Beranda - Berita Pilihan - Pemalsuan Suket Domisili untuk PPDB Mulai Terkuak
Orang tua calon peserta didik melakukan verifikasi data PPDB di SMA 6 Padang
Orang tua calon peserta didik melakukan verifikasi data PPDB di SMA 6 Padang

Pemalsuan Suket Domisili untuk PPDB Mulai Terkuak

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com, Padang – Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) telah mengumumkan hasil seleksi Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) pada 9 Juli 2020.

Namun, dari hasil tersebut masih menyisakan permasalahan. Terutama, beredarnya surat keterangan (Suket) Domisili yang diduga asli tapi palsu.

Dokumen tersebut itu menjadi salah satu syarat bagi calon siswa sebagai pengganti kartu Keluarga ketika mendaftar. (Baca : Suket Domisili Merajalela, PPDB Lebih Berbahaya dari Virus Corona)

Dugaan beredarnya surat domisili asli tapi palsu itu diketahui setelah ada laporan masuk ke Ombudsman. Pelapor merasa ada yang ganjil dari hasil kelulusan sementara yang ditampilkan secara real time di website PPDB Sumbar.



Salah satunya yang terjadi di Kota Padang Panjang. “Akhirnya, keganjilan itu dilaporkan ke Ombudsman,” ujar Kepala Ombudsman perwakilan Sumbar Yefri Heriani, pada wartawan, Sabtu (11/7/2020).

Menurutnya dari keterangan pelapor, calon siswa yang tadinya lolos tiba-tiba gagal atau terlempar dari zona terdekat.

Simak :  Carut Marut PPDB 2020 Butuh Solusi

Secara rinci, Yefri mencontohkan dari data yang diunggah calon siswa, dia berdomisili tidak jauh dari SMA Negeri 1 Padang Panjang Jalan KH Ahmad Dahlan Kelurahan Guguak Malintang Kecamatan Padang Panjang Timur.

Namun menurut pelapor, sebenarnya mereka berdomisili ada yang di Gantiang, Gunung, atau Ngalau. Daerah tersebut cukup jauh dari SMA Negeri 1 Padang Panjang.

Ombudsman juga sudah meneruskan indikasi pemalsuan domisili tersebut ke Dinas Pendidikan Sumbar untuk ditindaklanjuti, sehingga permasalahan PPDB ini bisa diselesaikan.



Kemudian Yefri menyebut, permasalahan pemalsuan surat domisili itu tidak hanya terjadi di Padang Panjang, namun juga ada laporan dari Kota Padang.

Indikasi pemalsuan surat domisili palsu itu, lanjutnya hanya terjadi di beberapa sekolah yang selama ini disebut-sebut sebagai sekolah unggul.

Simak : Periksa Ban Belakang, Knek Bus ALS Tewas Tergilas

Ia mencontohkan, ketika tim verifikasi mencocokkan data ke lapangan dan ditanya ke tetangga dari alamat yang tertera di surat domisili. Ternyata tetangga tak mengenal calon peserta didik yang bersangkutan.

“Selain itu, juga ada dugaan pemalsuan surat domisili oleh anak pejabat, tapi semua indikasi sedang diperiksa,” ujarnya.

Terkait adanya Suket Domisili Aspal, Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, Adib Alfikri menegaskan jika terbukti akan membatalkan kelolosan calon siswa tersebut.

Simak : Gaji ke 13 Cair, Ini Kata Kementerian Keuangan

Dia juga mendukung penegakan hukum terhadap oknum masyarakat yang memalsukan dokumen surat domisili tersebut. “Kita hanya mendukung ini menjadi kasus hukum, sebab sah atau tidaknya dokumen itu bukan kewenangan Disdik Sumbar,” ujarnya.

Terkait adanya protes orangtua calon siswa yang meminta sistem zonasi dihapuskan, agar semua orang bisa mendapatkan haknya bersekolah, pihaknya tidak bisa mengkuti hal itu.

“Sistem zonasi merupakan aturan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yang mau tidak mau mesti diikuti,” ujarnya. (Salih)

Tip & Trik

loading…


<<< Sebelumnya

Selanjutnya>>>



Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Dua Ranperda Usul Prakarsa DPRD Sumbar Masuk Propemperda Provinsi Sumbar tahun 2020

Spiritsumbar.com, Padang – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat menggelar rapat paripurna penetapan ...