputusan termasuk salah satu tahap yang dapat dikatakan mile stone atau titik yang krusial yang harus dilalui.

Setiap manajer atau pimpinan sebaiknya harus cekatan dalam mengambil keputusan mengenai sesuatu masalah atau hal tertentu. Pengambilan keputusan (desicion making) adalah melakukan penilaian atau menjatuhkan pilihan. Keputusan ini diambil setelah melalui beberapa perhitungan dan pertimbangan.

Dalam mengambil keputusan pimpinan harus berhati-hati, karena keputusan merupakan permulaan dari satu tindakan. Jika permulaan baik maka hasil dari pekerjaan pun akan baik sesuai dengan yang diharapkan.

Kesalahan dalam pengambilan keputusan biasanya sadar atau tidak sadar dilakukan oleh para pimpinan organisasi. Kesalahan tersebut bisa disebabkan oleh berbagai macam faktor. Diantaranya adalah sumber informasi yang diperoleh pimpinan kurang.

Strategi yang digunakan oleh pimpinan dalam pengambilan keputusan kurang sesuai dengan apa yang akan diputuskan sehingga keputusan yang diambil kurang efektif.

Keputusan Strategis merupakan keputusan yang sangat penting dan faktor penentu kesuksesan organisasi di masa yang akan datang. Keputusan ini juga merupakan faktor kritis yang membedakan antara keberhasilan dan kegagalan suatu organisasi.

Mengingat pentingnya keputusan tersebut, seorang pembuat keputusan diharapkan dapat membuat suatu keputusan yang optimal. Dalam proses pengambilan keputusan tersebut, seringkali pengambil keputusan hanya mendasarkan pada cara yang sederhana dan mudah saja.

Hal ini terjadi karena terbatasnya kapasitas kemampuan dalam memproses informasi, sehingga pengambil keputusan hanya mengadopsi cara-cara sederhana dengan menggunakan mental strategis atau heuristics untuk mengatasi kompleksitas masalah yang terjadi. Fenomena ini juga terjadi pada saat pengambilan keputusan Strategis.

Aktivitas pengambilan keputusan strategis merupakan salah satu tanggung jawab pokok setiap kepala sekolah. Kualitas keputusan yang dibuat seorang kepala sekolah/manajer sangat penting peranannya bagi dua hal.

Pertama, kualitas keputusan manajer secara langsung memengaruhi peluang karier, penghargaan (reward), dan kepuasan kerja.

Keputusan manajerial memiliki kontribusi terhadap kesuksesan atau kegagalan suatu organisasi. Oleh karena itu seorang manajer harus selalu siap menghadapi evaluasi dan kritikterhadap setiap keputusan yang diambilnya.

Meskipun setiap kepala sekolah memiliki latar belakang, gaya hidup, dan karakter yang berbeda, tetapi kepala sekolah harus mengambil keputusan dalam rangka pencapaian tujuan lembaga pendidikannya dan bertanggung jawab atas hasil dari keputusan yang dibuat.

Kepala sekolah menghadapi situasi-situasi yang terdiri atas berbagai alternatif, dimana keputusan yang akan dibuat melalui proses perbandingan antara masing-masing alternatif dan evaluasi terhadap hasil keputusan yang bersangkutan.

Proses pengambilan keputusan melalui serangkaian tahap-tahap aktivitas yang menghasilkan keputusan. Banyak model pengambilan keputusan yang di kemukakan oleh para pakar. Satu hal yang perlu di perhatikan bahwa tidak ada satupun model yang dapat menjamin bahwa kepala sekolah akan selalu membuat keputusan yang benar.

Meskipun demikian para manajer atau kepala sekolah yang menggunakan suatu model yang rasional intelektual dan sistematik akan lebih berhasil dibandingkan kepala sekolah yang menggunakan pendekatan yang bersifat informal. Setiap kepala sekolah dapat memilih pendekatan yang dianggap paling sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi.

Pembelajaran jarak jauh perlu dirancang agar dapat mengembangkan kompetensi peserta didik. Kuncinya harus dapat memfasilitasi PJJ bermakna dengan cara 5 M, yaitu, pertama, Memanusiakan hubungan.

Praktik pembelajaran yang dilandasi orientasi pada anak berdasarkan relasi positif yang saling memahami antara guru, peserta didik dan orang tua. Memanusiakan hubungan dengan orang tua dapat dilakukan dengan mengetahui cara belajar peserta didik.

Kebiasaan peserta didik dirumah, latar belakang keluarga, perkembangan dan proses belajar dan kondisi orang tua termasuk pengumpulan informasi terkait waktu yang paling tepat untuk mendampingi proses belajar anak sehingga tercipta suasana yang kondusif untuk belajar

Kedua, Memahami konsep. Praktik pembelajaran yang memandu peserta didik, bukan hanya sekadar menguasai konten tetapi menguasai kompetensi yang dapat diterapkan dalam berbagai konteks. Guru dan orangtua dapat berdiskusi tentang aktivitas pembelajaran yang dilakukan dirumah. Misalnya memberikan umpan balik atau respon terhadap hal-hal yang dilakukan oleh anak dalam pembelajaran di rumah dengan mendiskusikan bersama guru.

Ketiga, Memilih tantangan Praktik pembelajaran yang memandu peserta didik menguasai keahlian melalui proses yang berjenjang dengan pilihan tantangan yang bermakna. Orangtua memastikan bahwa anak-anak dapat mengusai keahlian dengan berbagai pilihan cara yang sesuai dengan profilnya. Orang tua memberikan pilihan media dan cara untuk belajar atau melakukan tugas. Mendampingi anak saat belajar dan mengikuti jadwal belajar anak.

Keempat, Memberdayakan konteks. Praktik pembelajaran yang memandu peserta didik melibatkan sumber daya dan kesempatan di komunitas sebagai sumber belajar sekaligus kesempatan berkontribusikan terhadap perubahan.

Adanya kebijakan pembelajaran melaluidaring yang perlu dilakukan oleh sekolah karena adanya wabah covid, perlu diimbangidengan peran guru yang lebih mendalam. Kinerja guru dituntut sebagai bentuk profesionalitas.

Guru dipandang professional manakala hasil kinerjanya bagus. Salah satu tolok ukurnya yaitu peserta didik yang diajar mampu menyelesaikan proses pembelajarannya dengan baik.

Guru saat ini perlu melakukan pengembangan kompetensinya untuk dapat meminimalisir masalah-masalah yang ada dalam pembelajaran melaluidaring di masa pandemi ini, sehingga proses belajar lebih baik.

Tip & Trik

loading…


 

Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

PT. X Dareh Group dan Polres Dharmasraya Gelar Gerai Vaksinasi Presisi Polri

SPIRITSUMBAR.com, Dharmasraya – Dalam pelaksanaan program pemerintah tentang Vaksinasi, PT. X Dareh Group bekerjasama dengan ...